Republika Online : http://www.republika.co.id
20 September 2007 12:16:00 Australia Jangan Jadikan Walhi Dokter Mohamed Haneef Kedua Brisbane--RoL-- Australia hendaknya tidak menjadikan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), organisasi Indonesia yang selama 27 tahun gigih mengampanyekan isu-isu lingkungan hidup dan mendapat dukungan masyarakat, sebagai "Dr.Mohamed Haneef" kedua, kata seorang pakar hukum. "Jangan sampai Wahli menjadi Dr.Haneef kedua di Australia," kata Dosen Fakultas Hukum Universitas Wollongong (UoW),Australia Dr.Nadirsyah Hosen, Kamis, menanggapi tuduhan Senator Australia, Ian MacDonald dan Direktur Utama PT Newmont Minahasa Raya (NMR), Richard Ness, bahwa Wahli terkait dengan kegiatan terorisme. Tuduhan terhadap Walhi yang mengarah pada "guilt by association" oleh Senator Ian MacDonald dan Richard Ness itu mirip dengan kasus Mohamed Haneef, dokter Muslim asal India yang ditangkap otoritas Australia dengan tuduhan terlibat dalam serangan bom mobil yang gagal di Bandar Udara Glasgow ,Inggeris 30 Juni lalu hanya gara-gara "kartu nomor telepon (SIM Card)", katanya. "Kalau dibandingkan dengan kasus dokter Haneef yang hanya gara-gara SIM Card dituduh teroris (oleh otoritas Australia), ini juga mirip kasusnya. Walhi dituduh begitu saja tanpa ada kaitan yang jelas. Padahal kalau misalnya Walhi terkait dengan kegiatan teror, tidak perlu Indonesia menunggu pernyataan seorang senator Australia." Menurut Nadirsyah Hosen, Polri yang reputasinya dalam penanganan kasus-kasus terorisme diakui dunia internasional sudah langsung bertindak kalau ada indikasi bahwa Walhi terkait dengan kegiatan terorisme. Hanya saja, tuduhan Senator Ian MacDonald bahwa Direktur Eksekutif Walhi, Chalid Muhammad, misalnya pernah terlibat dalam aksi unjuk rasa di depan Kedubes Amerika Serikat dengan mengenakan baju gamis atau Walhi punya hubungan dengan kegiatan demonstrasi Forum Umat Islam (FUI) sangat "lemah" dan ceroboh karena semuanya sama sekali tidak cukup untuk menuding Walhi terlibat dalam kegiatan teror, katanya. "Dalam menangani kasus terorisme, polisi Indonesia jauh lebih maju dibandingkan dengan mitranya di Australia. Jadi jangan sampai Walhi jadi kasus Haneef kedua di Australia," katanya. Ia mengatakan, Wahli sendiri sudah membantah tuduhan bahwa ia terlibat dalam kegiatan-kegiatan FUI, organisasi yang menjadi aliansi berbagai organisasi kemasyarakatan Islam termasuk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun pernyataan yang patut diajukan adalah baik Indonesia maupun Australia tidak memasukkan HTI sebagai daftar organisasi teroris. "Jadi tidak bisa Senator Ian MacDonald serta merta mengaitkan Walhi dengan kegiatan terorisme. Dengan aturan Australia saja, HTI belum masuk. Jadi pengaitan Walhi itu sangat lemah. Inilah yang disebut 'guilt by association'. Lagi-lagi ini pulalah yang terjadi dalam kasus dokter Haneef. Sudah sepatutnya siapa pun memegang teguh azas praduga tidak bersalah sampai ada bukti-bukti kuat," katanya. Dalam kasus dr.Mohamed Haneef, ANTARA mencatat Polisi Federal Australia (AFP) memperoleh informasi yang tidak akurat tentang lokasi penemuan SIM Card Dr.Haneef. Seperti terungkap dalam wawancaranya dengan surat kabar-surat kabar milik Fairfax, Komisioner AFP, Mick Keelty, mengatakan, polisi Inggris pada awalnya menyampaikan kepada para investigator AFP bahwa SIM Card milik dokter Mohamed Haneef ditemukan di dalam mobil jeep yang digunakan sepupu keduanya, Kafeel Ahmed, dalam serangan bom mobil di Bandar Udara Glasgow 30 Juni lalu. Fakta yang benar adalah SIM Card dokter Haneef justru ditemukan di rumah abang Kafeel Ahmad bernama Sabeel di daerah Liverpool yang berjarak ratusan kilometer dari lokasi penyerangan. Dokter Muslim asal India itu sempat ditahan di salah satu penjara di Queensland selama hampir empat minggu dengan tuduhan terlibat aksi teror sebelum akhirnya dibebaskan 27 Juli lalu. Sehubungan dengan tuduhan Senator Ian MacDonald terhadap Walhi yang disampaikannya dalam satu sesi parlemen pada 9 Agustus lalu itu, Cam Walker dari "Friends of the Earth" (Sahabat Bumi), organisasi lingkungan hidup nasional Australia yang menjadi mitra Walhi, membantah keras tuduhan tersebut. Walker bahkan mengatakan, seandainya Senator MacDonald melontarkan klaim-klaimnya yang tidak berdasar dan merusak nama baik itu di luar parlemen, sudah pasti dia segera diseret ke pengadilan. Ia mengatakan, selama ini Walhi dikenal baik sebagai organisasi lingkungan hidup berbasis masyarakat yang aktif bekerja di berbagai daerah di Indonesia dan mendapat dukungan masyarakat lokal. Selain itu, organisasi-organisasi besar seperti Oxfam, Organisasi Belanda untuk Pembangunan dan Kerja Sama Internasional (NOVIB), Pusat Nasional Kerja Sama Pembangunan Belgia, dan Badan Australia untuk Pembangunan Internasional (AusAID) telah bekerja sama dengan Walhi. Karena itu, mengaitkan Walhi dengan kegiatan atau organisasi teroris "sangat memalukan dan keterlaluan", katanya. Sementara itu, Walhi dalam pernyataan persnya di Jakarta menyebutkan bahwa ketua Komite Senat Australia telah menyampaikan secara terbuka keberatan Walhi atas tuduhan Senator Ian MacDonald pada 9 Agustus lalu. Dalam rapat senat 17 September 2007 di Canbera, Senator Faulkner telah menyampaikan keberatan-keberatan WALHI atas tuduhan Senator Ian MacDonald dan seluruh keberatan Walhi itu telah didengarkan oleh seluruh anggota Senat Australia dan tercatat dalam catatan persidangan senat (Hansard). Dalam surat keberatan yang ditujukan pada presiden(Ketua) Senat Australia itu, Walhi menilai seluruh tuduhan yang disampaikan Senator Ian MacDonal sebagai "tidak berdasar, rasis, tendensius, dan anti-pluralisme". Dengan disampaikannya keberatan Walhi secara terbuka dalam rapat Senat di Australia itu, Walhi mengingatkan Senator Ian MacDonal maupun pihak-pihak yang selama ini dijadikan pelindung oleh para perusak lingkungan hidup di Indonesia untuk lebih bertanggung jawab dan tidak mengulangi hal-hal serupa di masa mendatang. Ketua Dewan Nasional Walhi, Johnson Panjaitan, mengatakan tuduhan seperti yang dilontarkan Senator Ian MacDonald itu tidak akan pernah dapat mematikan gerakan lingkungan hidup yang selama ini bekerja atas mandat rakyat dan ekologis. "Upaya pembungkaman gerakan lingkungan hidup lewat tuduhan-tuduhan seperti yang saat ini ditujukan ke Walhi justru akan semakin menguatkan gerakan rakyat yang tak henti-hentinya berjuang untuk keadilan ekologis," katanya. Walhi tercatat sebagai salah satu organisasi yang mendesak PT NMR untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena perusahaan pertambangan itu diduga mencemari Teluk Buyat, Sulawesi Utara. Antara/yto ---------------------------------------------------------------------------- ---- Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/Online_detail.asp?id=307742&kat_id=23
No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.25/1018 - Release Date: 9/19/2007 3:59 PM
