Andhika Purbo. S
Partnership Officer
Aksi Cepat Tanggap
021 741 4482 ext 108
www.aksicepattanggap.com
CARE FOR HUMANITY
Sepanjang menangani dan membantu para korban bencana di berbagai lokasi
bencana, mulai dari Aceh, Jogja, Pangandaran, hingga Papua, baru kali ini
menemui kondisi yang cukup berbeda, yakni tidak ada dapur umum untuk pengungsi.
Pasca gempa yang mengguncang Bengkulu dan Sumatera secara umum, tidak
ditemukan posko umum serta dapur umum di Bengkulu secara keseluruhan, termasuk
di MukoMuko. Area bencana yang mencakup wilayah yang sangat luas, bisa
dibayangkan, jarak dari Kota Bengkulu ke Kabupaten MukoMuko saja bisa memakan
waktu perjalanan hingga 9 jam. Jika dihitung jarak, tidak kurang dari 300 km.
Nah, sepanjang area tersebut tidak satupun ditemukan dapur umum, meski
sepanjang jalan itu pula bisa ditemukan tak terhitung tenda-tenda darurat
pengungsi.
Tidak hanya dapur umum, tenda peleton yang biasa dipakai untuk sejumlah
pengungsi pun tidak cukup ‘laku’ untuk ditempati. Memang bukan hanya di
MukoMuko, melainkan secara keseluruhan tidak akan ditemukan dapur umum
tersebut. Penyebabnya yakni masyarakat pengungsi di Bengkulu sendiri yang
nampaknya lebih suka berkumpul dengan keluarga masing-masing.
Entah karena pihak yang berwenang di Bengkulu memberlakukan sistem seperti
itu atau memang masyarakat di Bengkulu sendiri yang cenderung lebih suka
berkumpul dengan keluarga masing-masing. Unik memang, di hampir seluruh wilayah
bencana, terutama bila dilihat di wilayah-wilayah terparah seperti di Kecamatan
Lais, Kecamatan Batiknau, Kec. Ketahun, Kec. Putri Hijau di Bengkulu Utara
hingga ke Kabupaten MukoMuko hanya akan ditemukan tenda family (keluarga).
Kondisi yang demikian pun cukup mempengaruhi dalam hal distribusi bantuan.
Pihak Satkorlak di MukoMuko misalnya, mengaku kesulitan dalam mendistribusikan
bantuan karena harus membagi-bagikannya per kepala keluarga. “tidak ada dapur
umum, mereka lebih suka masak untuk keluarganya sendiri. Dan hampir semua
masyarakat di Bengkulu cenderung demikian,” ujar Indra, relawan yang sejak hari
kedua pasca gempa sudah berada di MukoMuko.
***
Secara umum, boleh dikatakan kondisi MukoMuko cukup parah. Kerusakan
bangunan dan infratruktur di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sumatera
Barat ini sangat jelas terlihat dan tersebar di berbagai titik. Namun demikian,
kehidupan masyarakat pasca bencana sudah
berangsur normal. Masyarakat sudah mulai bekerja kembali, toko-toko sudah
dibuka sejak Senin (17/9), meski sebagian masyarakat masih tinggal di
tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah mereka.
Sebenarnya, bagi masyarakat yang rumahnya tidak roboh sudah bisa kembali ke
rumah. Hanya saja mereka masih trauma lantaran gempa susulan masih terus
terjadi. (gaw/mukomuko)
Bayu Gawtama
Communication Senior Manager ACT
[EMAIL PROTECTED]
085219068581
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news,
photos & more.
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC