Mbak Mus yg hebat, Saya nge fans lho sama tulisan2 Mbak Mus, tapi akhir2 ini kok kurang menggigit yah ? Juga tulisan soal Maestro Suharto [ presiden RI ke 2 ], saya sangat sangsi akan cerita Amerika, China akan goncang kalau Maestro ini narik investasinya ? Kalau China melepas US bond yg dibelinya sekarang sdh bilangan triliun dollar, saya percaya pasar Amerika akan goncang ... Kalau Maestro Suharto ini kaya , saya percaya tapi kalau super kaya bahkan bisa menggoncang dunia , agak mustahil... Pada Pilkada di DKI belum lama ini, ada penulis yg bilang Bang Foke akan membagi2kan ratusan triliun pada parpol pendukungnya, seolah2 semua anggaran DKI yg puluhan triliun setahun akan dibagi2kan tanpa pembiayaan pegawai, pembangunan yg riel dll , sekarang kita harus menghitung bantuan LN ke Indonesia 6 miliar dollar/thn, kalau 35 thn berapa duit si Maestro Suharto [ artinya bantuan 6 miliar semua dilalap si Maestro ?] Terakhir ini saya pernah bicara dengan beberapa orang dalam di kalangan perusahaan Cendana [ Mbak T, Humphus, Bimantara dll] Terutama perusahaan2 Mbak T dan Mas TS itu kebanyakan sdh tiarap alias mati , bahkan sebenarnya hutangnya di mana2 ... Kayaknya harta si Maestro mungkin aja ada di LN , saya nggak ngerti [ mestinya percaya release Bank Dunia dan PBB] tapi kayaknya kekayaan si Maestro itu kebanyakan disebar di anak2nya dan infonya kebanyakan sdh mati suri... Bahkan Bimantara yg relatif paling kuat , persekutuan B Tri dengan A ling dan Rosano B sudah usai , yg menguasai Bimantara adalah P Harry Tanu itu.. Entah permainan apa dan berapa sisa kekayaan B Tri sulit juga diperkirakan. Kekayaan yg berupa saham BCA yg sekian % milik Mbak T dll saya kira juga semua sdh sirna, persis kayak kekayaan P Dwikatmono atau P Probo yg redup dengan cepat alias bangkrut... Pasti mereka masih punya triliunan rupiah , namun kalau sampai triliunan dollar rasanya mustahil. Mudah2an data2 bank dunia yg diberikan kpd Polri akan bisa dipublikasikan hingga kita semua nggak harus mengira2 saja seperti sekarang.
Salam , martin - jkt ----- Original Message ---- From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, September 20, 2007 1:42:49 PM Subject: [mediacare] Re: BEGITU JELEKKAH KEADAAN DI iNDONESIA ? [WAS] melamar kerja masih untung mend > Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: goenardjoadi <[EMAIL PROTECTED]> > Re: BEGITU JELEKKAH KEADAAN DI iNDONESIA ? [WAS] melamar kerja masih > untung mendapat penurunan gaji Mas Martin yang baru pulang kampung > dari Indiana, baguslah kalau anda lihat keadaan Indonesia tidak > sejelek yang kita rasakan..... > Keadaan di Indonesia jauh lebih jelek daripada apa yang anda lihat ataupun daripada apa yang anda rasakan. Semua investor asing sudah cabut, yang tertinggal hanyalah investor2 lokal yang berkedok sebagai investor asing untuk membobolkan dana bank2 pemerintah. Sekarang memang masih belum terkuak, nanti dimasa depan setelah terlambat baru dikuakkan seperti halnya yang dilakukan Suharto. Suharto itu adalah orang terkaya didunia, saya pernah mendengar berita di Amerika ini, bahwa krisis ekonomi dunia tempohari bermula dari Asia Tenggara akibat jatuhnya Suharto yang menarik investasinya dari beberapa tempat didunia ini. Amerika enggak kepada Suharto kabarnya karena Suharto menginvestasikan uangnya di Amerika, kalo Suharto menarik dananya maka ekonomi Amerika akan goyang seperti terjadinya gempa !!! Kalo anda mau membayangkan koruptor2 diseluruh dunia, atau orang2 kaya diseluruh dunia, silahkan bayangkan dulu raja Arab Saudia yang kaya tambang minyak, berapakah sumur2 minyak yang dimilikinya ???? Tidak banyak, karena sumur2 minyak di Arab bukan cuma milik raja Saudi saja, tetapi banyak syekh2 yang juga memilikinya. Kalo raja Arab Saudia saja bisa kaya raya, bayangkan saja Suharto memanfaatkan seluruh lubang2 minyak diseluruh Indonesia seperti miliknya sendiri. Kalo orang kaya dunia seperti Onasis harus mengumpulkan uangnya dari dagangan kapal selama turun temurun, bayangkanlah Suharto menerima bantuan Amerika untuk Indonesia cuma tinggal tanda tangan dan uangnya masuk kantongnya sendiri sekejab mata tanpa perlu usaha. Setiap tahun Indonesia menerima bantuan dunia paling sedikit 6 milyard dollar setahun, silahkan dikalikan 35 tahun selama dia berkuasa, bisa enggak anda bayangin berapa kekayaan Suharto yang sebenarnya. Memang kalo anda anggap bahwa issu kekayaan Suharto itu hanya angan2, tetapi saya kayaknya yakin bahwa Suharto ini memang ditakuti dunia termasuk Amerika maupun Cina. Harta Suharto bisa menggoncangkan dunia dalam krisis ekonomi dunia kembali. Jadi jangan kaget kalo saya katakan bahwa Soros lari ter-birit2 membawa modalnya keluar dari Indonesia bukan karena dia untung melainkan terpukul oleh permainan Suharto. Ekonomi Indonesia krisis bukan karena Soros melainkan karena Suharto. Raja2 uang kayak Suharto ini bisa memainkan uangnya demikian rupa dalam ekonomi dunia seperti me-mindah2kan investasinya. Konsultant2 keuangan Suharto semuanya dari Amerika. Ny. Muslim binti Muskitawati.
