Pak Manneke yang terhormat, memang karya, analisis dan pokoknya kerja
menentukan berhasil atau tidaknya seorang seniman. Yang bisanya main statemen
apa tidak (sedang) mandul ya? Maaf, tapi rasanya yang menyatakan diri sebagai
kalangan "Kampung" sepertinya kurang pede. Baiknya kan dimana saja adanya ybs
kalau memang kreatif dan mutunya baik ya akan berhasil. Apa ada "autarki" dalam
budaya yang seperti katak dibawah tempurung tidak ada interaksi dengan dunia
luar (Barat, Timur Tengah, etc)? Buanglah keminderan, bebas dan berkaryalah
tidak usah menggapai-gapai popularitas semu dengan striptis Sautis yang seksis
dan tidak hormat secara agamis. Kita belum lupa kan sama Cordoba yang plural
dan pluralistik?
MLM
Manneke Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wowok pernah bicara dalam sebuah acara Hiski di Depok. Soal Perda Tangerang,
posisinya tegas: ia melawan perda ini. Namun, dalam soal TUK (atau khususnya
GM), ia tampaknya tidak berkompromi. Ada sejumlah persoalan yang ia sinyalir.
Sayangnya, persoalan-persoalan ini tercampur-aduk dengan macam-macam isu lain,
yang tampaknya bukan menjadi concern utama Wowok, melainkan gado-gado dari
aspirasi kumpulan seniman dari berbagai latar belakang di acara yang bertempat
di Rumah Dunia Banten. Ada yang maunya anti-pornografi, ada yang anti
neo-liberalisme, ada yang anti-dominasi pusat atas pinggiran (kampung?), ada
yang anti TUK, dll dsb.
Kembali soal TUK, seperti saya katakan, ada banyak statements ditujukan buat
TUK. Sayangnya lagi, statements ini masih tinggal sebatas kumpulan pernyataan.
Padahal, kekuatan para seniman yang kumpul di Rumah Dunia ini besar sekali.
Jika saja mereka mau mencurahkan pikiran secara serius untuk melancarkan kritik
seni yang mendalam dan berbobot atas TUK, maka kita mungkin saat ini sudah
menyaksikan sebuah revolusi pemikiran dalam kesenian Indonesia kini. Potensi
yang menjanjikan ini kini pupus total akibat ulah sebagian peserta temu seniman
Nusantara itu, seperti Saut Situmorang dan Wowok Hesti Prabowo. Maka itu, tak
heran jika sebagian seniman lain tak sependapat dengan cara-cara yang ditempuh.
Saya cuma prihatin bahwa kita kembali terperangkap dalam perang slogan dan
perang statement. Polemik ini akan dicatat dalam sejarah seni Indonesia sebagai
polemik yang cuma penuh kebisingan, tapi tak ada isi yang berarti. Saya merasa
TUK akan cuek dengan segala teriakan dan makian, dan mereka baru akan
menggeliat jika ada kritik yang cukup serius dan komprehensif terhadap mereka.
Mungkin ini saatnya para penanda tangan Ode Kampung yang non-simpatisan Saut
dan Wowok untuk tetap menghidupkan semangat kritis Ode dengan cara yang lebih
mencerminkan ke-kesenian-an? Hanya mereka yang bisa menyelamatkan polemik ini
dari akhir berupa tragikomedi...
manneke
-----Original Message-----
> Date: Tue Sep 18 23:19:34 PDT 2007
> From: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Mariana - Re: Solusi damai
> To: "nayla anggoro" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rudal Tanggung Anunya" <[EMAIL
> PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "bdgkusumo" <[EMAIL
> PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "gongmedia cakrawala"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "edy effendi"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL
> PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "rocky gerung" <[EMAIL PROTECTED]>, "gm" <[EMAIL PROTECTED]>, "Gola Gong"
> <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "hudan" <[EMAIL
> PROTECTED]>, "idawayan" <[EMAIL PROTECTED]>, "ilalang" <[EMAIL PROTECTED]>,
> "jokpin" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "I Nengah [Kalki Awatara] Karma"
<[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL
PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "Tuty Umayati Kusworo" <[EMAIL
PROTECTED]>, "manneke" <[EMAIL PROTECTED]>, "mariana" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Chavchay Media" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "Kafir Mustopa" <[EMAIL PROTECTED]>,
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL
PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]"
<[EMAIL PROTECTED]>, "I Gede Purwaka" <[EMAIL PROTECTED]>, "bumi
putra" <[EMAIL PROTECTED]>, "ahmadun republika" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL
PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>, "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>,
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Bantu Mariana, karena dia selalu gagal mengirim reply to all.
>
> salam,
>
> rd
>
>
> Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mas Radityo,
>
> Ini yang saya maksud, memang sebenarnya Om Saut aja yang rame, pada
> dasarnya pada nggak apa-apa. Wowok juga sepertinya terprovokasi.
> Radio Jurnal Perempuan pernah mewawancarai Wowok soal perda Tangerang,
> jawabannya bagus sekali, sampai sekarang aku simpan.
>
> Sayang sekali kalau dia bergaul sama Saut terus.
> Bisa keseleo di jalan yang sesat. Rumah dunia juga keren kok dengan
> gola gong-nya. Upaya menyentuh masyarakat melalui kesenian bukan
> pekerjaan gampang di masa sekarang.
>
> Mariana
>
> Wednesday, September 19, 2007, 1:07:44 PM, you wrote:
>
> > Kemarin saya dapat email dari Mas Effendy di harian Media
> > Indonesia. Ia merasa bosan, kenapa semua orang
> > kok mengikuti dendang dan goyangan Saut Situmorang? Kok tak ada
> > yang lain? Saya tak mau sebutkan -
> > confidential, karena hanya akan memperpanjang permasalahan yang menurutku
> > itu tak perlu.
> >
> > Saya sarankan, kita lupakan saja Saut Situmorang. Karena setiap
> > dia muncul, masalah baru selalu timbul.
> > Tak ada yang bisa diharapkan dari sosok seperti ini: sang trouble
> > maker. Semua orang bisa terseret dalam
> > perseteruan. Ibarat perseteruan keturunan Ismail dan Ishaq yang
> > bakal berseteru hingga akhir zaman, karena
> > sudah semakin sulit didamaikan.
> >
> > Nah, saya ingin berandai-andai. Bisakah teman-teman dari Rumah
> > Dunia bertemu dengan teman-teman dari
> > TUK? Semisal adu gagasan, konsep, serta how to manage sebuah rumah seni
> > budaya di Indonesia.
> >
> > Siapa tahu dengan pertemuan itu akan bermunculan RD RD (bukan
> > Radityo Djadjoeri, tapi Rumah Dunia) yang
> > lain, semisal Rumah Tangerang, Rumah Serang, Rumah Pamulang dan
> > seterusnya. Kan TUK juga lagi merancang
> > Rumah Salihara yang sophisticated tapi membumi di Pasar Minggu,
> > dekat Balai Rakyat - tempat berkumpulnya
> > anak-anak muda.
> >
> > Karena pada dasarnya RD adalah sebuah konsep yang bagus untuk
> > pengembangan seni budaya di ranah lokal.
> > Teman-teman dari daerah lain mungkin bisa menirunya. Toh meniru
> > hal-hal yang baik seperti dianjurkan oleh
> > orang-orang bijak bestari itu kita dapat memetik manfaatnya daripada
> > mudharatnya.
> >
> >
> > Salam,
> >
> > RD
>
> >
> >
>
>
> > e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > blog: http://mediacare.blogspot.com
> >
>
> >
> > ---------------------------------
> > Check out the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.
>
>
>
> --
> Best regards,
> Mariana mailto:[EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> blog: http://mediacare.blogspot.com
>
>
>
> ---------------------------------
> Luggage? GPS? Comic books?
> Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com