Saya lumayan salut dengan aksi Nurdin yg membuat surat pengunduran diri
sebagai anggota DPR, meski sebenarnya lebih kasih ucap selamat kalau dari dulu
aja nggak usah ikutan dilantik segala. Ini membuktikan setidaknya lembaga
parlemen masih diakui sebagai badan terhormat. Beda dengan kondisi PSSI, buat
apa dihormati, wong pengurusnya aja masih bisa “disetir” olehnya dari balik
terali penjara.
PSSI sendiri tidak menganggap dirinya sebagai organisasi yg patut dihormati,
sehingga saat ketuanya mendapat label narapidana pun tidak dianggap sebuah aib
besar. Mungkin mirip dengan kerbau yang merasa sudah bersih, meski dirinya
berada terperosok dalam kubangan lumpur.
Apa sich yg kau cari dari PSSI ? Uang, kekuasaan, nama baik, atau sekedar
jabatan iseng saja ? Yg juga menjadikan kasus ini begitu ironis, Nugraha Besoes
( yg tak becus ) yg dari saya SD masih “loyal” menjadi sekjen malah tanpa risi
menganggap hal itu tokh tidak mengganggu kelancaran kerja PSSI.
Sambil geleng2 kepala, saya jadi bertanya : lalu apa bedanya cara kerja
tersebut dengan bandar narkoba yg justru menjadikan penjara sebagai markasnya ?
Wah, kalau gitu Nurdin bisa cuap2 pakai handphone, donk !
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers