Mohon maaf atas pengiriman ganda.
-----------------------------------------------------------
Negara Lemah, CSR Menguat
Milton Friedman, sang ekonom pemenang Hadiah Nobel, mencibir segala upaya
yang menjadikan perusahaan sebagai alat tujuan sosial. Tujuan korporasi,
menurutnya, hanyalah menghasilkan keuntungan ekonomis buat pemegang sahamnya.
Jika korporasi memberikan sebagian keuntungannya bagi masyarakat dan
lingkungan, maka dia telah menyalahi kitah nya, begitu tambah Joel Bakan
dalam bukunya, The Corporation. Apapun cara akan dipakai korporasi untuk
mencari laba setinggi-tingginya. Demikian pula saat para mereka melahirkan
ide Corporate Social Responsibility atau CSR, sebagai penguat citra,
tujuannya tentu tak jauh-jauh, menangguk untung sebesar-besarnya.
Dan mereka berhasil. Riset majalah SWA tahun lalu atas 45 perusahaan
menunjukkan CSR bermanfaat memelihara dan meningkatkan citra perusahaan
(37,38 persen), hubungan baik dengan masyarakat (16,82 persen), dan
mendukung operasional perusahaan (10,28 persen).
Hasil pencitraan ini luar biasa. CSR disebut orang dimana-mana seolah
ramuan mujarab yang mampu mengobati carut marut pengelolaan sumber daya
alam di negeri ini.
CSR sengaja dibuat sukarela. Melakukan untung, tidakpun tak apa. Tak ada
sangsi.
Untuk membaca informasi selengkapnya, klik: http://www.jatam.org
Dapatkan update informasi dari website kami dengan mendaftarkan alamat
email anda sebagai anggota Info Kilat JATAM yang ada di sudut kiri bawah
dalam website kami.
===================================
Luluk Uliyah
Sekretariat JATAM
email : [EMAIL PROTECTED]
Jl. Mampang Prapatan II/30 Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021- 794 1559
===================================