artikel ini di muat di: www.angelmichael.cjb.net Kata-kata yang tidak menyenangkan, sensitivitas kita pada kata dan Kemarahan
ada pepatah bijak yang bilang "mulutmu adalah harimaumu" sepertinya terdengar benar banget tetapi apa yang bakalan timbul orang yang memegang teguh kata-kata bijak tersebut? Maka sedikit saja ada orang yang berbicara yang menurutnya tidak enak didengar oleh dirinya, maka dia lantas marah, memutuskan hubungan relasi, memutuskan hubungan bisnis, memutuskan hubungan kekasih, mencelakai orang bahkan lebih jauh akan membunuh orang yang menurutnya telah menghinanya/ menyinggungnya dengan kata-kata tidak enak tersebut! Tolok ukur kata-kata tidak enak sangatlah abstrak dan berbeda bagi tiap orang, seperti kata jancuk dikalangan arek suroboyo, merupakan kata-kata standard dan tidak masuk dalam kategori jorok, sebab kata-kata tersebut sebagai ungkapan "keheranan akan kehebatan atau kelebihan temannya" persis seperti kata anjing/ anjrit dikalangan orang jakarte yang bermakna sama, yaitu sebagai penghargaan, bahkan kata-kata kasar ini berubah arti menjadi suatu ciri khas bahwa orang tersebut adalah orang dari suatu daerah bila memang sedang berkelana jauh dari tempat semula sebagai tanda pengenal dari daerah mana seseorang berasal. Tetapi dilain waktu kata-kata tersebut memang asli bermakna untuk menghina, jadi tergantung situasinya tentunya. Itulah ilmu kata-kata, masuk dalam ilmu social, selalu berubah sesuai masa, dan situasi yang berbeda akan berbeda makna. Namun kejadian paling fatal adalah amarah, dengan mengambil pepatah "mulutmu adalah harimaumu" oleh seseorang, akan membuat orang tadi sangat sensitive terhadap kata-kata kasar dan akan meledak kemarahannya dengan segera bila ada kata atau kalimat yang dianggapnya menyinggung atau menyakiti fikirannya padahal sebenarnya biasanya saja bagi yang lain. Ada cerita yang bisa dijadikan pedoman untuk hal ini, diceritakan suatu hari ada seorang anak mengilik-ilik lobang tempat tinggal si kepiting. Sikepiting yang sedang istirahat akhirnya terbangun, sebab lobang tempat yang dia tinggali jadi terusik oleh riak air dilobangnya yang naik turun, dan membuat vibrasi hingga menggangu istirahatnya Dengan kemarahan yang meluap, mata melotot, nafas terengah-engah, darah sudah naik keubun-ubun dan tinggal diledakkan, maka yakin dengan senjatanya yang berupa capit, sikepiting naik keujung luar pintu masuk dimana sipengganggu berada. Lalu dengan capit yang sangat kuat, dia mencapit pengilik-ilik sibocah yang mengganggunya, mencapit dengan keras kalo bisa sampai hampir putus dan tidak bakalan dia lepaskan lagi Mengetahui kilik-kilikannya dicapit dengan keras, sibocah segera mengangkatnya, dan terlihat sikepiting yang bernafsu sedang mencapit kuat alat kilikannya. Dengan segera sibocah membawa kilikannya ke tanah, lalu memukul sikepiting dan membakarnya sebagai makanan! Moral yang didapat adalah jangan mudah marah hanya karena kata-kata kasar, kata-kata kasar bisa memancing amarah kita dan kemarahan kita justru adalah kelemahan kita yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak menyukai karakter kita, bahkan akan menghancurkan harapan-harapan kita yang tinggal setapak lagi akan berhasil. Dan biasanya saat marah, kitapun akan melanggar pegangan kita yang diagung-agungkan semula, yaitu "mulutmu adalah harimaumu" itu menjadi percuma, mengapa? sebab kitapun akan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar bagi orang lain saat kita marah tersebut! Bahkan kemungkinan besar kita akan mendapatkan masalah baru yang lebih besar karena kesukaan kita mengungkapkan kemarahan kita tersebut, selamat menikmati hasilnya :) Michael Gumelar (Angel Michael) see my blog here: www.angelmichael.cjb.net
