ini salah satu contoh solidaritas yang kebablasan, ketika seseorang yang
kebetulan adalah orang terdekat kita, entah itu teman, saudara atau siapa pun
yang punya ikatan bathin dengan kita, divonis bersalah, kita cenderung memaksa
diri untuk tidak yakin bahwa dia memang patut dipersalahkan apalagi dihukum.
Kita kemudian berusaha mencari sisi kemungkinan yang lain yang bisa membenarkan
atau paling tidak membuat si terhukum menjadi sosok yang bisa menarik simpati
orang lain, syukur2 kalo kemudian orang lain akan berpikir ada yang salah
dengan kasus mereka.
dari awal membaca postingan ttg kasus 2 mantan wartawan jawa pos yang terpaksa
mendekam di tahanan, saya berharap ada reason dramatic yang menyebabkan
sehingga mereka terpaksa dibui, paling gak berkaitan dengan profesi mulia
mereka. Tapi ternyata kasusnya manusiawi banget, yang satu gara2 narkoba dan
yang satu lagi ttg korupsi, 2 hal yang jelas amat dipahami oleh keduanya
sebagai hal yang harus kita say no. (ingat..mereka senior lho, hal yang
selayaknya membuat mereka tidak gampang menjadi pemuja narkoba atau melakukan
korupsi..)
Kalo kemudian ada yang unik karena mereka berbagi pengalaman dengan kita setiap
hari, (andai pun saya seorang wartawan) MAAF, itu tidak cukup membersitkan
simpatiku untuk mereka, apalagi membantu untuk meringankan penedritaan mereka.
Apa pun profesinya, jabatan apa pun yang pernah disandangnya, wartawan senior
atau pemula, Hal yang mereka terima sekarang adalah buah dari perbuatan mereka
dan tak soal mereka berhadapan dengan siapa.Say no to Drug apalagi
Corruption..!!
salam tabik,
takha
---------------------------------
Check out the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.