REFLEKSI: Bukan aneh bin ajaib bila NKRI termasuk 38 negara terkorup di dunia, 
karena juara kampiun perorangan, adalah Pak Haji Muhammad Soeharto, mantan 
jenderal TNI dan presiden NKRI.  

HARIAN ANALISA
Edisi Kamis, 27 September 2007

Indonesia Termasuk dalam 38 Negara Terkorup di Dunia 

Jakarta, (Analisa) 

Transparency International (TI) Indonesia di Jakarta, Rabu, menyatakan 
Indonesia termasuk dalam 38 negara yang dipresepsikan terkorup di dunia. 

Pernyataan itu muncul dalam Peluncuran Indeks Presepsi Korupsi 2007 oleh 
koalisi global Transparency International. 

Ketua Dewan Pengurus TI Indonesia, Todung Mulya Lubis mengatakan Indonesia 
berada di urutan 143 dengan nilai 2,3. Selain Indonesia, urutan 143 juga 
ditempati Togo, Rusia, dan Gambia. 

Nilai maksimal 9,4 diperoleh Selandia Baru, Finlandia, dan Denmark. Ketiga 
negara itu dipresepsikan sebagai negara bersih dari korupsi. 

"Kami menggunakan angka dari 0 sampai 10. Nilai 10 berarti paling baik, 
sedangkan 0 berarti paling korup," kata Todung. 

Sementara itu, Indonesia menjadi negara yang relatif paling bebas korupsi dari 
38 negara terkorup di dunia. Dari 38 negara itu, Myanmar dan Somalia menjadi 
negara terkorup dengan nilai 1,4. 

Ke-37 negara terkorup itu adalah Indonesia, Rusia, Togo, Gambia, Angola, 
Guinea-Bissau, Nigeria, Azerbaijan, Belarus, Republik Kongo, Cote d Ivoire, 
Ekuador, Kazakhstan. 

Selain itu Kenya, Kyrgyzstan, Liberia, Siera Leone, Tajikistan, Zimbabwe, 
Bangladesh, Kamboja, Republik Afrika Tengah, Papua Nugini, Turkmenistan, 
Venezuela, Republik Demokratik Kongo. 

Kemudian Equatorial Guinea, Guinea, Laos, Afganistan, Chad, Sudan, Tonga, 
Uzbekistan, Haiti, Irak, Myanmar, dan Somalia. 

Todung mengatakan survei dilakukan di 180 negara dengan responden sebagian 
besar adalah kalangan pebisnis. 

Menurut Todung, responden sangat mengerti perilaku korupsi di segala tingkatan. 
Praktik korupsi itu sering mereka temukan dalam proses perizinan dan 
operasional bisnis mereka. 

"Responden sangat mengetahui perilaku korupsi baik di daerah maupun pusat belum 
berubah," kata Todung. 

Dengan kata lain, para responden mempresepsikan keparahan korupsi di beberapa 
negara yang disurvei, termasuk Indonesia. 

Indeks Presepsi Korupsi TI juga didasarkan pada sedikitnya 13 survei yang 
dilakukan 11 lembaga internasional. 

Ke-13 survei itu adalah Country Performance Assessment Ratings by the ADB, 
Country Policy and Institutional Assessment by the AFDB, Bertelsmann 
Transformation Index, Country Policy and Institutional Assessment by tha IDA 
and IBRD. 

Kemudian Economist Intelligence Unit, Freedom House, Nations in Transit, Global 
Insights, World Competitiveness Report of the Insitute for Management 
Development, Merchant International Group, Political and Economic Risk 
Consultancy, United Nations Economic Commission for Africa, dan Global 
Competitiveness Report of the World Economic Forum. 

Indonesia adalah negara yang paling sering menjadi objek survei dan 11 dari 13 
survei internasional itu dilakukan di Indonesia. 

Kirim email ke