Musuh yang pandai lebih berharga daripada kawan yang goblog. Namun ajaran Islam justru sebaliknya, musuh yang pandai itu harus disingkirkan dan yang goblok itulah yang harus dijadikan teman. Referensinya, orang Yahudi yang cerdas pandai harus dimusuhi, dan orang Indonesia yang goblok harus jadi teman. Teman yang goblok ini tetap setia apabila dikhianati, sedangkan musuh yang pandai ini sangat susah untuk dikhianati. Begitulah gambaran Yahudi dan Arab, atau Zionist dan Islam. Namun Suhu Shaolin punya resep tambahannya:
> andri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > sebaiknya jangan punya musuh yang pandai ataupun kawan yang bodoh. > kedua-duanya menyusahkan. :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: > Kata seorang suhu di Shaolin Temple :"Lebih baik punya musuh > yang pandai dari pada sahabat yang bodoh!" > Musuh yang pandai membuat kita "harus lebih pandai" kalau mau > survive! Sementara sahabat yang bodoh hanya membuat kita sama > bodohnya alias tak pernah maju! BENAR, suhu Shaolin itu banyak pengalaman pibu, dia sadar, kalo musuh yang pandai biasanya bisa berpikir, agar permusuhan bisa diakhiri. Musuh yang pandai biasanya mengakhiri permusuhannya untuk menjadi persahabatan. Hanya orang pandai yang bisa berpikir bahwa bermusuhan itu merugikan. Beda dengan kawan yang bodoh, biasanya justru terjerumus mencari permusuhan. Sifat buruk orang bodoh kalo mempunyai teman yang pandai biasanya ingin membanggakan kepandaian temannya agar kebodohannya sendiri bisa se-olah2 tidak kelihatan, untuk bisa kelihatan pandai itulah biasanya si-bodoh mencari musuh. Hal inilah yang meracuni kebanyakan umat Islam, untuk menutupi kebodohannya, mereka menyalahkan orang lain yang tidak percaya Islam. Saya adalah umat Islam yang tidak percaya Allah, meskipun saya tidak percaya Allah, saya tetap beragama Islam. Seharusnya kalo orang pinter, tentunya bangga dan terharu, karena saya yang tidak percaya Allah masih mau beragama Islam. Hanya orang bodoh yang mencaci maki saya dengan sumpah serapah, mereka bilang "kalo tak percaya Allah, janganlah mengaku Islam". Demikianlah, kalo umat Islam itu pinter, mereka senang dan bangga terhadap diri saya. Karena meskipun tak percaya Allah, tetap masih mau mengaku Islam, tetap tak mau keluar dari Islam. Umat Islam yang bodoh, justru lebih suka bermusuhan, cari musuh, memusuhi diri saya, alasannya, kalo tak percaya Allah tak seharusnya beragama Islam, saya dipaksa keluar dari Islam, saya dipaksa mengaku Kristen, saya dipaksa mengaku Buddha !!! Begitulah kira2 bagaimana orang bodoh kecenderungannya cuma cari musuh, orang pandai justru sebaliknya, musuhpun akhirnya dijadikan teman. Itulah bedanya, Cina dan Amerika yang musuh buyutan akhirnya jadi teman, sebaliknya, Arab dan Yahudi yang awalnya mengaku saudara justru ribuan tahun mempertahankan permusuhan. Inilah contoh membedakan pikiran yang pandai dan pikiran yang bodoh. Agama Islam menjadikan umat Islam menjadi orang yang terbodoh didunia sekarang. Ny. Muslim binti Muskitawati.
