Film: Kisah atau Sejarah? (Film : Story or History?)
kineforum ingin menanggapi peristiwa pelarangan buku sejarah yang mengulas
kembali Tragedi 1965 dengan sudut pandang baru. Kami memutarkan film-film
cerita yang berlatar belakang peristiwa ini untuk menunjukkan bahwa, meskipun
fakta sejarah disembunyikan terus, peristiwa itu akan tetap hidup dalam
imajinasi kita semua dan terus diceritakan kembali lewat cara yang
berbeda-beda.
kineforum wants to perceive about forbidden of history book that tell about
1965 tragedy in new perspective. We are going to play films that set with
background of this 1965 tragedy to show that even history facts are being
hidden, that incident will always live in our imagination and will always be
told in many different ways.
Selamat menonton dan berdiskusi di kineforum!
Enjoy watching and discussing at kineforum!
Jadwal Pemutaran :
Screening Schedule :
Kamis, 27 September 2007
14.15 : Lentera Merah
17.30 : Puisi Tak Terkuburkan
19.30 : Sinengker + Klayaban
Jumat, 28 September 2007
14.15 : Djakarta 66
17.30 : Pasir Berbisik
19.30 : Lentera Merah
Sabtu, 29 September 2007
14.15 : Puisi Tak Terkuburkan
17.30 : Sinengker + Klayaban
19.30 : Gie
Minggu, 30 September 2007
14.15 : Djakarta 66
17.30 : Pasir Berbisik
19.30 : Lentera Merah
Senin, 1 Oktober 2007
14.15 : Puisi Tak Terkuburkan
17.30 : Sinengker + Klayaban
19.30 : Gie
Selasa, 2 Oktober 2007
14.15 : Djakarta 66
17.30 : Pasir Berbisik
19.30 : Lentera Merah
Rabu, 3 Oktober 2007
14.15 : Puisi Tak Terkuburkan
17.30 : Sinengker + Klayaban
19.30 : Djakarta 66
Kamis, 4 Oktober 2007
14.15 : Pasir Berbisik
15.30 : Diskusi bersama Riri Riza, Garin Nugroho, dan Farishad Latjuba
17.30 : Lentera Merah
19.30 : Gie
Sinopsis :
1 9 6 5 (24 September – 4 Oktober 2007)
Djakarta 66 (1982), 135 menit. Sutradara: Arifin C. Noer. Pemain: Umar Kayam,
Amoroso Katamsi, Ikranagara, Cok Simbara.
Rekonstruksi proses terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret yang menandai awal
rezim Orde Baru. Jakarta dipenuhi demonstrasi mahasiswa dan keadaan genting,
Presiden Soekarno memberi wewenang kepada Letjen Soeharto untuk memulihkan
keamanan negara.
Djakarta 66 (1982), 135 minutes. Director: Arifin C.
Noer. Casts: Umar Kayam, Amoroso Katamsi, Ikranagara,
Cok Simbara.
Reconstruction of Surat Perintah Sebelas Maret publishing process that remark
the begin of Orde Baru regime. Jakarta is fulfilled by College Student
Demonstration and in critical condition, President Soekarno gave the power to
Letjen Soeharto to restore the state secure.
Puisi Tak Terkuburkan (1999), 86 menit. Sutradara: Garin Nugroho. Pemain:
Ibrahim Kadir, Berliana Febriyanti, El Manik, Amak Baldjun.
Pengalaman 22 hari di penjara berdasarkan kisah Ibrahim Kadir, seorang
penyair didong yang dipenjara tahun 1965 di Tanah Gayo, Aceh. Di penjara ia
terus mencipta puisi dan mendapat tanggapan dari sesama penghuni penjara,
laki-laki dan perempuan.
Silver Video Leopard Award, Locarno Film Festival, Swiss (2000).
Puisi Tak Terkuburkan (1999), 86 minutes. Director: Garin Nugroho. Casts:
Ibrahim Kadir, Berliana Febriyanti, El Manik, Amak Baldjun.
22 days experience in prison, based on Ibrahim Kadir's story. He is a didong
poet that had prisoned in 1965 on Tanah Gayo, Aceh. In the prison, he keep
going on created poems and get reaction from the other prisoners, either men or
women.
Silver Video Leopard Award, Locarno Film Festival, Swiss (2000).
Pasir Berbisik (2000), 104 menit. Sutradara: Nan. T. Achnas. Pemain: Dian
Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo Djarot, Karlina Inawati.
Menghindari kerusuhan di kampung mereka, Daya (Sastrowardoyo) dan keluarganya
harus pindah ke daerah gurun pasir. Si Ayah meninggalkan Daya dan ibunya yang
berupaya menyambung hidup. Latar sejarah pendudukan Jepang dan situasi teror
1965 ikut membentuk absurditas pengalaman para perempuan dalam hidup Daya.
Aktris terbaik (Dian Sastrowardoyo) dari Deauville dan Singapore
International Film Festival (2002).
Pasir Berbisik (The Whispering Sand) (2000), 104 minutes. Director: Nan. T.
Achnas. Casts: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim,
Slamet Rahardjo Djarot, Karlina Inawati.
To avoid disturbance in their village, Daya and her family have to move into
desert area. Daya and her mother, that try to survive, has been left by Daya's
father. The setting of Japan Imperialism History and the terror situation in
1965 are composing absurdity women experience in Daya's life.
Best Actress (Dian Sastrowardoyo) in Deauville and Singapore International
Film Festival (2002).
Klayaban (A Tale Of An Outcast) (2005), 15 menit. Sutradara: Farishad I.
Latjuba. Pemain: Ronny Suryomartono, Karel, Teddy Sunardi.
Dua orang Indonesia yang tinggal di sebuah negara asing bertemu. Sejarah bisa
saja membuat mereka bermusuhan. Tapi…
Klayaban (A Tale Of An Outcast) (2005), 15 minutes.
Director: Farishad I. Latjuba. Casts: Ronny
Suryomartono, Karel, Teddy Sunardi.
Two Indonesian people who live in foreign country are met. History can make
them be enemies. But..
Gie (2006), 147 menit. Sutradara: Riri Riza. Pemain: Nicholas Saputra,
Jonathan Mulia, Thomas Y. Nawilis, Lukman Sardi, Sita Nursanti, Wulan Guritno.
Biografi fiktif berdasarkan kisah catatan harian Soe Hok Gie, aktifis gerakan
mahasiswa tahun 1960-an di Jakarta. Gie adalah utopis. Ia menghadapi perubahan
politik yang begitu cepat pada zamannya dan tersadar, bahwa pilihan-pilihan
yang diambilnya menyeret Indonesia lebih jauh dari utopia.
Gie (2006), 147 minutes. Director: Riri Riza. Casts:
Nicholas Saputra, Jonathan Mulia, Thomas Y. Nawilis,
Lukman Sardi, Sita Nursanti, Wulan Guritno.
A fictitious biography based on Soe Hok Gie's daily journal. He is one of
student movement's activist in year 1960 in Jakarta. Gie is an uthopist. He
faced a very fast political changing in his era and realize that choices he has
taken drag Indonesia further from the uthopia.
Lentera Merah (2006), 100 menit. Sutradara: Hanung Bramantyo. Pemain: Laudya
Cynthia Bella, Dimas Beck, Firrina, Teuku Wisnu, Fikri Ramdhan.
Lentera Merah adalah majalah kampus yang menjadi rebutan para mahasiswa baru.
Dalam proses ini para calon anggota Lentera Merah bertemu dengan kenyataan
mengerikan dari masa lalu.
Lentera Merah (2006), 100 minutes. Director: Hanung
Bramantyo. Casts: Laudya Cynthia Bella, Dimas Beck,
Firrina, Teuku Wisnu, Fikri Ramdhan.
"Lentera Merah" (Red Lantern) is a college magazine that being object of the
struggle by new college students. In this process, the new college students who
will be Lentera Merah's members met some terrible facts from the past.
Sinengker (2007), 27 menit. Sutradara: M. Aprisiyanto. Pemain:
Film berbahasa Jawa ini menggambarkan dampak peristiwa di sekitar kekacauan
politik tahun 1965 bagi para korban. Asih menceritakan bagaimana hidupnya yang
dulunya penuh kegembiraan berubah menjadi kegelapan sejak ia kehilangan satu
per satu keluarga yang dicintainya
Sinengker (2007), 27 minutes. Director: M. Aprisiyanto.
This Javanese Language Film explain impacts of political chaotic in 1965 to
the victims. Asih tell how her life that used to be full of happiness, change
into a darkness since she lost her beloved family, one by one.
Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama kineforum dengan Sinematek
Indonesia, SET Film Workshop, Miles Films, Rapi Films, Salto Films, Studio 21,
dan MD Production.
This program is presented by kineforum and Sinematek Indonesia, Miles Film,
Rapi Films, Salto Films, studio 21 and SET Film Workshop
Kineforum Studio 1 Studio 21 TIM, Jl Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330.
Tel. 021-3162780 (Anita) email: [EMAIL PROTECTED] website: www.dkj.or.id
Lihat jadwal bulanan dan program pemutaran kineforum di blog:
http://kineforum.wordpress.com/
Informasi Kineforum, Ayo lihat www.kineforum.wordpress.com
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers