SUARA PEMBARUAN DAILY
---------------------------------------------------------------------
-----------

Jerman Hapus Utang Indonesia 50 Juta Euro

[JAKARTA] Jerman kembali memberikan bantuan penghapusan utang (debt 
relief) untuk Indonesia sebesar 50 juta Euro (sekitar Rp 650 
miliar), yang resmi ditandatangani dalam ikatan perjanjian, di 
Berlin, Kamis (27/9) pagi . Pada penghapusan utang kali ini, Jerman 
memberikan prasyarat yaitu pemerintah Indonesia wajib 
menginvestasikan 25 juta Euro melalui pengalihan utang (debt 
swap/conversion) ke dalam program kesehatan nasional untuk memerangi 
AIDS, TBC, dan Malaria dengan lembaga The Global Fund.

Demikian dikemukakan Duta Besar RI untuk Jerman Makmur Widodo, 
kepada wartawan, ketika dihubungi di Berlin, Rabu (26/9) malam.

Penandatanganan dokumen kerja sama pengalihan utang tersebut 
dilakukan pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Duta Besar RI 
untuk Jerman serta Global Fund. Sementara dari Jerman diwakili oleh 
Bank Keuangan Pemerintah Jerman KSW. Widodo mengatakan, makna dari 
pengalihan utang terebut yakni membina hubungan baik antara Jerman 
dan Indonesia, khususnya di bidang kesehatan. 

"Jerman merupakan negara yang peduli pada tiga penyakit berbahaya 
tersebut. Jerman sebagai negara pendonor pertama di bidang kesehatan 
bersedia meringankan utang Indonesia asalkan pemerintah berjanji 
tuntaskan penularan tiga penyakit tersebut, terutama di kawasan 
Papua," ujar Widodo. 

Sebelumnya selama lima tahun belakangan (2002-2006) Jerman melakukan 
pengalihan utang kepada Indonesia ke dalam program pendidikan dan 
lingkungan hidup. Widodo mengatakan jumlah pengalihan utang Jerman 
ke Indonesia melalui Global Fund telah mencapai 2 miliar Euro selama 
lima tahun. Sementara total utang Indonesia ke Jerman sebesar US$ 
3,81 miliar atau 2,71 miliar Euro. Melalui perjanjian pengalihan 
utang pagi ini, Indonesia mendapat keringanan 5,3 persen dari total 
hutang ke Jerman. 

"Bagi Indonesia, Jerman merupakan negara kreditor atau pendonor 
terbesar ke-2 setelah Jepang. Selain memberikan keringanan utang, 
Jermanjuga membantu Indonesia untuk lebih mandiri dan peduli pada 
masalah-masalah kesehatan, pendidikan dan lingkungan hidup," papar 
Widodo. 

Dalam pelaksanaannya, pemerintah Jerman dan Indonesia akan membentuk 
Country Coordinating Monitor (CCM) yang mengikutsertakan tujuh Non 
Govermental Organization (NGO). Rencananya, program kesehatan 
(Debt2Health) diselesaikan bertahap selama lima tahun. Pemerintah 
Jerman memonitor kemampuan Indonesia dalam berinvestasi sebesar 25 
juta Euro untuk program kesehatan nasional. 

Sementara itu, menurut Menteri Pembangunan Jerman Heidemarie 
Wieczorek-Zeul yang diwakili oleh Ketua Inovative Finance Global 
Fund Robert Filipp mengatakan Indonesia memenuhi semua kriteria 
dalam program kesehatan. Terdapat tujuh kriteria yang ditetapkan 
oleh Global Fund dan Pemerintah Jerman, yakni Indonesia merupakan 
negara dengan tingkat penyakit tinggi, memiliki kebutuhan yang 
mendesak, potensial dan memiliki kapasitas untuk berkembang, kinerja 
masa lalu yang baik terkait dengan bantuan Global Fund, memiliki 
likuiditas untuk melakukan investasi counterparts funds, memiliki 
campuran (mix) utang yang potensial untuk dikonversikan, dan 
keterlibatan masyarakat sipil. [EAS/M-6]



Kirim email ke