Tetangga PLTU Cilacap

(Jakarta. 26/09/07) Siang itu, Jum’at manis bulan April 2007, Watiah dan suaminya mengunjungi ladang mereka yang terletak di tepi sungai Serayu, Cilacap. Ini hari kedua, Wati – panggilan Watiah, maton atau menyiangi padi Tewehnya yang berusia lebih sebulan. Padinya sudah meratak, mulai muncul buahnya. Sudah waktunya menebarkan rabuk atau pupuk. Siang itu, ia dan suaminya akan menebar pupuk Urea.

Baru selesai pupuk diterbarkan, Wati tiba-tiba naik ke galangan sawah, kakinya terasa panas. Dia baru menyadari kakinya tergenang air. Rupanya air panas limbah PLTU Cilacap bertemu dengan air asin dari laut selatan Jawa, membentuk ombak besar dan masuk ke sawah Wati, serta sawah-sawah warga Winong lainnya. Air genangan itu terus bertahan di sana hingga satu minggu kemudian. Tak ayal, padi Wati tak bisa diselamatkan, mati.

Ini kali kedua, sawah di kawasan tersebut gagal panen akibat air panas limbah PLTU Cilacap. Dusun Winong memang bertetangga dengan PLTU Cilacap. Kejadian yang pertama dua tahun lalu, saat PLTU pertama kalinya beroperasi. Warga Winong lantas ramai-ramai mendatangi PLTU Cilacap. Perusahaan segera membangun tanggul, agar air panas tak lagi masuk sawah.

Air panas itu memang tak datang lagi, sampai musim tanam tahun lalu. Tapi untunglah warga sigap. Mereka membuat gorong-gorong dan memasang pipa untuk membuang air asin panas dari lahan mereka. “Untunglah ada sungai Serayu yang airnya membantu menggelontor air asin. Meskipun pontang-panting, padi kami selamat tapi hasilnya menurun”, tutur Wati.


Untuk membaca informasi selengkapnya, klik: http://www.jatam.org

Dapatkan update informasi dari website kami dengan mendaftarkan alamat email anda sebagai anggota Info Kilat JATAM yang ada di sudut kiri bawah dalam website kami.

===================================
Luluk Uliyah
Sekretariat JATAM
email : [EMAIL PROTECTED]
Jl. Mampang Prapatan II/30 Jakarta Selatan
Telp/Fax. 021- 794 1559
===================================

Kirim email ke