Sepertinya memang kerahasiaan data kita tidak sepenuhnya terjamin seperti yang
selalu digembar-gemborkan setiap bank. Ini sungguh memprihatinkan. Kejadian
tidak menyenangkan seperti ini juga pernah saya alami. Suatu siang (saya sudah
lupa tepatnya tanggal berapa, tapi yang jelas tahun lalu), ibu saya menerima
telepon dari seorang Debt Collector yang mengatasnamakan HSBC. Dengan kasarnya
dia bentak2 ibu saya, bilang kalo saya mempunyai hutang kartu kredit di HSBC.
Ibu saya menanyakan nama si Debt Collector kasar itu, tapi tetap saja, dia
tidak mau mengatakan namanya dan terus mengeluarkan kata-kata sampah. Huh,
gimana bisa hutang di HSBC kalau kartu kredit HSBC saja saya tidak punya , isi
aplikasi ke HSBC sama sekali tidak pernah (dan terus terang dengan kejadian
seperti ini saya jadi antipati dengan HSBC). Yang memprihatinkan adalah, orang
yang menerima telepon, dalam hal ini ibu saya sedang sakit dan menjadi terkejut
sekali (iyalah, lagi sakit kok
dimaki-maki orang dengan tuduhan gak bener lagi) . Apa bank mau tanggung jawab
kalo sampai terjadi hal-hal yang buruk karena tuduhan kasar dan nyasar itu.
Saya memang menelepon CS HSBC langsung setelah kejadian tersebut, tapi tetap
tidak ada solusi untuk masalah ini.
Yang saya khawatirkan, data saya di bank lain disalahgunakan oleh pihak-pihak
tertentu. Seperti yang kita ketahui, memang telemarketing marak digunakan oleh
bank-bank di Indonesia untuk menawarkan produk-produknya seperti kartu kredit,
asuransi, KTA, dllsb. Tetapi hal ini tentu saja sangat mengganggu, apalagi
orang-orang itu menelpon kita (bahkan suka dengan nada memaksa) di saat jam
kantor. Saya yakin, para telemarketer itu berpindah-pindah instansi dan tetap
membawa data-data nasabah bersama mereka. Apa bank-bank sudah mempunya solusi
terhadap hal ini? Kalau tidak bisa ditangani, berarti bank sudah tidak menepati
janjinya dalam menjaga kerahasiaan nasabahnya. Atau lebih baik sistem
telemarketing itu dihilangkan saja karena lebih banyak menggangu ketentraman
orang (baik yang sedang bekerja atau yang sedang berada di rumah) .
Sementara untuk urusan Debt Collector, apakah bank-bank di Indonesia bisa
sedikit memberikan kursus tata krama bagi para debt collectornya? Dengan
perilaku kasar mereka (apalagi kalau sampai ngawur seperti yang saya alami
ini), dapat memberikan image yang jelek terhadap bank Anda.
Regards,
A. Fourina P
From: Darwin Christianto
Sent: Thursday, September 27, 2007 2:02 PM
Subject: DATA SAYA DISALAH GUNAKAN OLEH KARYAWAN DAN INTERNAL HSBC
Importance: High
DATA SAYA DISALAH GUNAKAN OLEH KARYAWAN DAN INTERNAL HSBC
Jakarta 04 September 2007
Pada bulan Juli 2005 saya mengisi Aplikasi kartu kredit HSBC di
Mall
Mangga Dua Square, setelah itu tidak ada kabar dari HSBC mengenai
status aplikasi saya (tidak pernah ada telepon konfirmasi atau apapun
sehubungan dengan kartu kredit tersebut) dan FISIK KARTU KREDIT maupun
TAGIHAN tidak pernah saya terima.
Lalu pada bulan November 2005 saya di telepon oleh pihak HSBC
dan mengatakan bahwa saya ada tunggakan sebesar +/- Rp. 45.000.000
dari kartu kredit yang mengatas namakan nama saya, saya menjelaskan ke
pihak penelepon dan ke call center HSBC mengenai hal diatas (saya tidak
pernah terima Fisik Kartu Kredit dan tagihan) Setelah itu pihak HSBC
tidak pernah menghubungi saya kembali, dan saya beranggapan masalah
tersebut sudah di selesaikan polah PIHAK HSBC.
Pada tahun 2006 dan 2007 saya pernah mengajukan Kartu Kredit CITIBANK
dan MANDIRI, keduanya ditolak dengan alasan yang tidak jelas bagi saya,
padahal saya memiliki rekening di sana dengan dana yang mencukupi.
Beberapa kali dibulan Agustus 2007 saya kembali di telepon oleh Bpk
Feri (nama on air, nama sebenarnya Bapak Pras) dari Debt Collection
Pihak HSBC mengenai tagihan tunggakan Kartu Kredit tersebut yang
sekarang jumlahnya sudah mencapai +-/ Rp. 52.000.000, saya kembali
menjelaskan kronologis
kejadian ke Bpk. Feri tersebut dan Bpk. Feri tidak dapat
menerima
penjelasan dari saya dan meminta saya untuk datang ke Menara Mulia
lantai
21 untuk menemui mereka.
Pada tanggal 13 Agustus 2007 saya datang ke Menara Mulia lantai 21
untuk menyelesaikan masalah ini, sesampainya disana, saya hanya
dapat bertemu
dengan Petugas keamanan yang bernama Boy Adi. K . Dari Bpk. Adi
ini
mengatakan disini tidak ada orang yang bernama Feri lalu saya
menyebutkan ext yang di berikan Bpk. Feri ke saya yaitu 3017, tetapi
setelah menunggu lebih kurang 1 jam dan disuruh ke lantai 18 lalu
kembali lagi disuruh ke lantai 21 tetap tidak ada karyawan yang keluar
menemui saya.
Pada hari Senin tanggal 20 Agustus, Bpk Feri kembali menelepon saya
dan meminta saya untuk menelepon ke atasannya di 524 6868 dengan Pak
Wik/ Bapak Awi/ nama lengkapnya Bpk. Sastro Resono Wiarto.
Pada hari Selasa 21 Agustus 2007 saya mengetahui nama saya tercantum
di
Daftar Bank Indonesia Checking dengan status MACET HSBC, hal inilah
yang menyebabkan pengajuan Kartu Kredit CitiBank dan Mandiri saya di
TOLAK.
Hari Rabu tanggal 22 Agustus, saya datang ke Customer Service kartu
Kredit HSBC di WTC Sudirman untuk menyampaikan keluhan saya, saya
diterima oleh petugas yang bernama Ibu Wahyuning Tyas dari sana saya
mengetahui bahwa data saya yang tercantum di Kartu kredit yang
disalahgunakan adalah data saya yang benar, kecuali alamat TAGIHAN
yang dialamatkan ke sebuah Show Room di daerah TEBET. Tetapi Ibu
Wahyuning Tyas tidak dapat menyelesaikan masalah ini, saat itu saya
minta untuk dapat bertemu dengan Bpk. Michael Wullur, yang saya
anggap dapat membantu saya untuk menyelesaikan masalah penyalagunaan
nama dan data saya oleh Intenal HBSC selama 2 tahun sehingga nama saya
masuk dalam daftar Bank Indonesia dengan status MACET, tetapi yang
menemui saya hanya Ibu Hetti. F. Meigita incharge Work in Customer
Service dan Bpk Martinus Subiakto dari Risk Mangement. Mereka
menjanjikan akan dibuatkan surat satu minggu kedepan yang berisi:
1. Permintaan maaf dari HSBC
2. Mencabut nama saya dari daftar BI dengan status Macet
Pada tanggal 03 September 2007 saya kembali menanyakan surat tersebut,
yang ternyata surat tersebut hanya berisi :
1. Pihak HSBC menerima masukan saya
2. Akan melakukan investigasi kasus ini
Pertanyaan saya apakah setelah masalah ini mengantung 2 tahun dan
setelah HSBC mencemarkan nama baik orang dengan seenaknya baru
masalah ini AKAN diinvestigasi ?????
Dengan ini saya meminta agar semua pihak ( ANDA ) berhati-hati dengan
HSBC
karena HSBC adalah perusahaan Asing yang sepertinya "besar" dengan
logo
THE WORLD'S LOCAL BANK tetapi secara internal digrogoti oleh
karyawannya
dan mangementnya tidak mampu menyelesaikan kasus kebobolan
internalnya
selama 2 tahun dengan menggunakan Nama dan DATA Asli ANDA seperti yang
saya alami dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini.
Dengan ini saya menuntut HSBC untuk:
1. Membuat surat permintaan maaf dan pernyataan saya bersih karena
sudah
mencemarkan nama baik saya selama ini.
2. Membersihkan nama saya dari Daftar Bank Indonesia dengan
status
MACET.
Kasus ini dimuat di Kompas tanggal 27/09/2007 dengan isi yang sudah di
modifikasi oleh redaksi kompas menjadi "sangat baik" buat HSBC
Dengan judul:
HSBC SALAH GUNAKAN DATA
COPY surat kabar Kompas terlampir di attchment
Dan saya juga pernah diwawancarai di Pas FM tanggal 21 September 2007
yang lalu dan hasil wawancara tersebut pernah disiarkan di Radio Pas FM
Hari Senin tanggal 24 September 2007 tanpa adanya tanggapan dari pihak
HSBC
Eddy
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz