Mbak dan mas,

Masalah Credit Card ini kita selain harus berhati-hati harus tegas juga.

Pangalaman saya mungkin bisa berguna.

Kejadian dengan Citi bank, dimana saya memiliki baik Visa maupun Master dan sdh 
cukup luama sekali dan recordnya tak pernah telat bayar. Bila jatuh dihari 
minggu atau tagihan terlambat datang selalau saya berkomunikasi dengan Curtumer 
Service dan membuat catatan sendiri, tgl berapa, noor phone berapa jam berapa 
dan dengan siapa saya bicara. Sejauh itu baik-baik saja namanya juga manusia 
asal kita baik mereak juga baik dan bila kita buktikan memang bukan kesalahan 
kita atas telatnya pembayaran maka bungapun dihapuskan.

Agustus 2005 saya mendapatkan tagihan yg tdk pernah saya lakukan, saya kalim 
dan dihapuskan. Lalu September kembali lagi terjadi saya klaim tapi tidak 
digubris. Oktober dan November keluar lagi tagihan fiktif dan datangnya dari 
Londong, Germany, dan beberapa negara lain yang tidak saya kunjungi pada saat 
itu.......saya klaim, yg Oktober dihapuskan tapi yg September dan November tdk 
dihapuskan...kemudian December tagihan fiktif masuk lagi...saya fax dan simpan 
semua rekornya dan saya catat setiap kali saya menelpon mereka....

Kesal...karena December Citi bank mengatakan bahwa klaim saya sdh terlambat 
dari 60 hari sehingga untuk bulan September tdk bisa diproses sedang yg bulan 
November dan December akan coba diproses...Saya jawab kalem, bahawa saya 
mempunyai semua bukti klaim saya dan saya kirimkan kembali dengan catatan 
lengkap...

Dalam kejadian ini saya tetap membayar semua tagihan yg saya pakai saja 
sedangkan yg tk saya gunakan tsb tdk saya bayar ,,,dan dalam surat resmi saya 
jelaskan bahwa SEGALA KERUGIAN YANG DITIMBULKAN TERMASUK BUNGA ADALAH TANGGUNG 
JAWAB CITI BANK DAN SAYA TDK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KELENGAHAN DAN KELAMBATAN 
SERTA KETIDAKMAMPUAN PIHAK STAFF CITI BANK".

Wah dalam saat ini yg namanya staff citibank susah ditenui selalu sibuk dengan 
kustomer lain..tapi kita tetap fight...hingga suatu hari saya katakan bahwa ini 
tindak kriminal dan ini pasti dilakukan oleh org dalam yang tahu data saya, 
yang tahu bahwa saya sering menggunakan kartu diluar negeri...karena akibat 
kasus ini sudaj 3 kali kartu saya diganti tapi tetap tagiuhan fiktif bisa masuk 
itukan kriminal org dalam.....yah silahkan saja mau kemana inikan negara 
hukum......

Belum selesai juga ...tiba-tiba kartu credit Master saya dinon-aktifkan oleh 
Citi bank...saya diamkan saja dan tagihan d Master tidak saya bayar ...saya 
kirimkan surat resmi dan akan saya bayar bila sdh clear.......akan tetapi yg 
visa tetap saya bayar....

Akhirnya mereka menyerah juga ....tagihan fiktif semua dihapuskan...dan 
kelebihan bayar saya dikembalikan.

Saran saya klaim harus tertulis dan lengkap dengan beberapa catatan penting. 
Jangan menyerah dan bila perlu laporkan ke pihak yang berwajib.....

KEMBALI LAGI KITA TAKUT JUGA BERURUSAN DENGAN POLISI...

ini pengalaman saya juga nyetir aku dari arah kwitang mau ke roxi eh disekitar 
tugu tani mobilku tersenggol atau senggolan dengan sedan rada butut sih....wah 
aku dikejar..supirnya turun dan majikan dibelakang turun aku lihat didalam 
mobil ada wanita 1/2 cantik. Sang majikan marah, sang supir siap siaga...aku 
kalem bilang lha yg nabrak siapa? Aku lihat mobilku tak parah dikompoun sedikit 
juga hilang.....eh mereka marah...katanya lihat nih mobil kita gores.....dia 
menunjuk keseluruhan....yah aku ketawa....Mas,,dan engko sorry ya....mobilmu 
ini sdh dari sononya gores.wong penuh goresan...gimana sih....mosok iya mobil 
butut penuh goresan..dibilang aku yg gores.....Marah mereka sang supir langsung 
memukul saya...reflekkan kukuku tajam mukanya nggak kecakar tapi kayaknya 
lehernya....

Sesampai dirumah aku sdh ditelpon Polisi diminta datang segera kekantor polisi 
karena ada laporan....yah aku datang...dan aku lihat tuh si engko, si nona dan 
si supir ..dengan muka garang....

Pak Polisi ngomong atas tuduhan bla..bla..bla....pokoknya aku salah deh + ada 
laporan dan tuduhan bahwa aku memukul sang supir dan kata pak polisi bahwa si 
majikannya punya Biro perjalanan terkenal...aku nggak perlu sebutkanlah.....Aku 
simple saja jawabnya...PAK aku datang kesini atas permintaan bapak tanpa 
persiapan karena aku tahu ini negara hukum dan aku percaya bahwa bapak polisi 
akan menindak yang salah dan aku aman disini.....Bukan karena aku perempuan 
tapi apa benar bila aku wanita sendiri bisa berbuat begitu?....Lalu aku 
ceritakan kejadiannya dan aku bilang....aku tahu bapak orang batak dan aku juga 
orang batak istilahnya "dongan sahuta" tapi sejak awal hal itu tdk aku 
manfaatkan karena aku tahu bahwa disini ada keadilan.......kaget dia apa betul 
ibu org batak.......apa bapak pikir org batak itu nggak ada yang cantik 
gitu????. Biasalah percakapanpun berubah...... asyik.....

Si supir dan si engko mulai marah dan nggak sabar di nona mau mencekek 
saya,,,karena melihat percapakan saya dengan pak polisi....mungkin mereka 
tadinya yakin akan menang...lalu datang ikutan bicara bilang lihat nih cakaran 
kamu....saya kalem saja nggak meladeni mereka tapi bilang sama pak 
polisi...bapakkan punya istri, atau anak atau saudara perempuan...bila dipukul 
org dijalanan apa tidak boleh membela diri?.....Untung masih punya kuku bisa 
mencakar.....

Hasilnya Pak polisi bilang ke supir....buka sepatumu langsung masuk ruang 
tahanan....nanti kita proses...TAPI pak kata sang engko...yah nanti kita proses 
kalau kamu tidak mau diselesaikan dengan damai...tapi kalau mau diselesaikan 
dengan damai yah berdamailah dengan ibu ini...... Selesai....

Kita dikaruia "otak" harus dipakai.....

Jangan menyerah....

HH
.




  ----- Original Message ----- 
  From: Kaniasari 
  To: Kaniasari 
  Sent: Thursday, September 27, 2007 5:35 AM
  Subject: [mediacare] DATA SAYA DISALAH GUNAKAN OLEH KARYAWAN DAN INTERNAL HSBC





  Aduh2...pussiiingg!!!

  -----Original Message-----
  From: Darwin Christianto 
  Sent: Thursday, September 27, 2007 2:02 PM
  Subject: DATA SAYA DISALAH GUNAKAN OLEH KARYAWAN DAN INTERNAL HSBC
  Importance: High

  DATA SAYA DISALAH GUNAKAN OLEH KARYAWAN DAN INTERNAL HSBC

  Jakarta 04 September 2007

  Pada bulan Juli 2005 saya mengisi Aplikasi kartu kredit HSBC di
  Mall
  Mangga Dua Square, setelah itu tidak ada kabar dari HSBC mengenai
  status aplikasi saya (tidak pernah ada telepon konfirmasi atau apapun
  sehubungan dengan kartu kredit tersebut) dan FISIK KARTU KREDIT maupun
  TAGIHAN tidak pernah saya terima.
  Lalu pada bulan November 2005 saya di telepon oleh pihak HSBC
  dan mengatakan bahwa saya ada tunggakan sebesar +/- Rp. 45.000.000
  dari kartu kredit yang mengatas namakan nama saya, saya menjelaskan ke
  pihak penelepon dan ke call center HSBC mengenai hal diatas (saya tidak
  pernah terima Fisik Kartu Kredit dan tagihan) Setelah itu pihak HSBC
  tidak pernah menghubungi saya kembali, dan saya beranggapan masalah
  tersebut sudah di selesaikan polah PIHAK HSBC.

  Pada tahun 2006 dan 2007 saya pernah mengajukan Kartu Kredit CITIBANK
  dan MANDIRI, keduanya ditolak dengan alasan yang tidak jelas bagi saya,
  padahal saya memiliki rekening di sana dengan dana yang mencukupi.

  Beberapa kali dibulan Agustus 2007 saya kembali di telepon oleh Bpk
  Feri (nama on air, nama sebenarnya Bapak Pras) dari Debt Collection
  Pihak HSBC mengenai tagihan tunggakan Kartu Kredit tersebut yang
  sekarang jumlahnya sudah mencapai +-/ Rp. 52.000.000, saya kembali
  menjelaskan kronologis
  kejadian ke Bpk. Feri tersebut dan Bpk. Feri tidak dapat
  menerima
  penjelasan dari saya dan meminta saya untuk datang ke Menara Mulia
  lantai
  21 untuk menemui mereka.
  Pada tanggal 13 Agustus 2007 saya datang ke Menara Mulia lantai 21
  untuk menyelesaikan masalah ini, sesampainya disana, saya hanya
  dapat bertemu
  dengan Petugas keamanan yang bernama Boy Adi. K . Dari Bpk. Adi
  ini
  mengatakan disini tidak ada orang yang bernama Feri lalu saya
  menyebutkan ext yang di berikan Bpk. Feri ke saya yaitu 3017, tetapi
  setelah menunggu lebih kurang 1 jam dan disuruh ke lantai 18 lalu
  kembali lagi disuruh ke lantai 21 tetap tidak ada karyawan yang keluar
  menemui saya.

  Pada hari Senin tanggal 20 Agustus, Bpk Feri kembali menelepon saya
  dan meminta saya untuk menelepon ke atasannya di 524 6868 dengan Pak
  Wik/ Bapak Awi/ nama lengkapnya Bpk. Sastro Resono Wiarto.
  Pada hari Selasa 21 Agustus 2007 saya mengetahui nama saya tercantum
  di
  Daftar Bank Indonesia Checking dengan status MACET HSBC, hal inilah
  yang menyebabkan pengajuan Kartu Kredit CitiBank dan Mandiri saya di
  TOLAK.
  Hari Rabu tanggal 22 Agustus, saya datang ke Customer Service kartu
  Kredit HSBC di WTC Sudirman untuk menyampaikan keluhan saya, saya
  diterima oleh petugas yang bernama Ibu Wahyuning Tyas dari sana saya
  mengetahui bahwa data saya yang tercantum di Kartu kredit yang
  disalahgunakan adalah data saya yang benar, kecuali alamat TAGIHAN
  yang dialamatkan ke sebuah Show Room di daerah TEBET. Tetapi Ibu
  Wahyuning Tyas tidak dapat menyelesaikan masalah ini, saat itu saya
  minta untuk dapat bertemu dengan Bpk. Michael Wullur, yang saya
  anggap dapat membantu saya untuk menyelesaikan masalah penyalagunaan
  nama dan data saya oleh Intenal HBSC selama 2 tahun sehingga nama saya
  masuk dalam daftar Bank Indonesia dengan status MACET, tetapi yang
  menemui saya hanya Ibu Hetti. F. Meigita incharge Work in Customer
  Service dan Bpk Martinus Subiakto dari Risk Mangement. Mereka
  menjanjikan akan dibuatkan surat satu minggu kedepan yang berisi:
  1. Permintaan maaf dari HSBC
  2. Mencabut nama saya dari daftar BI dengan status Macet

  Pada tanggal 03 September 2007 saya kembali menanyakan surat tersebut,
  yang ternyata surat tersebut hanya berisi :
  1. Pihak HSBC menerima masukan saya
  2. Akan melakukan investigasi kasus ini

  Pertanyaan saya apakah setelah masalah ini mengantung 2 tahun dan
  setelah HSBC mencemarkan nama baik orang dengan seenaknya baru
  masalah ini AKAN diinvestigasi ?????

  Dengan ini saya meminta agar semua pihak ( ANDA ) berhati-hati dengan
  HSBC
  karena HSBC adalah perusahaan Asing yang sepertinya "besar" dengan
  logo
  THE WORLD'S LOCAL BANK tetapi secara internal digrogoti oleh
  karyawannya
  dan mangementnya tidak mampu menyelesaikan kasus kebobolan
  internalnya
  selama 2 tahun dengan menggunakan Nama dan DATA Asli ANDA seperti yang
  saya alami dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini.

  Dengan ini saya menuntut HSBC untuk:
  1. Membuat surat permintaan maaf dan pernyataan saya bersih karena
  sudah
  mencemarkan nama baik saya selama ini.
  2. Membersihkan nama saya dari Daftar Bank Indonesia dengan
  status
  MACET.

  Kasus ini dimuat di Kompas tanggal 27/09/2007 dengan isi yang sudah di
  modifikasi oleh redaksi kompas menjadi "sangat baik" buat HSBC

  Dengan judul:
  HSBC SALAH GUNAKAN DATA
  COPY surat kabar Kompas terlampir di attchment

  Dan saya juga pernah diwawancarai di Pas FM tanggal 21 September 2007
  yang lalu dan hasil wawancara tersebut pernah disiarkan di Radio Pas FM
  Hari Senin tanggal 24 September 2007 tanpa adanya tanggapan dari pihak
  HSBC

  Eddy
  (See attached file: DATA SAYA DISALAH GUNAKAN OLEH KARYAWAN HSBC.pdf)

  Legal
  disclaimer
  ------------ --------- ----
  This email may contain confidential and/or legally privileged
  information.
  If you are not the intended recipient (or have received this email
  by error), please notify the sender immediately and delete this
  email.
  Any unauthorized copying, disclosure, or distribution of the material
  in
  this email is strictly
  forbidden.


  __._,_



  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

   

Kirim email ke