-----Original Message-----
From: "Andi Achdian" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 28 Sep 2007 10:50:41 +0700
Subject: [team] SERUAN MAHASISWA GENERASI-88


Dear all, 
 
Ini surat seruan internasional kepada ASEAN dari temen-temen lama. udah g 
terjemahin ke bahasa Indonesia. silakan sebarkan sebanyak mungkin 
 
AA
 
 
 
Mahasiswa Generasi-88
[EMAIL PROTECTED] 
Rangoon, Burma 
 
 
 
Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Brunei 
Yang Mulia Perdana Menteri Hun Sen, Kamboja 
Yang Mulia Perdana Menteri Bouasone Bougphavan, Republik Rakyat Laos
Yang Mulia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia
Yang Mulia Perdana Menteri Abduhal Ahmad Badawi, Malaysia
Yang Mulia Presiden Gloria Macapagal Arroyo, Filipina
Yang Mulia Perdana Menteri Lee Hsein Loong, Singapura
Yang Mulia Perdana Menteri Jendral (Purn) Surayud Chulanont, Thailand
Yang Mulai Perdana Menteri Nguyen Tan Dung, Vietnam
Yang Mulia Sekretaris Jendral ASEAN, Ong Keng Yong, Sekretariat Asean
 
 
Kami adalah Mahasiswa Generasi-88 yang sedang berjuang membantu rakyat Burma 
untuk bebas dari krisis sosial, ekonomi, dan politik sejak tahun 1988. 
Dengan penuh kesungguhan, kami menyerukan kepada pemerintahan militer (State 
Peace and Development Council, SPDC) untuk berunding dengan partai pemenang 
pemilu tahun 1990, Liga Demokrasi Nasional (National League for Democracy) 
dan partai-partai politik etnis lainnya untuk menyelesaikan permasalahan 
Burma dengan damai. Kami mendukung permintaan Sekretaris Jendral PBB, Ban 
Ki-moon, yang menyerukan kepada SPDC untuk menjamin bahwa ‘setiap langkah 
perkembangan politik yang diambil harus bersifat transparan, partisipatif, 
inklusif, dengan memberi peluang bagi setiap kekuatan di Burma berperan 
serta dalam proses rekonsiliasi nasional di Burma, dan menentukan masa depan 
bersama-sama. 
 
Seperti Yang Mulia ketahui, demonstrasi damai telah dimulai sejak 19 Agustus 
2007 dan terus berlangsung sampai sekarang. Latarbelakangnya adalah 
kebijakan SPDC menaikan harga BBM yang secara otomatis meningkatkan 
harga-harga komoditi pokok. Dalam menghadapi protes damai ini, SPDC dan 
milisi-milisi sipil yang dibentuknya telah melakukan tindakan brutal dan 
menangkapi hampir dua ratus demonstran, termasuk beberapa pemimpin Mahasiswa 
Generasi-88. Komunitas internasional saat ini telah menjalankan 
tanggungjawabnya dengan baik, menyerukan kepada SPDC untuk melepaskan semua 
tahanan, dan menghentikan kekerasan serta menghargai hak-hak dasar rakyat. 
Pada tanggal 10 September 2007, Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon telah 
menyerukan kepada SPDC untuk ‘bersungguh-sungguh mengembangkan demokrasi, 
menghargai dan menjunjung tinggi aspirasi seluruh komunitas internasional, 
khususnya melepaskan Aung San Suu Kyi. Sayangnya, respon ASEAN terhadap 
kebrutalan SPDC masih minim dan tidak bersungguh-sungguh meningkatkan harga 
diri yang telah dirusak oleh tindakan SPDC, meskipun Menteri Luar Negeri 
Indonesia, Hassan Wirajuda telah mengakui dalam Pertemuan APEC di Sydney, 
bahwa “Kita semua dalam ASEAN sejak tahun lalu telah mengakui dan 
menyadari bahwa keterlibatan konstruktif oleh ASEAN (termasuk Burma) belum 
memberikan hasil kongkrit.’
 
Kami menerima bahwa periode transisi damai sangat penting untuk membangun 
stabilitas di Burma, dan kami menyadari pentingnya bekerjasama dengan 
Tatmada (Angkatan Bersenjata) selama periode transisi ini. Kita memang harus 
menjalankan langkah secara bertahap untuk membangun demokrasi dan keadilan 
di antara semua kelompok etnis di Burma. Kami percaya bahwa negosiasi dan 
kompromi di antara semua aktor politik menjadi jalan terbaik menciptakan 
stabilitas nasional di negeri kami dan juga di seluruh kawasan.
 
Kami ingin pemerintahan di ASEAN untuk mengkaji kembali kebijakan mereka 
terhadap Burma, menghentikan dukungan keuangan dan kerjasama ekonomi dengan 
SPDC dan bergabung bersama PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa dan negara 
lainnya untuk membantu proses rekonsiliasi nasional dan demokratisasi di 
negeri kami. Aksi kolektif yang efektif oleh komunitas internasional sangat 
penting untuk membujuk SPDC menghentikan kekerasan dan menjalankan dialog 
politik sebagai jalan keluar.
 
Belum lama ini, kami telah mengirim surat kepada Sekretaris Jendral PBB, 
menyerukan kepada beliau untuk menghidupkan kembali isu mengenai Burma di 
Dewa Keamanan PBB dan mengeluarkan sebuah resolusi mengenai Burma, dan 
segera mengirimkan Utusan Khusus PBB, Ibrahim Gambari, ke negeri kami 
sehingga beliau dapat meminta SPDC menghentikan pelecahan dan kekerasan 
terhadap demonstran yang melakukan protes damai, melepaskan semua aktivis 
yang ditahan dan termasuk tahanan politik, serta terlibat dalam dialog yang 
berarti dengan seluruh pihak yang peduli terhadap masa depan situasi politik 
negeri kami. 
 
Oleh karena itu, kami meminta kepada Pemerintahan anda masing-masing untuk 
bergabung dengan PBB dan anggota Dewan Keamanan PBB untuk membuat perubahan 
yang efektif dan segera di Burma. 
 
Dengan segala harapan, 
 
Mahasiswa Generasi-88
 
 
Tun Myint Aung 
Nilar Thein 
Soe Htun 
 
 
 

------------------------------------------------------------------
This message has been scanned for viruses and dangerous content
Checked by Kaspersky Lab Technology
Definition count: 407386 Definition date: 9/27/2007 SecurityPlus version: 
3.0.5 
http://www.tifafoundation.org
------------------------------------------------------------------ 


------------------------------------------------------------------
This message has been scanned for viruses and dangerous content
Checked by Kaspersky Lab Technology
Definition count:  407386
Definition date:  9/27/2007
SecurityPlus version: 3.0.5

http://www.tifafoundation.org
------------------------------------------------------------------
-- 
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.

Kirim email ke