Sebelum ada perfeksionis yang protes, kalimat: "pasukan RPKAD di bawah
Kemal Idris" hendaknya dibaca: "pasukan RPKAD, yang keberadaannya juga 
diketahui dan diakui Kenal Idris."

gono

Apanya Yang Salah dari Suharto yang Mengkudeta Bung Karno ????
Posted by: "pandu ganesa" [EMAIL PROTECTED]   gono99
Sat Sep 29, 2007 5:09 am (PST)
Apanya Yang Salah dari Suharto yang Mengkudeta Bung Karno ????
Posted by: "Hafsah Salim" [EMAIL PROTECTED] muskitawati
Fri Sep 28, 2007 7:41 pm (PST)
Setelah saya banyak membaca berbagai operasi CIA diseluruh dunia, saya
bahkan menyimpulkan, bahwa tentara yang tak dikenal yang mengepung
diseputar istana negara pada saat kejadian pada tanggal 30 September
malam, kesemuanya bukan tentara RI, bukan anggauta ABRI, bukan TNI-AD,
bukan pasukan pak Harto, juga bukan pasukan PKI, juga bukan pasukan
simpatisan PKI, bukan pasukan LetKol Untung, pasukan itu adalah
pasukan Amerika yang berseragam ABRI, pasukan khusus Amerika yang
menggunakan seragam TNI-AD se-olah2 pasukan Diponegoro.

#Supaya tidak keliru adegannya pewayangannya, pasukan Diponegoro dan
Brawijaya itu munculnya tanggal 30 September 1965. Mereka tidak pernah
disebut "pasukan tak dikenal" wong ada badgenya. Mereka numpang mandi dan
kencing di Kostrad, maklum yang menandatangani surat jalannya untuk
berangkat ke Jakarta juga pak Harto sendiri (di buku sejarah masa kini,
merekalah yang disebut: "pasukan G30S"). Data tentang ini banyak didapat di
toko-toko buku Indonesia, tinggal baca saja. Sedang "pasukan tak dikenal"
itu munculnya tanggal 11 Maret 1966, lumayan jauh bedanya. Jadi jangan
dicampuraduk: "pasukan tak dikenal tanggal 30 September".

Sedang yang "pasukan tidak dikenal" itu, itu juga tidak tepat, karena
semuanya "dikenal" (walau belakangan), karena itu pasukan RPKAD di bawah
Kemal Idris. Ini bukan berita gosip ala milis (yang para pengirim postingnya
pakai nama samaran melulu itu), tapi pengakuan/otobiografi Kemal Idris
sendiri. Yang di Monas, komandannya Edi Sudrajat.
Sedang yang mencoba melompat pagar supaya bisa masuk ke istana dari arah
jalan Juanda, dan kepergok Cakrabirawa, adalah Kentot Harseno. Semuanya
orang terkenal dan dikenal di Indonesia, semuanyanya Jenderal, minimal
Panglima Kodam. Pengakuan Kentot bahkan dilakukan di MetroTV yang notabene
ditonton orang se Indonesia. Alasan mereka mengepung, karena mereka
ditugaskan untuk membunuh Bandrio yang notabene RI-2. Gara2 Kentot lompat
pagar itulah, Jendral Sabur lapor ke BK bahwa ada pasukan tak dikenal, and
the rest is history.

gono

Kirim email ke