Kita mesti bisa belajar dari sejarah. Bahwa membubarkan satu komunitas hanya 
karena "kita berbeda dari mereka" dan "kita tidak mengingini mereka"  akan 
berdampak pada saling benci terhadap satu sama lain. Sejarah telah mengajari 
kita, sejak masa Soekarno, mengapa kita masih mau mengulangi lagi? 

Keledai saja, kata pepatah, tidak akan menyandung batu untuk yang kedua 
kalinya. Apakah kita akan lebih jelek dari keledai?

Salam,

Akhmad Murtajib
http://suratrinduuntukayahdipulauburu.wordpress.com/ 


  ----- Original Message ----- 
  From: Al-Mahmud Abbas 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, September 26, 2007 2:49 PM
  Subject: Re: [mediacare] JANGAN BUBARKAN KOMUNITAS UTAN KAYU




  Apalagi ini KAWAN/SAUDARA YANG MAU MEMBENAHI DIR DAN MENGAJAK KITA BERBENAH 
DIRI.. PASTI JAUH LEBIH BAIK BUKAN ??? MUSTINYA KITA DUKUNG DAN BELAJAR DARI 
MEREKA !!!
  Itu baru namanya cinta damai dan tidak mebeda-bedakan aliran, objective dan 
bijaksanalah menyikapi setiap perbedaan. Nggak usah ngurusin yang nun jauh 
dimato, yang dekat dan real-real sajalah.. 

  Wassalam


   
  On 9/26/07, Safari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

    Jangan Bubarkan Komunitas Utan Kayu, dan.....
    Lebih baik punya satu musuh yang lantas menunjukkan kelemahan-kelemahanmu 
(untuk kamu perbaiki), daripada memiliki sejuta kawan dekat namun penjilat 
(menyembunyikan/membiarkan/meninabobokan kelemahanmu) 





   

Kirim email ke