Salam, Kita harus tetap berkepala dingin dalam menanggapi masalah yang memang sudah tidak bisa ditolelir ini. Tetapi kita juga harus dapat menyelami suasana batin masyarakat malaysia terhadap Indonesia yang bisa berpotensi menjadi bagian dari hubungan psikologis antara WNI dan orang Malaysia di sana.
Pemerintah perlu menjelaskan permasalahan ini secara utuh. dan memberikan pemaparan tentang langkah-kangkah yang akan diambil untuk mengeliminir potensi hubungan negatif antar kedua bangsa yang selama ini sangat merugikan imigran kita di sana. Saya melihat upaya pendampingan sosial, politik dan hukum bagi pekerja kita di Malaysia begitu minim, sehingga berbagai peristiwa yang mengundang emosi itu terus terjadi bahkan mungkin berkeskalasi. Sekali lagi pemerintah kita sering lamban, sebaiknya mulai saat ini kita tigkatkan perhatian dan upaya kita untuk membantu pekerja kita di luar negeri, termasuk di Malaysia. Wassalam On 9/30/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > http://www.thejakartapost.com/detailgeneral.asp?fileid=20070930194820&irec=2 > > *Pregnant RI worker raped brutally in Malaysia* > > ** > > *KUALA LUMPUR (Antara): A two-month pregnant Indonesian woman worker was > brutally raped by 12 Malaysians early this month, the Indonesian consulate > in Johor Bahru, Malaysia said Sunday. * > > *10 of the alleged rapists have been detained by the Malaysian Police, it > added. * > > *The victim, RS, 21, who originates from Lampung, Sumatra, initially > worked as a maid in Klang, Selangor, but she ran away three months after > working there. She later married to an Indonesian man worker, identified as > MM, Antara reported. * > > *On Sept. 7, 2007, they got an unexpected visit from two Malaysians who > introduced themselves as policemen. The two told them to follow their > instruction, and finally raped RS in a local hotel. After the rape, they > called their buddies to follow suit. * > > *"We condemn the rape. It is inhumane. Robbery, beating, and arrest by > Malaysian citizens who claimed themselves from the police against Indonesian > workers have happened so many times," Didik Tirmardjono of the Indonesian > consulate in Johor Bahru said Sunday* > > >
