Sumber dar ACI (Art & Culture Indonesia):  
http://artculture-indonesia.blogspot.com  TANGGAPAN
  pesan  "jika kau menyangka benarnya pendapatmu sendiri adalah kebenaran, 
maka, apa boleh buat, aku mendaftarkan diri untuk melawanmu..."
   
  (emha ainun nadjib)
  
From: Bujang Lapuk
E-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kok ya ada orang mengagung-agungkan diri sendiri seperti Viddy.

Saya jarang membaca orang-orang yang begitu bangganya diundang ke sebuah acara, 
dengan skala tingkat lokal pun.

salam

____________________________

From: Radityo Djadjoeri, Jakarta
E-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sebenarnya agak lucu dan janggal ada seseorang menuliskan Siaran Pers untuk 
"memuji-muji" dirinya sendiri. Tapi tidak apalah, walau amat terkesan seperti 
lagi bermasturbasi.

Saya tidak mempermasalahkan upaya dia untuk menggencet Komunitas Utan Kayu 
dengan mencap KUK sebagai sarang pornografi dan atheis.

Namun yang lebih membahayakan adalah bahasa yang dia pakai. Amat fasis..dengan 
berkedokkan misi Islam. Nah, saya berharap para seniman tidak terjebak pada 
aksi yang dicanangkan oleh sosok semacam Viddy AD Daery ini, yaitu ingin 
menyeragamkan seni budaya Indonesia. Kalau semua ingin dibabat, akhirnya tak 
lama lagi akan terjadi revolusi kebudayaan berlabel Syariahisasi Seni Budaya 
Indonesia. Seni budaya adalah milik kita semua, tak bisa dimonopoli dan didikte 
oleh sekelompok paham atau aliran.

____________________________

From: Ahmad Jaelani, Yogyakarta
E-mail: [EMAIL PROTECTED]

Wuah! Si Viddy kayaknya kurang puas tuh, sekarang tambah ngedan dia. Mungkin 
dia ngiri, kok sama-sama nyerang Kelompok Orang Utan tapi yang tenar cuma Saut. 
Cemburu deh doi. Mangkanye doi lantas pamer undangan ke Malaysia.

Oalah! Cuma ke Malaysia saja kok jumawa to Kang Viddy? Opo ora isin sampeyan! 
Yang bangga hanya dengan kayak begituan sih SUDAH TENTU bukan intelektual 
beneran!

Bangga sama diri sendiri euy!

Malu atuh kang, maluuuuuuu!

ahmad jaelani
kandang menjangan, jogja
____________________________
  Viddy AD Daery akan 'mengonceki' Komunitas Utan Kayu di Malaysia   
    Berikut Siaran Pers dari Viddy AD Daery yang dia tuliskan sendiri:


Posted by: Anuv Chaviddy, Lamongan
E-mail: [EMAIL PROTECTED] 


Kabar Perang Sastra Indonesia ditunggu berdebar di Malaysia 

UNDANGAN BUDAYAWAN LAMONGAN-INDONESIA SEBAGAI PEMBICARA DI SEMINAR ANTARBANGSA 
KEBUDAYAAN MELAYU-MALAYSIA (SAKM – 2007)
di Hotel Vistana,Kuantan, Pahang, Malaysia 26-28 Oktober 2007

PENDAHULUAN

Seminar Antarbangsa Kebudayaan dan Kesusastraan Melayu (SAKM) adalah seminar 
bergengsi internasional, karena menampilkan pakar-pakar dari seluruh dunia.
Nama-nama besar di dunia kajian kebudayaan dan kesusastraan Melayu seperti 
Prof. Amin Sweeney, Ulricht Kratz, Monique Zaini Lajoubert, Liauw Yock Fang, 
Harry Aveling, Shahnon Ahmad, Mohammad Haji Salleh dan sebagainya pernah 
menjadi pembicara dalam forum ini.

Jadi, ini forum terhormat yang diselenggarakan pemerintah Malaysia via Dewan 
Bahasa dan Pustaka (DBP) Malaysia bekerjasama dengan Universitas Kebangsaan 
Malaysia (UKM).

Dalam SAKM yang ke IX kali ini, bertema : “Kesusastraan Melayu Nusantara pasca 
Merdeka”, diselenggarakan di kota Kuantan, Pahang, Malaysia, juga mengundang 
budayawan dan sastrawan Lamongan kelas Asia Tenggara, yakni Viddy AD Daery atau 
Drs. Anuf Chafiddi, sebagai salah satu pembicara yang ditunggu-tunggu, karena 
kali ini akan membicarakan: “Kondisi Perang Sastra Indonesia yang terjadi 
akhir-akhir ini, antara aliran sastra moral melawan aliran sastra seks dan 
atheisme yang banyak terbit di koran maupun buku-buku akhir-akhir ini.”

Disamping mempertimbangkan popularitas Viddy di kawasan Asia Tenggara, panitia 
juga mempertimbangkan Viddy sebagai pelaku perang sastra itu sendiri, dimana 
sastrawan Lamongan itu memihak sastra moral yang berlandaskan kebenaran agama 
dan moral bangsa serta kearifan lokal.

Dari beberapa email yang datang dari Malaysia, ketika mengetahui Viddy akan 
bicara mengenai “Perang Sastra Indonesia”, maka SEAKAN-AKAN tema Viddy 
merupakan tema yang akan paling ditunggu oleh publik Malaysia, karena perang 
sastra di Indonesia kali ini merupakan tonggak penting karena merupakan 
peperangan aliran moral melawan aliran seks dan amoral, sedangkan di Malaysia 
sendiri, masalah MORAL adalah soal yang amat penting karena menyangkut JATIDIRI 
dan HARGA DIRI BANGSA.

Viddy dilahirkan di Laren, Lamongan utara,28 Desember 1961, yang kental akan 
warna santrinya, karena itu warna santri dan tradisi kearifan lokal mewarnai 
karya- karyanya. Puisinya yang dimuat di KOMPAS memeri/mengungkap latar 
daerahnya yang penuh genangan air dengan kembang gol/lotus/padma dan rumpun 
bambu sebagai wilayah bonorowo.

Pada tahun 1988, ketika Jawa Pos baru melaju, novelbersambung Viddy yang 
meledak dan disukai serta ditunggu-tunggu para pembaca Jawa Pos tiap pagi 
adalah “Opera Gerbangkertosusila” yang meramalkan Lamongan akan maju seperti di 
zaman Bupati Masfuk.

Ketika hijrah di Jakarta tahun 1991 sampai 2002 sebagai penanggungjawab 
sinetron TPI, Viddy membuat puluhan episode “Kentrung Humor Lamongan” dengan 
lakon-lakon lokal Lamongan seperti Kadet Suwoko, Tanjung Kodok, Gua Maharani 
dan sebagainya, yang
melambungkan nama pelawak Bakat Made-ayahanda penyanyi Erie Susan.

Ketika berkiprah di kawasan Asia Tenggara (Malaysia, Brunei, Singapura dan 
Thailand selatan) Viddy berkali-kali mengeksplorasi wilayah Lamongan, termasuk 
makalahnya di PSN (Pertemuan Sastrawan Nusantara) 14 di Alor Star, Kedah, 
Malaysia, baru-baru ini dimana makalah Viddy membuka teori bahwa Mahapatih 
Gajah Mada berasal dari Lamongan (waktu dulu namanya ialah Kraton Pamotan).

KEHADIRAN VIDDY DI SAKM IX

Dengan demikian, kehadiran Viddy di SAKM IX sangat penting dalam kapasitas:

1.Mewakili nama Lamongan, Jawa Timur dan Indonesia rutin hadir di pertemuan 
internasional, yang amat ketat seleksinya.

2.Menyuarakan suara daerah dan bangsa, untuk memberi imbangan suara-suara 
negatif dunia luar yang hanya mendengar dari orang lain mengenai Indonesia.

3.Mempromosikan potensi Lamongan,dan Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya, 
sebagaimana sudah sering dilakukan Viddy selama ini di berbagai forum 
internasional dalam berbagai kesempatan.

Drs.Anuf Chafiddi atau Viddy AD Daery
Jl. Raya Pasar Laren, Laren, Lamongan 62262
HP : 0856 1310 996

------------------------------------

Sekilas tentang Viddy AD Daerry

Viddy AD Daery atau Drs Anuf Chaviddi lahir di Desa Laren, Lamongan 28 Desember 
1961. Menulis puisi sejak di SMAN IV Malang. Tapi ngetop sejak menulis puisi 
Surabaya Mari Berbicara Empat Mata sewaktu mahasiswa tingkat I FISIP Unair 
Surabaya. Puisiitu mendapat penghargaan dari Festival Puisi PPIA tahun 1981. 
Lalu dipakai sebagai puisi wajib final Lomba Deklamasi DKS tahun 1982. Lalu 
dibikin videoklip oleh TVRI Surabaya dua kali, dan sejak 1983 dijadikan puisi 
wajib pada upacara HUT di Kantor Walikota Surabaya pada zaman Walikota Dr 
Purnomo Kasidi.

Kini Viddy bekerja sebagai konsultan pada rumah produksi IFCARD Jakarta dan 
membina jaringan kursus televisi di Surabaya dan Jatim. Hampir setahun sekali 
ia diundang menjadi pembicara pada pertemuan budaya di negara-negara Asia 
Tenggara dan Australia. Viddy juga aktif menulis kolom, puisi, cerpen, novel, 
naskah televisi dan aktivis organisasi Komunitas Penyiaran Indonesia Jakarta. 
Emailnya: [EMAIL PROTECTED]

____________________________




       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

Kirim email ke