Hmm..., sejak awal saya sudah curiga. Kok seperti laporan tertulis.
Uniknya lagi, mungkin ini hanya persepsi saya saja entah kawan lainnya di milis
ini, seakan mencoba membersihkan Soeharto.
Kalau salah, ya maaf. namanya juga persepsi kan bisa apa saja.
pandu ganesa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dalam
banyak hal anda nampaknya cerdas, tulisan anda tentang
"Siapa di balik G30S/PKI?" menunjukkan anda tekun menelusuri pelbagai versi
cerita dan mampu menghubung-hubungkan titik-titik yang "making sense" ini
kita kenal dalam bidang penelitian ilmu-ilmu sosial sebagai teknik
Trianggulation. Kebetulan saja, saya sudah sampai kepada kesimpulan yang
anda tulis dua hari terakhir ini kurang-lebih 10 tahun lalu.
#Orang yang mengatakan bahwa pasukan G30S adalah pasukan Amerika itu
dibilang "nampaknya cerdas"? Amit-amit jabang baby deh! Semua pasukan G30S
itu, setelah kemudian kelaparan dan kehausan (karena tidak mempunyai supply
yang memadai, kemudian mengarah ke Halim, untung tidak tlisipan dengan
RPKAD, tapi sempat minta makan dan minum ke penduduk di sekitar pabrik ban
Intirub di Cililitan, dan ujung-ujungnya mereka ditangkap serta masuk bui
semuanya, tanpa terkecuali. Sekian tahun. Tanpa diadili, sama seperti
lain2nya (orang-orang sipil yang di Buru dll).
Wakil Komandannya, Mayor Sukarbi, karena merasa tidak bersalah, seusai dibui
sekian tahun tanpa pengadilan, kirim surat ke mbah Harto, minta duit untuk
modal dagang, dan dikasih (via para staff tentunya) k.l 8 juta atau berapa
gitu, dipakai untuk modal ternak ayam, dan hidup di desa. Belakangan, ia
diwawancarai kenapa berangkat ke Jakarta, siapa yang memberangkatkan, dalam
rangka apa, dst dst, diklipping, dijadikan buku, dst dst kemudian dibaca
banyak orang. Sudah tentu yang tahu ini adalah hanya orang-orang yang suka
baca buku.
Tidak ada rahasia, tidak ada pasukan penyelamat Armada ke VII, dan tidak ada
apa-apa...Wong ini cerita beneran, bukannya thriller-nya Tom Clancy.
Tapi, sudahlah, di milis sebelah ada yang bilang bahwa yang namanya milis
itu seperti kolam lele: apa-apa boleh masuk. Kirim sampah, kirim pupuk, nama
beneran, nama samaran, laki ngaku perempuan, perempuan ngaku laki, semuanya
boleh. Mau apa?
gono
PS Sekedar catatan: Sekian tahun kemudian, akhir tahun 1990an, disebutkan
secara resmi bahwa CIA itu tidak punya/kurang agen lapangan yang bisa bahasa
Arab di Timur Tengah (ini Laporan Resmi Komisi Penyelidik 9/11 yang kemudian
dibuat komik, barangnya ada di toko sebelah, kemarin diresensi Seno Gumira
di Kompas Minggu; dan agen CIA, Bob Baer, agen lapangan yang fasih Arab dan
serta ditempatkan di Arab/Irak (tapi kemudian mbalelo), juga mengatakan hal
serupa. CIA lebih percaya kepada foto satelit daripada capek2 ngirim agen ke
Arab. Lantas kalau tidak ada perwira kasusnya, mana bisa orang Arab
dipekerjakan CIA? Bukunya: See No Evil, sebentar lagi terbit versi
Indonesianya.
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.