SERANGAN MEDIA INFORMASI
Memang demikianlah fenomena yang kita saksikan. Kebanyakan remaja,
khususnya muslimah termakan oleh berbagai bujuk rayu yang disajikan oleh
media-media tersebut. Kalau kita tengok aktivitas para remaja, diantara
mereka ada yang betah duduk berjam-jam demi menghabiskan sebuah novel
percintaan. Atau diantara mereka ada yang sibuk mengejar gosip-gosip
terbaru tentang artis idolanya. Ada juga yang suka menanti koran harian
atau majalah untuk melihat ramalan bintang yang katanya bisa meramal nasib
seseorang, baik atau buruk. Subhanallah. Bahkan ada yang kecanduan koran
atau buku-buku yang berbahaya seperti filsafat dan ilmu kalam. Diantaranya
juga ada orang yang betah nongkrong di depan layar televisi, asyik
menikmati racun-racun yang ditebarkan oleh tayangan tersebut.
BAHAYA YANG MENGANCAM
Bila keadaan remaja muslim atau muslimah seperti ini, maka dapat kita
bayangkan dan kita lihat sendiri bahaya yang terjadi. Kenyataan yang dapat
kita saksikan adalah kecenderungan mereka untuk mengangkat tokoh idola
seperti artis penyanyi atau bintang film. Akibatnya gaya hidup sang
idolapun tercermin dalam gaya hidupnya, seperti pergaulan bebas, pakaian
terbuka, hura-hura, dan pamer perhiasan. Dan akibat dari pergaulan bebas
adalah perzinaan, selanjutnya akan diikuti oleh kerusakan¬-kerusakan yang
lain. Trend mencari popularitaspun ikut merasuki pemikiran sang remaja,
akhirnya mereka berlomba-lomba untuk menjadi pemenang cover girl atau
cover boy (gambar sampul depan majalah) Menurutnya suatu kebanggaan bila
wajahnya jadi bahan tontonan dan pujian. Subhanallah !
Disamping bahaya tersebut, berapa barryak mereka harus menghabiskan waktu
dengan sia-sia, sementara itu banyak pula kewajiban-kewajiban yang
terbengkalai. Sempatkah mereka memikirkan ibadahnya, padahal mereka
mengaku beragama Islam ?!
Sholeh bin Muqbil Al-Ushaimi mengatakan bahwa kecintaan kepada koran dan
majalah dapat menghalangi seseorang untuk melakukan kebaikan. Bila ia
berpikir menghafal Al-Qur'an atau membaca kitab, ia tidak memiliki waktu.
Kecintaannya membaca koran atau majalah menyita semua waktunya untuk
membaca yang lebih bermanfaat. Bahkan hingga ada yang kuat membaca tiga
ratus halaman majalah dan koran setiap harinya, tapi tidak mampu membaca
satu ayat saja dari Al-Qur'an, apalagi membaca kitab atau risalah kecil.
Demikian sebagian fenomena yang kita lihat, AI¬Qur'an seolah-olah jadi
barang antik yang dimusiumkan, disimpan ditempat yang paling indah tapi
hanya jadi pajangan. Akhirnya kebodohan yang muncul kepermukaan.
Subhanallah !
KEWAJIBAN YANG TERLALAIKAN
Para remaja muslim dan muslimah memang harus menyadari akan bahaya yang
mengancam tersebut. Bila tidak, ia akan terus terseret dalam kebodohan,
kegelapan, dan dapat membawa pada kebinasaan di dunia dan akhirat.
Kewajiban yang sering dilalaikan oleh remaja muslim dan muslimah adalah
menuntut ilmu syar'i. Kebanyakan mereka phobi bila mendengar kata "agama"
penuh aturan ini dan itu. Hal ini karena mereka lebih senang hidupsemau
gue" tanpa ikatan apapun. Jelas ini adalah pikiran yang harus diluruskan,
karena dengan tuntunan syariat Islam, seseorang dapat selamat dunia dan
akhiratnya.
Ketahuilah wahai para remaja bahwa Islam telah menetapkan tuntunan hidup
manusia dalam Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam.
Bila kita berpegang pada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Shalallahualaihi
Wassallam, sebagaimana yang dipakai oleh Rasulullah Shalallahualaihi
Wassallam dan para shahabatnya maka kita tidak akan tersesat. Ini
sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam:
"Aku tinggalkan untuk kalian, yang jika kalian berpegang teguh dengannya,
kalian tidak akan sesat yaitu Kitabullah dan Sunnahku ". (HR. Malik dan
Hakim)
Setiap diri kita tentu mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Untuk itu kita harus menyadari bahwa segala kesenangan dunia yang
melalaikan hanyalah fatamorgana, itulah kesenangan yang memperdayakan.
Allah Ta'ala berfirman :
"Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan".
(QS. Ali Imron:185)
Sudah saatnya kita semua mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan
akhirat. Diantaranya adalah dengan mempelajari ilmu dien ini. Karena
dengan ilmulah seseorang dapat mengetahui mana a¬l-haq dan mana al-batil.
Dan hanya orang-orang yang berilmulah yang mengetahui bahwa apa yang
datang dari Allah itulah al-haq, sebagaiman firman-Nya :
"Dan orang-orang yang diberi ilmu berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan
kepadamu dari Rabbmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada
jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji ". (QS. Saba: 6).
Islam juga telah mewajibkan setiap muslim atau muslimah yang mukallaf
(aqil dan baligh) untuk menuntut ilmu dien, sebagaimana hadits dari Anas
bin Malik, Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam bersabda:
Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim ".(HR. An-Nasa'i, hadits Hasan)
Dengan ilmu seseorang akan berjalan diatas jalan yang terang. la akan
mengetahui bagaimana ia harus beribadah kepada Allah, bagaimana syariat
Islam, apa yang halal dan yang haram. Dengan ilmu pula dapat tersinari
hati seseorang dengan cahaya keimanan, karena ilmu adalah obat kebodohan,
cahaya yang menyingkap kegelapan hati dan menghasilkan rasa takut pada
Allah. Sebagaimana firman Allah :
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah
orang¬-orang yang berilmu ". (QS. Faathir : 28)
Setelah kita mengetahui betapa pentingmya ilmu syar'i, maka haruskah kita
terus menerus tenggelam dalam bacaan-bacaan atau tontonan sia-sia yang
hanya menghabiskan waktu saja ?!. Kini, kita tinggalkan perbuatan sia-sia
dan kita mulai raih manfaat dengan mengkaji Al-Qur'an, hadits-hadits
Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam, kitab-¬kitab para ulama, hadir di
majelis-majelis ilmu, atau mendengarkan kaset-kaset ceramah yang
membimbing kita pada jalan yang lurus sebagaimana yang ditempuh oleh
salafus sholeh. Jelas ini baik untuk kita dan tidak akan membuang-buang
waktu !
MUSLIMAH, PERHATIKANLAH !
Bila muslimah terus-menerus ikut-ikutan menjadi korban berbagai media
informasi tersebut, maka segala kerusakan yang kini terjadi akan terus
terjadi atau bahkan akan bertambah besar.
Sebagian besar produk yang diperdagangkan dalam berbagai media tersebut
menggunakan jasa wanita sebagai pelaris. Gambar-gambar wanita yang terbuka
auratnya dan memamerkan kecantikan memenuhi lembaran-lembaran majalah atau
koran. Subhanallah, sampai kapan akan kau jual dirimu wahai wanita.
Kini kita buka hati untuk memperhatikan apa yang disabdakan Rasulullah
Shalallahualaihi Wassallam. Dari Usamah bin Zaid , beliau bersabda :
"Tiada kutinggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi
lelaki dari fitnah perempuan " (Muttafaq'alaih).
Ingatlah hal ini bahwa fitnah yang paling besar bagi laki-laki adalah
wanita. Wahai para wanita yang menjual dirinya, yang tenggelam dalam
dunianya. Coba tanya pada dirimu, sudahkah engkau dapatkan ketenangan
dengan apa yang engkau lakukan ? Hanya dengan tumpukan rupiah dan
popularitas, sudahkah dirimu bahagia ? Bila mau jujur, tentu hati kecilmu
menyatakan tidak, sebab dunia telah kau letakkan dihatimu, sehingga engkau
tidak pernah puas dengan apa yang sudah kau peroleh. Kalaupun engkau
dapatkan kesenangan, itu hanyalah kesenangan dunia yang semu, yang akan
hilang seiring menghilangnya ruh dari badan. Anas Radhiyallahu anhu
berkata, Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam bersabda:
"Yang mengikuti mayit itu tiga : keluarga, harta kekayaan, dan amal
perbuatannya. Maka kembali yang dua yaitu keluarga dan kekayaan hartanya
dan tinggal satu yang tetap yaitu amal perbuatannya". (Muttafaq'alaih)
Kini, waspadalah terhadap serangan media informasi tersebut, karena mereka
akan merusak dirimu, menyibukkan dirimu dengan amalan sia¬-sia, bahkan
menjerumuskanmu pada perbuatan yang Allah haramkan.
Hendaklah kita takut pada Allah karena wanita mempunyai peluang lebih
besar untuk menjadi penghuni neraka. Ibnu Abbas dan Imron bin Hushain
Radhiyallahu anhum berkata Rasulullah Shalallahualaihi Wassallam telah
bersabda:
"Aku melihat ke surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang
fakir, dan aku melihat ke neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya
wanita ". (Muttafaq'alaih)
Demikianlah wahai muslimah, sebelum ruh sampai ditenggorokan, pintu taubat
masih terbuka untuk kita dan belum ada kata terlambat untuk mulai
memperbaiki diri Oleh karena itu kita harus segera mempersiapkan hidup
kita untuk akhirat dan tidak terus menerus tenggelam dalam kehidupan yang
fana ini. Allahu a'lam.
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media
Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan
email ke [email protected]
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---