Semoga gak bosen :)

KEDUDUKAN PRIA DAN WANITA DALAM ISLAM
Selasa, 16 Januari 07, keterangan lengkap klik di sini: 
http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&id=411


Islam telah menegaskan pada awal surat An-Nisaa' bahwa perempuan dan laki-laki 
setara dalam hal penciptaan dan perkembangan. Allah subhanahu wata'ala 
berfirman, artinya, "Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kalian semuanya kepada 
Allah yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu (Adam), dan menciptakan 
pasangannya (Hawa') dari dirinya." (QS. An-Nisa': 1) 

Maka perempuan adalah pasangan laki-laki, demikian juga sebaliknya. Ayat di 
atas memberikan manfaat bahwa hubungan akan menjadi sempurna, lagi lengkap bila 
ada masing-masing dari keduanya, laki-laki dan perempuan. Demikian juga Allah 
subhanahu wata'ala menggabungkan antara dua jenis ini dalam urusan kekhilafahan 
bumi untuk mengatur dan memperbaiki dunia, laki-laki dan perempuan. 

Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, 
"Dan ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat-Nya, "Sungguh Aku 
akan jadikan khalifah di muka bumi ... Dan Kami berfirman, "Wahai Adam, 
tinggallah kamu beserta pasanganmu di dalam surga." (QS. Al-Baqarah: 30 dan 
seterusnya) 

Allah menyamakan laki-laki dan perempuan dalam hal kemuliaan dan keutamaan, di 
mana hal ini merupakan kekhususan bagi manusia. Allah subhanahu wata'ala 
berfirman, artinya, "Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak keturunan Adam, 
dan Kami bawa mereka di daratan dan di lautan, dan Kami beri rizki mereka 
dengan rizqi yang baik, dan Kami utamakan mereka di atas kebanyakan makhluk 
Kami." (QS. Bani Israil: 70) 

Wahai Daud, Sungguh Kami telah menjadikanmu sebagai khalifah di bumi, maka 
tetapkanlah hukum terhadap manusia dengan benar, dan janganlah mengikuti hawa 
nafsu." (QS. Shad: 26) 

Al-Qur'an dan As-Sunnah sudah menetapkan bahwa laki-laki dan perempuan 
sederajat ini. Maka kita tidak mendapati penyebutan laki-laki, kecuali pasti 
digandengkan dengan penyebutan perempuan. Allah subhanahu wata'ala berfirman, 
artinya, "Barangsiapa beramal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, 
sedangkan dia dalam keadaan beriman, kecuali pasti kami akan berikan kepadanya 
kehidupan yang baik (di dunia)..." (QS. An-Nahl: 79) 

Demikianlah, Al-Qur'an telah memberikan penjelasan dengan sangat gamblang yang 
tidak mungkin bisa ditutup-tutupi oleh kedustaan para pendusta dan sekaligus 
jastifikasi atas kesepadanan laki-laki dengan wanita dalam penciptaan dan 
perkembangan. 

Dan para propagandis kesetaraan gender lupa atau pura-pura lupa bahwa Islam 
memperlakukan sama, baik kepada laki-laki maupun perempuan, dalam hak untuk 
mendapatkan pendidik-an dan beramal. Allah subhanahu wata'ala berfirman, 
artinya, "Dan barangsiapa yang beramal dengan amal kebajikan, baik laki-laki 
maupun perempuan, sedangkan dia dalam keadaan mukmin...." (An-Nahl: 97) 

Dalam ayat ini, Allah subhanahu wata'ala menyejajarkan Islam untuk laki-laki 
dan Islam untuk perempuan dalam hal mendapat pahala atas amal kebajikannya. 
Allah subhanahu wata'ala pun berfirman, artinya, 
"Allah memberikan bagian bagi laki-laki atas apa yang sudah mereka usahakan, 
dan Allah juga memberikan bagian kepada perempuan atas apa yang mereka telah 
usahakan." (QS. An-Nisaa': 32) 

Allah subhanahu wata'ala juga menyejajarkan laki-laki dan perempuan dalam hal 
perwalian/perlindungan. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Dan 
orang-orang mukmin dan mukminat, masing-masing menjadi wali (pelindung) bagi 
yang lainnya." (QS. At-Taubah: 71) 

Demikian juga dalam permasalahan pengurusan tanggung jawab dalam tambahan ayat 
berikutnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, 
"Mereka mengajak kepada yang bajik dan melarang dari perbuatan munkar." (QS. 
At-Taubah: 71) 

Amar ma'ruf dan nahi munkar adalah tugas khusus yang Allah subhanahu wata'ala 
berikan kepada orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Pun sudah masyhur, 
adanya wanita yang dikenal dengan ketelitian dan kejujurannya dalam periwayatan 
hadits. Dan tidak pernah diketahui dalam sejarah periwayatan hadits, adanya 
seorang wanita yang dikenal sebagai pendusta. 

A'isyah, ummul mukminin, adalah di antara wanita yang terbanyak meriwayatkan 
hadits, sampai beliau disebutkan telah meriwayatkan 1210 hadits. 'Urwah bin 
Zubair mengo-mentari kehebatan Aisyah dengan mengatakan, "Aku tidak pernah 
menemui seorang yang lebih berilmu dalam fiqh, medis, dan syair daripada 
Aisyah." Beliau adalah seorang ulama, memberikan pengajaran kepada anak-anak di 
masa khilafah Umar dan Utsman, bahkan hingga beliau wafat. 

Dan dalam tataran kesejajaran sebagaimana yang dijabarkan Allah dalam Al-Qur'an 
dan hadits, tidak pernah ada masing-masing saling menjatuhkan, baik laki-laki 
dengan kelebihannya ataupun perempuan dengan kelebihannya yang lain. Bahkan 
keduanya sama kedudukannya dalam tanggung jawab. Hal ini sungguh jauh berbeda 
dengan sistem-sistem aturan yang pernah ada sebelumnya yang menjadikan 
laki-laki mendhalimi perempuan. Misalnya, tidak ada qishash jika ada yang 
membunuh perempuan, Islam tidak demikian!!! Allah berfirman, artinya, "Setiap 
diri akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuatnya." (QS. 
Al-Muzammil: 38) 

"Dan kami sudah mewajibkan kepada mereka dalam urusan ini, yaitu nyawa harus 
dibalas dengan nyawa." (QS. Al-Ma'idah: 45) 

"Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang telah Allah haramkan kecuali dengan 
alasan yang benar." (QS. Bani Israil: 33) 

"Dan ketika bayi-bayi perempuan ditanya, atas dosa apakah mereka dibunuh." (QS. 
Al-Takwir: 8-9) 

Laki-laki dan perempuan juga sama kedudukannya di hadapan Allah dan di depan 
hukum. Hal ini adalah kesimpulan yang diambil dari hadits Rasulullah yang 
berbunyi, "Perempuan adalah saudara laki-laki." 

Laki-laki Berbeda dengan Wanita 

Di antara kesalahan yang terus melekat dan dialami oleh kaum muslimin adalah 
mengimpor budaya Barat, padahal permasalahan dan gaya hidup mereka benar-benar 
berbeda dengan karakteristik dan kebutuhan kita. Kita telah melampaui masa 
sekian abad lamanya dan kita tidak memprotes sedikit pun terhadap ayat Allah 
yang berbicara tentang perempuan. Allah berfirman, artinya, "Dan tidaklah sama 
antara laki-laki dengan perempuan." (QS. Al-Imron: 36) 

Para laki-laki muslim dari dahulu tidak pernah "merasa lebih" dengan ayat ini; 
dan para wanita muslimahnya pun tidak merasa disingkirkan dengan ayat di atas. 
Mereka memahami bahwa ayat tersebut memang sedang berbicara bahwa demikianlah 
sifat fitri (sesuai dengan tabiat) yang masing-masing memiliki karakteristik 
tersendiri tidak hanya antara anak manusia, bahkan antar laki-laki dan antar 
wanita pun demikian. 

Mereka yang selalu mempropagandakan kesetaraan gender mengatakan, "Sesungguhnya 
perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanyalah muara yang ditumbuhkan oleh 
lingkungan yang mengelilingi mereka, adat kebiasaan yang tumbuh bersamanya, dan 
pendidikan yang ia terima semenjak kecil." 

Dr. Muhammad Rasyid Al-Oweid membantah ucapan mereka dengan jawaban yang sangat 
bagus. Beliau berkata, "Penelitian dan penelaahan serta ilmu pengetahuan secara 
keseluruhannya mengatakan hal yang sebaliknya daripada apa yang mereka katakan. 
Sudah tegas dan jelas bahwa perbedaan antara 2 gender (laki-laki dan perempuan) 
adalah perbedaan pada organ-organ tubuh, genetika, dan bukan perbedaan yang 
dicapai melalui proses belajar. Oleh karena itu, propaganda kesetaraan gender 
adalah propaganda yang akan gagal dan selalu gagal, sebab hal itu bertentangan 
dan menentang fithrah dan tabiat setiap jenis manusia." 

Tidak akan ada wanita "normal" yang mau dikatakan sama dengan laki-laki, dan 
tidak akan ada laki-laki "normal" yang mau dikatakan sama dengan wanita, 
laki-laki ya laki-laki, wanita ya wanita. Sampai hari Kiamat mereka tetap 
berbeda. 
Sumber: Majalah al-Usrah No. 124 Rajab 1424 (Abu Muhammad) 

Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah 
kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan 
menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya. 
Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin

Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
---------------------------------------------------------------------
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 
Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. 
e-mail: info @alsofwah.or.id 
website: www.alsofwah.or.id     

Rekening Donasi : Bank Muamalat Indonesia - Cabang Fatmawati No.Rek. 304. 
001.8515  an. SIWAKZ - Yayasan Al-Sofwa (isi berita : Website)
Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan syarat 
mencantumkan sumber: alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil. 
"Bersama Al-Sofwah Menapak Jalan Dakwah Salafusshalih"



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan 
email ke [email protected]

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.410 / Virus Database: 268.17.11/652 - Release Date: 25/01/07

Kirim email ke