Wa'alaikumsalam Warahmatullah Wabarakatuh. Kejadian yg dialami Antum sering kali terjadi dimasyarakat kita dan hal ini terus berlangsung tanpa ada mau saling mempelajari dan mencari tahu baik dari orang tua dan anak itu sendiri yg laut dalam kedurhakaan terhadap Allah SWT,satu contoh mudah seorang anak wanitanya tidak menggunakan Hijab bila diluar rumah dan hal ini dibiarkan atau tanpa ada larangan dari orang tuanya,padahal ini suatu kemungkaran terhadap Allah SWT,secara ekplisit Al Quran memerintahkan untuk tidak mengikuti perintah orang tua yg bertentangan dengan Ajaran Islam :
"Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"(Al 'Ankabuut 8) Seorang anak diperintahkan oleh Allah untuk tidak mengikuti perintah orang tua jika itu berindikasi bertentangan dennga Syariat atau secara nyata2 bertentangan,walaupun dipaksa dapat simpulkan bahwa hukumnya menjadi Wajib. Tapi walau bagaimanpun Mereka tetap orang tua yang harus dihormati secara umum Al Quran memerintahkan untuk menghormati Orang tuanya siapapun mereka,sekalipun mereka Kafir,tentu dengan batasan2 yg tentukan Syariat,karna tidak mengikuti perintah orang tua yang bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah bukan suatu kedurhakaan terhadap orang tua,itu merupakan Ketaatan kepada Sang Kholiq,karna parameter Durhaka hanya Al Quran dan Sunnah. "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."(Al Ahqaaf 15) Walhasil tentu cara menolak ajakan orang tua itu dengan cara yang terbaik tidak menyakiti karna seorang anak berkewajiban untuk meluruskan apa yang salah terhadap orang tua dengan cara yg sangat baik. Orang tua dan anak tidak dapat saling menolong jika telah berada dihari Kiamat,semua menanggung perbuatannya masing2,tetapi perbuatan orang tua dan anak disaat didunia sangat berpengaruh di hati itu (Baca:Kiamat)yg akan dimintai pertanggung jawaban. "Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah"(Luqman 33) Dan jika orang tua dan anak saling bertaqwa Syurgalah Konsekwensinya sesuai dengan Tekstual Al Quran dibawah ini: "Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung"(Al Mujaadilah 22) Wallahu a'lam Wassalamu'alaikum Warahamatullah Wabarakatuh. > > Assalamu'alaikum > ana termasuk orang yang awam dalam Islam > ana mohon penjelasan > sejauhmana ketaatan kita terhadap orang tua kita > apakah saat orang tua kita mengarahkan kepada sesuatu yang > sedikit menyimpang dan kita menolaknya apakah nantinya > termasuk golongan anak yang durhaka terhadap orang tua? > ana sempat diberitahu jika kassus seperti itu refrensinya > di Al-Qur'an adalah pada kisah Nabi Ibrahim terhadap orang > tuanya(bapaknya) > Jazakallah Khoiran katsira atas masukannya > Wassalamu'alaikum > David Malang > > > --------------------------------------------------------------------------- > Formula 5 Speedy - Formula Tepat Internetan Hemat: Diskon biaya aktivasi > hingga 100% > Diperpanjang sampai dengan 31 Maret 2007 > Informasi lebih lanjut klik: > http://www.telkomspeedy.com/new/product.php?section=program&id=7 > --------------------------------------------------------------------------- > > > > -- ''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita'' --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info) Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan email ke [email protected] Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
