> Untuk Jakarta, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia sudah saatnya
"mendesak" agar transportasi umum yang nyaman dan murah tersedia,
sehingga semua pengendara roda dua dan roda empat, bersama-sama berada
dalam kendaraan roda banyak, yang luas, nyaman, bersih, dan yang
terpenting ongkosnya terjangkau, serta lebih menguntungkan secara
ekonomis dibandingkan memakai roda dua , ataupun roda empat.

Jika demikian "Balada Pengendara Roda Dua" ini akan dengan sendirinya
tidak berlaku lagi,

Amien................!!!

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


> Sekedar intermezo..... melepaskan ketegangan sedikit.
> Maaf kalo ada yang udah pernah dapet.
>
> Balada Pengendara Roda Dua
>
> Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut
> kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu
> pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
> Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.
> Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah
> karena
> kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan,
> masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini
> tdk
> anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
> dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung
> jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.
>
> Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan
> yang
> berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari
> alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun
> SUV
> bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang
> knalpot
> anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di
> PHK,
> hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari
> anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?
>
> Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu... Minimal dipotong
> uang
> transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati
> resepsionis nan cantik yang
> menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot
> dan 'bau
> matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami
> semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus
> sejuknya AC mobil anda.
>
> Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
> memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super
> murah
> kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
> Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami.
> Tentu
> berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja
> beda J.
>
> Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah
> oleh
> pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun,
> di
> atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat
> tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai
> tamasya ke ancol ataupun taman safari.
>
> Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami
> berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami
> gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu
> mereka
> yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit
> berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-
> putri
> anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok
> belakang.
>
> Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat
> kami
> panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
> buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami
> membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
> gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper
> kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang.
> Aaaah
> enaknyaa di mobil.
>
> Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa
> menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda
> tidak
> pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
> motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan,
> kalo
> kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol
> semata.
> Amit-amiiiit.
>
> Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu
> rokoknya
> lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus
> 'menerima' sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan
> jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
> Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
> sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami
> harus
> dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks
> mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
> Maaf ya pak-bu. Peace !!!
>
> Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya,
> kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
> (Jadi gak enak nerusinnya)
>
> Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa
> rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
> berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau
> hampir terlambat.
>
> Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami
> gak
> punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
> pelatihan image development. hiks!).
>
> Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan
> kepala
> kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di
> koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang
> bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami
> tampak kotor
> terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.
>
> Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup
> lagu
> kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa
> penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi
> lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami
> juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo
> cuma
> 10-20 detik. Jadi malu...
>
> Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki
> motor
> roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis,
> itu
> hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol
> menjadi
> padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat.
> Padahal
> mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat
> melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan
> trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
> What an ironic...
>
> Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
> artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
> budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau
> persis,
> gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan
> motor
> bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik
> dan
> turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang
> bagi
> mereka.
>
> Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja
> kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
> benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
> Tuhan Maha Adil kan?
>
>
>
>
>
>
> >
>


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi 
setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke