Syirik, Jenis-Jenisnya, dan Bahayanya

Abi AbduLLAAH

MAKNA SYIRIK

Syirik artinya menyekutukan Allah SWT dalam beribadah dengan salah satu
diantara makhluk-Nya.

SEBAB-SEBAB SYIRIK

Pengagungan, pemuliaan dan penghormatan yang berlebihan. Pengagungan dalam
syari’at Islam ada 2 macam:

1]Pengagungan yang sampai batas-batas tertentu dibolehkan bahkan
diwajibkan (thobi’i), seperti anak kepada ayahnya (QS 17/23-24), terhadap
nabi dan rasul as (QS 4/64, 24/63, 49/2-3).

2]Pengagungan yang berlebihan dan sampai pada tingkat taqdis
(pengkultusan) kepada siapapun adalah terlarang, walaupun terhadap nabi
as (QS 3/144), malaikat (QS 43/19), jin (QS 37/158-159), ulama dan orang
shalih (QS 71/21-23), benda-benda langit (QS 41/37).

Bersandar kepada sesuatu yang dapat diketahui oleh panca indera saja dan
meremehkan yang diluar panca indera (QS 2/55, 7/138, 20/87-88).

Mengutamakan hawa nafsu (QS 31/21, 19/59, 28/50, 25/43, 3/14).

Bersikap sombong (QS 43/51-52, 40/56, 2/258).

Ridha pada para pimpinan yang menindas manusia dan tidak berhukum kepada
hukum Allah SWT dan rasul-Nya (QS 5/44-47, 7/65-66, 7/73-76, 34/31-33).

BENTUK-BENTUK SYIRIK

Syirik dalam al-Qur’an dan as-Sunnah bukan hanya sujud kepada berhala
saja, sujud kepada berhala merupakan salah satu dari bentuk-bentuk syirik
yang sangat banyak bentuknya, diantaranya:

Meyakini bahwa ada yang memiliki kekuatan atau dapat memberi manfaat dan
madharat selain Allah SWT (QS 2/102).
Mendekatkan diri dengan memuja kepada sesuatu dengan keyakinan bahwa
dengan sesuatu itulah ia dapat mendekatkan dirinya kepada Allah SWT (QS
39/3).
Memohon pertolongan kepada orang mati, ruh, atau jin untuk memudahkan
urusannya (QS 10/18, 72/6).
Cinta (mahabbah) dan loyalitas (wala’) yang salah. Cinta dan loyalitas
hanya boleh diarahkan kepada Allah SWT, Rasul SAW dan orang-orang yang
beriman dan bertakwa dan tidak boleh diarahkan kepada: Orang-orang yang
menentang agama Allah SWT (QS 58/22) dan orang-orang yang mengejek
hukum-hukum Allah SWT (QS 5/57). Jika ia mencintai sesuatu yang dilarang
oleh Allah SWT atau karena lebih mencintai sesuatu sehingga ia berani
melanggar hukum Allah maka ia telah syirik (QS 2/165, 9/24).
Beranggapan bahwa aturan/hukum buatan manusia lebih baik dari hukum Allah
SWT atau menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal (QS 9/31,
16/35, 42/21, 4/65).

Sihir (QS 10/81). Dari Bujalah bin ‘Abdah berkata bahwa Umar ra telah
mengirim surat kepada para gubernurnya untuk menghukum mati para tukang
sihir.

Perdukunan (QS 6/59, 27/65). Barangsiapa yang mendatangi dukun dan
membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang
diturunkan kepada Muhammad. (HR Abu Daud)

Bersumpah dengan selain Allah: “Barangsiapa bersumpah dengan selain
Allah, maka ia telah syirik.” (HR Tirmidzi).

Menggantungkan jimat yang isinya selain ayat al-Qur’an. Barangsiapa
menggantungkan jimat (tamimah) maka ia telah syirik. (HR Ahmad); Jika
berupa ayat al-Qur’an, maka ada yang membolehkan dan ada yang melarang.
Mantera dan jampi-jampi. Sesungguhnya bermantera (ar-ruqa’), dan jimat
(tama’im) dan pekasih/pelet (at-tiwalah) adalah syirik. (HR Ibnu Majah)

Menyembelih untuk selain Allah. Bersabda nabi SAW: Ada seorang yang masuk
naar karena lalat dan seorang lainnya yang masuk jannah karena lalat.
Maka para sahabat ra bertanya: Bagaimana bisa begitu wahai Rasulullah?
Maka jawab nabi SAW: Dua orang lelaki lewat pada suatu kaum yang memiliki
berhala yang tidak boleh dilewati tanpa berkorban sesuatu.

Maka kaum itu berkata kepada lelaki yang pertama: Sembelihlah kurban!
Jawab lelaki tersebut: Aku tidak punya sesuatu untuk dikorbankan. Maka
kata kaum tersebut: Berkurbanlah walau hanya dengan seekor lalat! Maka
lelaki itu melakukannya dan ia bisa lewat dengan selamat, tetapi ia masuk
naar. Maka hal yang sama terjadi pada lelaki yang kedua, saat diminta
berkurban ia menjawab: Aku tidak akan berkurban kepada sesuatu pun selain
Allah ‘Azza wa Jalla, maka lelaki yang kedua ini dipenggal kepalanya oleh
mereka dan ia masuk jannah. (HR Ahmad)

Merasa sial karena sesuatu apapun: Kata nabi SAW: Barangsiapa yang tidak
jadi melakukan sesuatu karena merasa sial, maka ia telah syirik. Maka
para sahabat ra bertanya: Lalu bagaimana kafarat dari hal tersebut wahai
Rasulullah? Maka jawab nabi SAW: Katakanlah : Allahumma la khaira illa
khairaka wala thiyara illa thiyaraka wala ilaha ghairaka. (HR Ahmad)

Syirik kecil yaitu riya’ (QS 18/110):

Merasa senang saat orang lain melihat perbuatan baiknya dan menambahinya,
dan merasa malas saat tak ada yang melihatnya dan menguranginya. Kata
nabi SAW: Yang paling aku takutkan terjadi atas kalian adalah syirik
kecil, maka kata para sahabat ra: Apakah itu syirik kecil wahai
Rasulullah? Jawab nabi SAW: Riya’. (HR Ahmad dan Abu Daud)

DAMPAK SYIRIK

1]Memadamkan cahaya fithrah yang bersih. Manusia dilahirkan berada dalam
fithrah tauhid yang suci, maka orangtua, lingkungan dan hawa nafsunyalah
yang memadamkan fithrah tersebut dari tauhid yang lurus (QS 30/30).

2]Mematikan kesucian jiwa. Jiwa yang bertauhid takkan tenggelam dalam
lumpur hawa nafsu, karena hawa nafsu bersifat menurunkan jiwa manusia
kebumi sementara ruh mengangkat ke langit dan melihat ke alam malakut.
Maka jiwa yang melakukan syirik akan jatuh ke jurang kerendahan dan
kehinaan (QS 22/31).

3]Menghilangkan sifat ‘izzah (kemuliaan). Karena membuat jiwa menjadi
tunduk kepada sesuatu selain Allah SWT yang rendah dan hina. Kemuliaan
itu hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang beriman (QS 63/8).

4]Seorang yang berbuat syirik takkan pernah memiliki kemuliaan dan takkan
pernah merasakannya karena ia telah bersandar kepada sesuatu yang rendah
dan hina (QS 22/73).

5]Menggugurkan semua amal baik (QS 39/65).

6]Dosa yang paling besar dan paling dahsyat bahayanya adalah syirik,
karena syirik langsung menyentuh nilai-nilai tauhid yang paling mendasar
dan aspek ketuhanan yang paling penting dalam agama Islam, yaitu
pengakuan syahadah akan ke-Maha Esa-an Allah SWT dari segala sekutu dan
tandingan.

7]Kekal dan abadi di naar (QS 4/116-121). Maka sebagai hukumannya pun
paling berat yaitu kekal di naar, dan tidak mendapatkan kesempatan
pengampunan sama sekali dari Allah SWT, padahal Ia adalah yang Maha
Penyayang (karena pelanggaran ini adalah kesalahan yang memang tidak
dapat dan tidak boleh dimaafkan).

Allaahumma innaa na’uudzu bika min an nusyrika bika syai’an na’lamuh wa
nas taghfiruka limaa laa na’lamuh…


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi 
setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke