Assalammualaikum Wr. Wb.

Perkenalkan Kami perusahaan Agribisnis berlokasi di wilayah provinsi
Jawa Barat - Indonesia. Saat ini Kami bersama Kelompok Petani lainnya
sedang mengembangkan budidaya pertanian organik dan usaha peternakan
Domba Garut, tepatnya di desa Jatisari, kecamatan Cangkuang, kabupaten
Bandung, kota Banjaran, provinsi Jawa Barat - Indonesia. Terimakasih
Kami ucapkan kepada pihak Moderator Millis yang telah membantu
menyampaikan informasi ini kepada anggota millis yang lainnya.

Sejalan dengan niatan Kami untuk memberikan informasi pengetahuan dan
teknologi tentang usaha ternak Domba Garut, serta usaha pembentukan
Jaringan Produksi Ternak Domba Garut berikut Produsen Pertanian
Organik, bersama ini Kami beritahukan bahwa perusahaan Kami yaitu Eka
Agro Rama bekerjasama dengan Agromania selaku Event Organizer dan
majalah Infovet akan mengadakan Kegiatan Pelatihan Usaha Ternak Domba
Garut& Pertanian Organik pada tanggal 17 s.d 19 Mei tahun 2007.

Informasi lebih lanjut silahkan membaca keterangan berikut dan mohon
pertolongan untuk dapat didistribusikan kepada pelaku usaha tani
lainnya. Atas perhatian, bantuan dan kerjasamanya maka Kami ucapkan
terimakasih.

Wassalammualaikum Wr. Wb.

Agus Ramada Setiadi
Direktur Utama

Eka Agro Rama
See Our Video: www.video.google.com, Keyword: Eka Agro Rama


INFORMASI KEGIATAN PELATIHAN DOMBA GARUT& PERTANIAN ORGANIK

Periode Waktu
Tgl. 17 s.d 19 Mei Tahun 2007

Tempat Pelatihan
Sentra Perkebunan& Peternakan Eka Agro Rama
Desa Jatisari, kecamatan Cangkuang, kota Banjaran
Kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat - Indonesia

Investasi Pelatihan
Rp. 1.800.000,- untuk 1 Peserta
(Pembayaran Saat Pelatihan)

Sarana& Fasilitas
1.      Penjemputan& Pengantaran di Bandara Internasional Soekarno Hatta -
Jakarta
2.      Penginapan Hotel selama Pelatihan (Wajib walaupun Peserta dari
Bandung)
3.      Konsumsi& Makanan selama Pelatihan
4.      Penjemputan& Pengantaran (Hotel dan Tempat Pelatihan)
5.      Diktat Pelatihan, Sertifikat, Bahan Pelatihan Teori& Praktek
6.      Ruangan Kelas dibatasi 20 orang

Materi Pelatihan, Teori& Praktek
1.      Pengenalan Hewan Ternak Domba dan Kambing
2.      Prospek& Peluang Pasar Usaha Ternak Domba Garut
3.      Seleksi Bibit Ternak Domba Garut
4.      Teknologi Reproduksi Inseminasi Buatan
5.      Teknologi Reproduksi Laserpunktur
6.      Teknologi Reproduksi Suntik Hormonal
7.      Perawatan Domba Garut& Pengenalan Jenis-Jenis Penyakit
8.      Manajemen Pakan& Pastura
9.      Analisis Usaha Ternak Domba Garut
10.     Teknologi Bio Triba untuk Pengolahan Kotoran Ternak menjadi Pupuk
Organik
11.     Teknologi Bio Fob untuk Induksi Bibit Tanaman dalam upaya
Produktivitas Pertanian Organik
12.     Teknologi Mitol 20 EC sebagai Pestisida Nabati
13.     Nilai Exclusive& Budaya Ternak Domba Garut

Instruktur
1.      Agus Ramada Setiadi, Direktur Utama Eka Agro Rama
2.      Drh. Abdul Jabbar Zulkifli, Sekretaris Jenderal Himpunan Peternak
Domba Kambing Indonesia
3.      Dr. Ir. Mesak Tombe, Peneliti Utama Balai Tanaman Obat& Aromatika
Indonesia
4.      Purnomo, SPt, Direktur Kampoeng Ternak Indonesia - Dompet Dhua'fa
Republika
5.      Dr. Ir. Deni Heriadi, Ketua Bidang Penelitian Domba Kambing
Indonesia, dan lainnya

Keterangan Lain

Pembukaan& Penutupan Pelatihan adalah oleh Ketua Umum Himpunan
Peternak Domba Kambing Indonesia.

Acara Makan Malam Bersama, Pengurus Pusat& Wilayah Himpunan Peternak
Domba Kambing Indonesia.

Informasi Pendaftaran Silahkan Menghubungi:

Bp. Agus Ramada Setiadi
Email           : [EMAIL PROTECTED]
Mobile Phone    : 0815.941.3826
Our Video       : www.video.google.com, Keyword: Eka Agro Rama
(Batas Akhir Pendaftaran Tgl. 15 Mei Tahun 2007)

BETERNAK DOMBA GARUT,
PELUANG USAHA MENEMBUS PASAR LOKAL& DUNIA
Oleh. Agus Ramada Setiadi - Direktur Utama Eka Agro Rama


        Seringkali masih banyak orang yang keliru ketika membedakan antara
domba dan kambing. Uniknya lagi adalah lebih dikenal kelezatan sate
kambing dibandingkan sate domba. Apakah betul domba dan kambing itu
sama? Atau keduanya memang jenis hewan ternak yang berbeda? Pada
dasarnya domba dan kambing merupakan jenis hewan ternak pemakan rumput
yang tergolong ruminansia kecil, keduanya pun populasinya hampir
tersebar merata dan ada di seluruh dunia. Namun bila kita melihat
visual fisiknya dengan cermat maka domba berbeda dengan kambing.
Postur tubuh domba cenderung lebih bulat dibandingkan dengan kambing
yang ramping. Daun telinga kambing panjang dan terkulai. Bentuk bulu
domba pun lebih ikal dan keriting sehingga dapat dimanfaatkan sebagai
bulu wool sedangkan lain halnya dengan kambing yang cenderung lurus.
Hewan ternak domba yang ada sekarang diduga merupakan hasil dometikasi
manusia dari 3 jenis domba liar: Domba Mouflon dari Eropa Selatan dan
Asia Kecil, Domba Argali dari Asia Tenggara serta Urial dari Asia.
Domba-domba ini awalnya diburu secara liar sampai akhirnya diternakkan
oleh manusia. Dibandingkan dengan sapi, babi, kuda dan kerbau sebagai
sesama hewan ruminansia, hewan ternak domba lebih dahulu memiliki
nilai komersial sejak abad 7000 SM. Bahkan di Indonesia keberadaan
hewan ternak domba dapat dilihat pada relief Circa 800 SM pada Candi
Borobudur. Olehkarenanya tidaklah heran bila jumlah populasi domba
adalah jauh lebih banyak dibandingkan dengan kambing di dunia. Data
Food Agricultural Organization (FAO) tahun 2002, jumlah populasi domba
dunia kurang lebih 1.034 milyar ekor sedangkan kambing hanya sekitar
743 juta. Populasi terbesar domba dan kambing dunia adalah di negara
Tirai Bambu Cina, di mana negara kedua terbesar adalah Australia untuk
domba dan India untuk kambing.

Sebagai bagian dari sektor usaha peternakan nasional, prosentase
kebutuhan daging domba dan kambing masyarakat Indonesia adalah masih
jauh di bawah sub sektor usaha peternakan lainnya seperti ayam/ unggas
(56%), sapi (23%) serta babi (13%). Menurut data Ditjen. Peternakan -
Deptan RI tahun 2005, konsumsi daging domba dan kambing di masyarakat
memang masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 5%.

Namun bila melihat potensi kebutuhan daging hewan ternak ini yang pada
tiap tahunnya kurang lebih sekitar 5,6 juta ekor untuk kebutuhan
ibadah kurban saja, dan belum termasuk kebutuhan pasokan untuk aqiqah,
industri restoran sampai dengan warung sate kaki lima yang membutuhkan
2 - 3 ekor tiap harinya, pertumbuhan populasi domba dan kambing
adalah belum sebanding dengan angka permintaan yang terus meningkat.
Potensi ini belum dihitung kebutuhan pasar di kawasan Asia Tenggara
seperti Malaysia dan Singapura, serta kawasan Timur Tengah yang tiap
tahunnya membutuhkan kurang lebih 9,3 juta ekor domba. Di mana
kebutuhan pasokan daging domba untuk kawasan Timur Tengah sampai saat
ini masih dipenuhi oleh Australia dan Selandia Baru. Miris memang, di
mana Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi masyarakat muslim
terbesar di dunia sebenarnya lebih memiliki peluang untuk itu.
Pertumbuhan populasi domba dan kambing di Indonesia adalah relatif
kecil sedangkan permintaan terus meningkat seiring jumlah penduduk dan
perbaikan pendapatan kesejahteraan masyarakat. Bukan mustahil suatu
saat akan terjadi kelangkaan produksi daging domba dan kambing
sehingga pelaksanaan ibadah kurban akan mengimpor dari Australia
ataupun Selandia Baru. Di Indonesia, keberadaan populasi domba dan
kambing hampir tersebar dengan merata di seluruh wilayah. Namun
sayangnya pemeliharaan ternak domba dan kambing di negeri ini sebagian
besar masih dalam skala kecil dan tradisional. Berbeda dengan
Australia, pola peternakan intensif dengan dukungan teknologi telah
menjadikan negara tersebut dapat menghasilkan produksi domba skala
besar dan berkualitas. Bayangkan saja, total ekspor daging domba
Australia ke negara Saudi Arabia pada tahun 2006 adalah setara dengan
3,6 juta ekor.

Populasi hewan ternak domba dan kambing terbesar pada akhir tahun 2006
ada di wilayah provinsi Jawa Barat yaitu kurang lebih 3,5 juta ekor
atau sekitar 49% dari jumlah populasi nasional. Di provinsi ini bahkan
terdapat jenis hewan ternak ruminansia kecil yang merupakan kekayaan
plasma nutfah Indonesia serta menjadi ciri khas provinsi yang dikenal
dengan julukan bumi parahyangan tersebut. Domba Garut, Ovies Aries,
domba ini adalah hasil persilangan dari 3 rumpun bangsa domba: Merino
- Australia, Kaapstad dari Afrika dan Jawa Ekor Gemuk di Indonesia.
Domba Jawa Ekor Gemuk sudah ada sebelumnya sejak lama sebagai jenis
domba lokal, Domba Merino dibawa oleh pedagang Belanda ke Indonesia
sedangkan Domba Kaapstad didatangkan para pedagang Arab ke tanah Jawa
sekitar abad ke-19.

Domba Garut adalah jenis domba tropis bersifat profilik yaitu dapat
beranak lebih dari 2 (dua) ekor dalam 1 siklus kelahiran. Di mana
dalam periode 1 tahun, Domba Garut dapat mengalami 2 siklus kelahiran.
Domba ini memiliki berat badan rata-rata di atas domba lokal Indonesia
lainnya. Domba jantan dapat memiliki berat sekitar 60 - 80 kg bahkan
ada yang dapat mencapai lebih dari 100 kg. Sedangkan domba betina
memiliki berat antara 30 - 50 kg. Ciri fisik Domba Garut jantan yaitu
bertanduk, berleher besar dan kuat, dengan corak warna putih, hitam,
cokelat atau campuran ketiganya. Ciri domba betina adalah dominan
tidak bertanduk, kalaupun bertanduk namun kecil dengan corak warna
yang serupa domba jantan.

Domba Garut merupakan plasma nutfah terlangka di dunia karena postur
hewan ternak ini nyaris menyerupai bison di USA.  Populasi Domba Garut
terbesar di Indonesia tentunya ada di wilayah provinsi Jawa Barat
dengan lokasi daerah penyebaran antara lain: Garut, Majalengka,
Kuningan, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, Indramayu
dan Purwakarta.

Mungkin hampir sebagian orang lebih mengenal hewan ternak Domba Garut
identik dengan domba aduan yang berlaga di arena adu ketangkasan.
Domba Garut adalah hewan ternak eksotis. Memanglah betul bila sampai
saat ini di kalangan masyarakat provinsi Jawa Barat masih menggemari
adu ketangkasan domba, akan tetapi perlu untuk diluruskan bahwa arena
adu ketangkasan yang ada sekarang tidak memperbolehkan pertarungan 2
ekor domba jantan sampai titik darah penghabisan. Telah dilakukan
perubahan peraturan oleh organisasi Himpunan Peternak Domba Kambing
Indonesia (HPDKI) yang saat ini dipimpin oleh Drs. H.A.M Sampurna, MM.
selaku ketua umum dan Drs. H. Uu Rukmana selaku ketua wilayah HPDKI
provinsi Jawa Barat. Arena adu ketangkasan saat ini lebih menjadi
arena seni dan budaya yaitu tempat bertemunya silaturahmi antar
peternak, penghobi, show room, transaksi bibit domba berkualitas serta
objek wisata. Beberapa nama seperti kang Ibing, dalang Asep Sunarya
merupakan nama yang cukup dikenal sebagai penghobi dan pemilik Domba
Garut berkualitas. Hobi memelihara ternak Domba Garut dijamin tidak
akan kalah kepuasannya dengan memelihara jenis hewan lainnya seperti
kucing, ikan dan sebagainya. Suatu kepuasan ketika tanduk Domba Garut
jantan dapat terbentuk dan tumbuh maksimal ataupun dengan keindahan
corak serta warna bulu yang dihasilkan. Sepatu boot, bertopi koboi,
pakaian hitam adalah ciri penghobi ketika datang ke arena seni dan
budaya adu ketangkasan. Dan jangan salah, harga 1 ekor ternak Domba
Garut jantan berkualitas dikalangan penghobi dapat bernilai di atas 10
juta rupiah bahkan ada yang ratusan juta rupiah. Namun yang patut
dikhawatirkan pada kondisi saat ini adalah populasi Domba Garut
berkualitas yang kian menyusut dan dapat terancam punah di mana
bertolak belakang dengan sifat profilik yang dimilikinya. Kurangnya
perhatian serius terhadap sektor usaha pembibitan menjadikan populasi
Domba Garut unggulan agak sukar ditemukan. Dan ini pula yang
menjadikan hewan ternak Domba Garut untuk kebutuhan ibadah kurban kian
mahal harganya. Seperti yang diutarakan oleh Drh. Abdul Jabbar
Zulkifli selaku Sekretaris Jenderal Himpunan Peternak Domba Kambing
Indonesia (HPDKI) dalam diskusinya dengan penulis belum lama ini.

Kondisi tersebut tentunya sangat disayangkan, terlebih bila kita tahu
potensi ekonomis hewan ternak Domba Garut yang tidak hanya identik
dengan domba aduan, kualitas daging Domba Garut juga memiliki nilai
gizi yang cukup baik dibandingkan dengan kambing untuk memenuhi
kebutuhan konsumsi masyarakat. Bahkan tidak hanya dimanfaatkan
dagingnya saja, kulit Domba Garut dapat dijadikan bahan baku untuk
pembuatan jaket berkualitas. Data tahun 2005 yang didapat dari website
kabupaten Garut, industri jaket berbahan baku kulit Domba Garut dapat
menyerap 2.656 tenaga kerja dengan nilai ekspor Rp. 84,7 milyar ke
berbagai negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan
Australia. Kotoran ternak Domba Garut pun dapat memberikan keuntungan
dan nilai manfaat bila diolah dengan baik yaitu sebagai bahan baku
pembuatan pupuk organik.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, kebutuhan unsur hara pada
tanaman dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk organik hasil
fermentasi berbahan baku kotoran domba yang sangat bermanfaat untuk
meningkatkan hasil produksi pertanian.  Seorang peneliti utama lulusan
Jepang dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika - Bogor, Dr.
Ir. Mesak Tombe, saat ini berhasil menemukan teknologi yang sudah
mendapatkan hak paten untuk meningkatkan kualitas pupuk organik yang
dihasilkan dari kotoran ternak,  teknologi tersebut dinamakan Bio
Triba. Dikemas dalam bentuk formula cair dengan kandungan
mikroorganisme B. Pantotkenticus strain J2 dan T. Lactae strain TB1.

Teknologi yang ditemukan Dr. Ir. Mesak Tombe sangat membantu dalam
proses pematangan kotoran ternak menjadi pupuk organik antara periode
1 - 2 minggu. Tidak hanya itu, teknologi ini juga dapat diaplikasikan
pada pengolahan limbah organik pasar dan rumah tangga. Kelebihan lain
teknologi ini adalah dapat berperan pula sebagai bio fungisida untuk
pengendalian penyakit pada tanaman. Adalah tepat bila sektor usaha
peternakan dan pertanian memang harus saling bersinergi. Terlebih lagi
saat ini petani dalam posisi sulit diantara kenaikan biaya produksi
sebagai akibat harga pupuk yang terus melambung, di sisi lain petani
tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual sehingga perolehan
pendapatan semakin menipis. Terbesit gagasan pula untuk
mengkombinasikan ternak Domba Garut dengan sektor perikanan air tawar.
Design kandang ternak domba dibuat panggung di atas kolam ikan. Secara
segmentasi pasar lokal, Domba Garut memiliki potensi pasar yang multi
user. Seperti yang disampaikan oleh Agus Ramada selaku Direktur Utama
Eka Agro Rama sebagai perusahaan agri bisnis yang concern dalam usaha
ternak Domba Garut dan pertanian organik.  Dan ini yang menjadikan
hewan ternak Domba Garut layak untuk dikembangkan sebagai pilihan
dalam sektor usaha peternakan.

Potensi pasar terbesar pertama adalah hewan ternak Domba Garut untuk
memenuhi kebutuhan tahunan ibadah kurban. Kemudian menyusul kebutuhan
konsumsi daging harian baik itu rumah tangga, restoran dan warung
sate. Selanjutnya adalah kebutuhan aqiqah, dan terakhir adalah
penghobi yang selalu mencari bibit Domba Garut jantan unggulan.

Penjelasan Dr. Ismeth Inounu, peneliti utama bidang pemuliaan dan
genetika dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan
(Puslitbangnak - Deptan RI), yaitu pada kunjungannya ke lokasi
peternakan Domba Garut Eka Agro Rama, kabupaten Bandung, provinsi Jawa
Barat bulan April lalu, pemerintah saat ini memberikan perhatian
serius untuk pengembangan sektor usaha pembibitan dan perbanyakan
hewan ternak domba serta kambing antara lain Domba Garut.

Tidak hanya program pemuliaan galur murni untuk mengembalikan kualitas
terbaik hewan ternak Domba Garut, akan tetapi program pengembangan
domba komposit untuk dapat menghasilkan keturunan ataupun bibit
unggulan baru juga sedang giat dilakukan. Berbagaimacam penemuan
teknologi terkait reproduksi ternak domba terus dikembangkan untuk
mempermudah upaya produksi dan perbanyakan domba berkualitas, sebagai
contoh teknologi laserpuntur dan suntik hormonal yang akan sangat
bermanfaat untuk sinkronisasi birahi dan perkawinan massal.
Keberhasilan perkawinan domba lokal Sumatera dengan domba St. Croix
dari Virgins Islands dan domba Barbados, kemudian Domba Garut dengan
domba St. Croix serta Domba Moulton dari Prancis, adalah program
pengembangan domba komposit yang berhasil dilakukan oleh Puslitbangnak
- Deptan RI dari aplikasi penemuan teknologi tersebut.

Tidak hanya sebatas itu, di lokasi peternakan Eka Agro Rama juga telah
berhasil program pengembangan domba komposit berupa perkawinan Domba
Garut betina dengan Domba Suffolk pejantan dari Inggris, kemudian
Domba Garut betina dengan pejantan Merino - Australia yang telah
menghasilkan kualitas anakan dengan harapan akan jauh lebih baik
sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging. Adalah Alam
Yanuardi selaku Direktur Operasional yang dengan tangan dinginnya
berhasil menjalankan program pengembangan domba komposit tersebut.

Dalam pengembangan usaha ternak Domba Garut maka Eka Agro Rama
tidaklah bergerak seorang diri. Terlebih dengan potensi menembus
peluang pasar lokal dan dunia yang masih cukup besar. Dirintis pula
upaya kerjasama mulai dari sektor hulu sampai dengan sektor hilir
untuk dapat mencapai tujuan usaha ternak yang diinginkan. Salah satu
rekanan kerjasama yang senantiasa membantu Eka Agro Rama dalam
pengembangan usahanya antara lain adalah Kampoeng Ternak - Dompet
Dhua'fa Republika. Eksistensi Kampoeng Ternak - Dompet Dhua'fa
Republika patut diacungi jempol dalam pengembangan sub sektor usaha
peternakan domba kambing di Indonesia. Program Tebar Hewan Kurban dan
1000 Aqiqah yang sedang dijalankan oleh Kampoeng Ternak tidak hanya
bertujuan untuk memajukan usaha ternak domba dan kambing di Indonesia,
akan tetapi bertujuan pula untuk membantu masyarakat yang kurang mampu
dalam kebutuhan konsumsi daging domba. Seperti yang dijelaskan
Purnomo, SPt selaku Direktur Kampoeng Ternak - Dompet Dhua'fa
Republika. Eka Agro Rama sendiri saat ini lebih terfokus bergerak
dalam sektor usaha pembibitan dan perbanyakan Domba Garut. Penyediaan
Domba Garut berkualitas untuk kebutuhan kurban, aqiqah, restoran
sampai dengan warung sate kaki lima adalah menjadi impian Kami, ucap
Agus Ramada.

Dengan stock populasi Domba Garut yang semakin terbatas akibat banyak
peternak yang enggan untuk membibitkan domba, Eka Agro Rama menerapkan
sistem ban berjalan dengan penjualan Domba Garut lepas sapih. Domba
Garut betina unggulan adalah mesin produksi dalam usaha ternak yang
dijalankan. Namun tentunya usaha ini sangat memerlukan pula kerjasama
dengan berbagai pihak baik itu dibidang produksi dan juga pemasaran.
Tidak mungkin selamanya Eka Agro Rama menambah kapasitas kandang
dengan luas lahan yang terbatas. Peranan organisasi himpunan (HPDKI)
di sini memiliki kontribusi yang besar untuk memetakan dan membina
potensi jaringan produksi yang ada di mana selanjutnya dapat diarahkan
pula kepada pintu pemasaran yang tersedia. Eka Agro Rama melalui
kegiatan pelatihan yang diadakan bersama Agromania dan juga Kampoeng
Ternak akan senantiasa mencari peternak-peternak baru yang tertarik
dalam usaha pengembangan Domba Garut.

Tidak hanya sekedar pelatihan, fungsi pendampingan dan bimbingan
teknis budidaya serta akses pintu pemasaran juga menjadi bagian
penting dari kegiatan pasca pelatihan. Di mana selain itu harus
dirangkul pula media informasi sebagai public sounding setiap program
usaha peternakan yang dimiliki, tegas Agus Ramada. Peran Puslitbangnak
bersama balai-balai yang ada dan dinas peternakan provinsi setempat
sebagai basis ilmu pengetahuan juga tidak boleh diabaikan, hal ini
amat diperlukan sehingga peternak tidak akan buta terhadap aplikasi
teknologi terbaru.

Tidaklah kecil tentunya pendapatan devisa negara yang dapat diperoleh
dari pengelolaan usaha ternak Domba Garut intensif. Terlebih dengan
potensi pasar kebutuhan daging domba di kawasan Timur Tengah sebanyak
30 ribu ekor tiap minggunya.  Bukan pekerjaan yang ringan dan mudah
tentunya, akan tetapi bisa menjadi suatu peluang usaha yang
menjanjikan bilamana kita mau mulai  berpikir dan bergerak ke arah
sana. Long journey is begins with the small step. Salam Peternak Domba
Sehat!

Search on Google: Menjadi Milyader Dengan Bertani Organik


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke