Justru keberadaan JIL untuk menghadang orang2 yang ingin menjalankan
Islam secara kaffah. Bagi mereka, setiap muslim yang ingin hidup secara
kaffah adalah ancaman serius bagi modernisme dan keindahan Islam (?).

 

Untuk membendung JIL sebenarnya yang terpenting adalah memutus jalur
komunikasi dan kerjasama antara perguruan tinggi Islam di Indonesia
(IAIN, UIN, STAIN) dengan perguruan tinggi orientalis dan lembaga
sekuler yang ada di Amerika, Australia, dan Eropa.

Langkah untuk memuluskan kalangan orientalis yang merupakan cikal bakal
JIL sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 70an, terutama dimulai dari
IAIN Jakarta yang pada waktu itu dipimpin Prof. Harun Nasution yang
kemudian ditumbuhkembangkan oleh Prof. Nurcholis Majid.

 

Untuk saat ini, kita tidak akan bisa menghadapi serbuan pemikiran
orientalis dan sekularis hanya dengan slogan dan jargon kembali ke Al
Qur'an dan Sunnah. Yang harus kita lakukan secara riil adalah 

1.      Kita harus membangun kekuatan politik sehingga pusat penyebaran
pemikiran orientalis sekularis dapat kita minimalisir bahkan kita
eliminir. Departemen Agama RI harus dikuasai oleh orang-orang yang
beriman dan shiddiq yang memiliki keinginan kuat mengembalikan keaslian
Islam kepada Al Qur'an dan Sunnah.
2.      Putus mata rantai pemberian beasiswa kepada para sarjana lulusan
IAIN, UIN, STAIN yang ingin belajar ke negara2 Barat sumber sekularisme.
Terutama untuk bidang studi sumber sekularisme, seperti Filsafat dan
perbandingan agama.
3.      Buat sebanyak mungkin kerjasama beasiswa dengan perguruan tinggi
Islam di Timur tengah yang merupakan pusat pengkajian dan penyebaran Al
Qur'an dan Sunnah yang shohih. Terutama untuk bidang studi Al Qur'an,
Hadits, Syariah, dan Bahasa Arab.

 

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of yoedha pamungkas
Sent: Tuesday, July 24, 2007 5:54 PM
To: [email protected]
Subject: [mediamusliminfo] Re: JIL

 

salam 

fenomena jil merupakan produk dari dogmatisnya pelajaran agama
...kegagalan kita berdakwah tentang sendi sendi agama...ketertutupan
menjadikan keliaran berfikir kaum jil merajala lela kalo mau membendung
jil kembalikan seluruh peristilahan dalam beragama kembali pada istilah
al-Quran ..niscaya bahaya jil dapat kita eliminir 



 

On 7/23/07, wansaptya dasar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

assalamualaikum.wr.wb

Memang perkembangan JIL sekarang amat luas dan mengkhawatirkan, bahkan
kebanyakan penganutnya justru dikalangan pelajar(mahasiswa) yang
notabene adalah kalangan yang berpendidikan. Menurut saya pribadi cara
yang paling jelas adalah dengan ilmu, banyak mempelajari sumber utama
islam itu sendiri tanpa terpengaruh nafsu dan pikiran kita sendiri,
yaitu Al-quran dan sunnah rasulullah secarah murni dan utuh. 

Mohammed Gazali Al Banna <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

        
        Assalamualaikum Akhi Ukhti..
        gimana pendapat kalian tentang terus berkembangnya JIL di
Indonesia.
        Bagimana langkah mengatisipasinya/... 

        
________________________________


        Get the free Yahoo! toolbar
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48226/*http:/new.toolbar.yahoo.com/toolbar/f
eatures/norton/index.php>  and rest assured with the added security of
spyware protection. 
        
        




-- 
lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke