Sungguh begitu cepatnya hari berlalu, Bulan Romadhon, bulan yang
ditunggu-tunggu kaum muslimin dimanapun berada, akan datang sebentar
lagi. Semoga saja Alloh Ta'ala mengizinkan kita untuk sampai pada
bulan tersebut tersebut dan mempunyai waktu yang sangat luas dan
lapang untuk memanfaatkannya. wallahu a'lam.

Pada artikel ini, kita akan mencoba sedikit mengingat kembali Tata
Cara Berpuasa yang sesuai dengan syariat Islam. Kami yakin, antum para
pembaca tentu ada yang masih ingat atau sangat ingat sekali, apalagi
bagi yang selalu melaksanakan puasa sunnah. Namun tiada salahnya kita
melakukan pembelajaran kembali, Siapa tahu ada yang lupa, khilaf atau
memang kita tidak tahu sama sekali.

Ikhwah fillah yang di muliakan Alloh Ta'ala...
Setiap kita melakukan suatu amalan, mesti ada yang namanya tatacara.
Begitu juga dengan puasa. Rasulullah telah mengajarkan kepada kita
bagaimana tatacara orang yang berpuasa. Mulai dari awal sampai akhir
kita berbuka puasa.

Berikut ini beberapa tata cara yang diajarkan oleh Rasululloh Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam diantaranya ialah:

Pertama : Niat
Sebelum memulai puasa kita harus menetapkan niat terlebih dahulu di
dalam hati bahwa besok akan melaksanakan ibadah puasa. Perlu untuk
diketahui, niat sebagaimana yang telah diajarkan Nabi Shallallahu
'Alaihi wa Sallam adalah didalam hati dan tidak diucapkan.
(Permasalahan seperti ini akan kita bahas pada artikel lainnya,
InsyAlloh). Untuk puasa ramadhan, harus diniatkan sebelum terbitnya
fajar sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:
Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam harinya, maka tidak
sah puasanya. (HR. Nasai baihaqi, Ibnu Hazm)

Barangsiapa tidak menetapkan niat puasa ebelum terbitnya fajar, maka
tidak sah puasanya. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Baihaqi).

Kedua hadits diatas menunjukkan tidak sahnya puasa Ramadhan kecuali
diiringi dengan niat sejak malam hari atau sejak sebelum terbit fajar,
yaitu dengan meniatkan puasa di salah satu bagian malam. Yang perlu
menjadi catatan ialah, bahwasannya niat kita dalam berpuasa itu tidak
boleh dilafadzkan dengan lisan. Karena niat itu letaknya di dalm hati.
Dan juga hal ini (melafadzkan niat) tidak pernah ada riwayat yang
menerangkan bahwa Rasulullah mengajarkan kepada para Shahabatnya untuk
melafadzkan niat. Maka dari itu bagi yang melafadzkan niat maka
amalannya itu adalah tertolak. Seperti yang disabdakan Rasulullah
shallallahu 'Aliahi wa Sallam melalui riwayat 'Aisyah Barangsiapa
membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (agama) yang tidak
berasal darinya, maka amalan tersebut tertolak. (HR.Bukhari dan
Muslim)

Barangsiapa beramal suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami,
maka amalan tersebut tertolak.(HR. Muslim).

Kedua : Makan Sahur
Sebelum berpuasa dianjurkan untuk makan sahur sebagaimana sabda Nabi
Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Bersahurlah kamu sekalian karena
sesungguhnya didalam sahur itu terdapat barakah. (Muttafaqun 'Alaih)

Kemudian disunnahkan pula bagi kita bersahur dengan kurma, sabdanya:
Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah kurma (HR. Abu dawud, Ibnu
Hibban, Baihaqi).

Kemudian mungkin kita ketika akan sahur terasa sanagan malas sekali
untuk menyantap makanan. Akan hal ini Rasulullah shallallahu 'Alaihi
wa Sallam menganjurkan untuk tidak meninggalkan makan sahur Sahur itu
makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya
meneguk seteguk air. (Ibnu Syaibah, Ahmad).

Ketiga : waktu sahur
Menurut nash dan riwayat-riwayat yang ada dapat dipahami bahwa
sebaiknya sahur dilaksanakan pada akhir malam menjelang terbit fajar/
shubuh ..dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari
benang hitam, yaitu fajar (Al-Baqarah : 187).

Disunnahkan untuk mengakhirkan sahur sampai mendekati waktu terbit
fajar, yang Rasulullah shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengajarkan kira-
kira seukuran seseorang yang membaca Qur'an sebanyak lima pulluh ayat.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Zaid bin
Tsabit, ia berkata Kami makan sahur bersama Nabi Shallallahu 'Alaihi
wa Sallam, kemudian beliau shalat.. aku tanyakan (kata Anas): Berapa
lama jarak antara adzan dan sahur? jawabnya: kiora-kira 50 ayat
membaca Al-Qur'an. (Muttafaqun 'Alaih).

Adapun orang yang ketika adzan shubuh berkumandang masih memegang
gelas minumannya maka hendaklah dia tunaikan hajatnya sampai selesai.
Sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: Apabila seseorang dari
kalian mendengar suara adzan sedangkan gelas masih berada di tangannya
maka janganlah ia letakkan hingga memenuhi hajatnya. (HR. Abu Dawud,
Ibnu Jarir, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).

Keempat : berbuka puasa
Dianjurkan untuk segera berbuka puasa apabila waktunya sudah tiba,
sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alihi wa Sallam: Manusia tetap
dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. (Muttafaqun 'Alaih)

Disunnahkan berbuka dengan kurma yang hampir matang. Kalau tidak ada
maka boleh berbuka dengan kurma yang sudah masak. Kalau tidak ada maka
dengan makanan lain yang halal dan kalau tidak ada maka cukup dengan
air.
Dan ketika berbuka puasa dianjurkan untuk membaca doa berbuka:
"Hilanglah haus dan basahilah urat-urat dan pahalanya pun telah
ditetapkan Insya Allah" (Abu dawud, Daruquthny, Al Hakim). Dan
disunnahkan untuk berdoa apapun juga kepada Alloh.

Apabila kita diundang untuk berbuka puasa atau diberikan makanan untuk
berbuka, maka doakanlah orang yang telah memberikan makanan berbuka
untuk kita.

Ya Allah berilah makanan kepada orang yang telah memberiku makanan,
berilah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman. (HR.
Muslim).

ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatillah, berilah berkah pada
seluruh rizki yang engkau berikan kepada mereka. (HR. Muslim)

(Sumber Rujukan: Shifati Shaumin Nabiyii Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
Fii Ramadhan, Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly & Syaikh Ali Hasan Ali
Abdul Hamid dan berbagai sumber lainnya dari Kitab-Kitab Hadits,
http://www.mediamuslim.info)


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke