mohon maaf buat mas yul ini ada kesalah pahaman seharusnya email tadi buat
mas mardee...saya mohon di maafkan karena menyebut kata mas yul buat sahabat
mari kita belajar mengembalikan istilah di Al-Qur'an kembali penegrtiaannya
ke dalam AlQur'an itu sendiri saya mohon maaf dan ampunan soal kekhilafan
ini

On 8/24/07, yoedha pamungkas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> salam
> buat mas yul ....kalo ada bibit kekufuran khan juga masuk neraka bukan
> sekedar non muslim saja ...terus terang saya ngaku masih ada  kekafiran
>  ... mari kita bahas masalah kafir semoga Allah merahmati dan mengampuni
> kita
>
> Definisi qur'aniyyah dari kata 'orang kafir', bisa kita temukan di surat 
> *Al-Kahfi
> ayat 100 dan 101.*
>
>
>
>
>
>
>
> *Q.S. 18:100, "dan Kami tampakkan Jahannam pada hari itu kepada
> orang-orang kafir (Al-Kafiriin) dengan jelas." *
>
> * *
>
> *Q.S. 18:101, "yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari
> 'zikri' *(diterjemahkan di terjemahan qur'an bahasa Indonesia dengan 
> kata*'memperhatikan') terhadap tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka 
> tidak
> sanggup mendengar." *
>
>
>
> Dari dua ayat di atas, kita dapatkan definisi qur'aniyyah dari kata *
> 'kafir'*. Al-Kafiriin, atau orang-orang kafir, adalah mereka yang matanya
> tertutup dari *'zikri'* terhadap tanda-tanda kebesaran Allah, dan
> telinganya tidak sanggup mendengar.
>
>
>
> Jika demikian, apakah orang yang kebetulan ketika lanjut usia ia menjadi
> tuli atau menjadi buta karena usia tua, apakah ia berarti ditakdirkan akan
> mati dalam keadaan kafir? Atau, jika seseorang kebetulan ditakdirkan tuli
> atau buta sejak lahir, apakah artinya ia ditakdirkan untuk hidup sebagai
> orang kafir? Sebab sama sekali bukan keinginannya untuk dilahirkan sebagai
> orang buta atau tuli. Apakah Allah menakdrkannya kafir karena kebetulan
> lahir sebagai orang tuli atau buta?
>
>
>
> Tentu jawabannya tidak. Semua orang, termasuk mereka yang buta atau tuli,
> diberi-Nya kesempatan untuk mati kelak dalam keadaan diridhoi-Nya.
>
>
>
> Jika demikian, mata dan telinga mana yang tertutup?
>
>
>
> Jawabannya bisa kita dapatkan pada Al-Qur'an surat *Al-Hajj (22) ayat 46*.
>
>
>
>
>
> *Q.S. 22:46, "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka
> mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga
> yang dengan itu dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang
> buta, tetapi yang buta ialah qalb-qalb mereka (quluubun) yang ada di dalam
> dada."*
>
>
>
> Dari definisi Qur'an tersebut, yang disebut 'kafir' bukanlah orang yang
> berbeda agama. Yang disebut kafir adalah mereka yang mata dan telinga qalb
> di dalam dadanya tidak berfungsi. Asal kata *'kafir' *dan *'kufur'* adalah
> *'kafara'* yang artinya 'tertutup' (kata ini jkemudian diserap ke dalam
> bahasa Inggris menjadi 'cover' artinya penutup). ' *Kafir'* adalah mereka
> masih yang tertutup dari '*Al-Haqq' *(kebenaran mutlak).
>
>
>
> Mata dan telinga yang di dalam dada, maksudnya adalah mata dan telinga
> yang adanya bukan pada level jasad kita, tapi lebih dalam lagi. Mata dan
> telinga yang dimaksud adalah mata dan telinga yang ada dalam qalb kita,
> dalam dada/shuduur, yang ada pada level jiwa *(nafs).* Shuduur artinya
> 'dada spiritual', sebagaimana hati yang biasa kita kenal bukanlah liver
> maupun jantung, tapi lebih kepada 'hati spiritual' seperti nurani.
>
>
>
> Jiwa atau nafs itu, jiwa yang mana? Kita mengetahui, bahwa ada tiga unsur
> yang dipersatukan dalam membentuk satu manusia yang hidup, yaitu Ruh, *
> Nafs* (jiwa), dan Jasad. Jiwa inilah, yang diabadikan dalam *Q.S. 7:172*,
> yang dahulu sekali disumpah di hadapan Allah untuk menjadi saksi (syahid,
> perhatikan kata bahasa arabnya: syahidna, kami bersaksi) mengenai siapakah
> Rabb mereka.
>
>
>
>
>
> *Q.S. 7:172, "Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu mengeluarkan anak-anak Adam
> dari sulbi mereka dan Allah mengambil persaksian terhadap nafs-nafs
> (jiwa-jiwa, anfusihim) mereka: "Bukankah aku ini Rabb-mu?" Mereka menjawab,
> "Betul, kami bersaksi (syahidna)". *
>
>
>
> Nafs, atau jiwa, inilah yang diminta persaksiannya dahulu, dan kelak akan
> diminta pertanggungan jawabnya ketika mati. Sementara pada saat itu jasad
> kita terurai menjadi tanah, dan ruh kita yang menjadi daya hidup bagi jasad
> (fungsinya mirip seperti energi yang ada pada baterai) kembali pada-Nya.
> Kita tidak mengetahui apa-apa tentang ruh, karena ruh adalah urusan Allah.
> Disebutkan dalam *Q.S. 17 : 85, "Katakanlah, Ruh itu termasuk urusan
> Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentangnya) melainkan
> sedikit."*
>
>
>
> Dengan demikian, barangsiapa yang mata dan telinga yang ada dalam dadanya
> ini belum berfungsi, pada dasarnya ia masih 'kafir', atau tertutup. Ia tidak
> akan bisa memahami petunjuk Allah, karena petunjuk Allah diturunkan bukan ke
> telinga dan mata jasad kita, tapi ke 'mata dan telinga' qalb pada level jiwa
> (nafs) kita.
>
>
>
> Dasar dari hal ini bisa kita lihat dalam surat* At-Taghabuun ayat 11 *:
>
>
>
>
>
> *Q.S. 64:11, "... Dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan
> memberi petunjuk kepada qalb nya (di terjemahan qur'an ditulis: 'kepada
> hatinya')." *
>
>
>
> Dan, barangsiapa yang mata dan telinga dalam dadanya belum berfungsi, dia
> tidak akan mampu memahami Al-Qur'an dengan sebenar-benarnya, karena
> Al-Qur'an sebenarnya bukan untuk dihafal dalam otak. Sebagaimana yang
> dialami Rasulullah, Al-Qur'an diturunkan ke dalam dadanya. Rasulullah
> seorang yang buta huruf, tapi bagaimana Beliau saw. bisa memahami Al-Qur'an
> hingga ke hakikat terdalamnya? Karena Al-Qur'an seharusnya, dan
> sesungguhnya, ada dalam dada, bukan dalam kepala.
>
>
>
>
>
> *Q.S. 29:49, "Sebenarnya (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang nyata dalam
> dada orang-orang yang diberi ilmu." *
>
>
>
> Al-Qur'an dalam dada (*qalb* di dalam *shuduur/*dada) kita inilah yang
> akan kita bawa hingga ke akhirat kelak, dan bukan Al-Qur'an yang dihafalkan
> dalam kepala. Ketika mati kelak, otak kita dan segala apa yang ada dalam
> kepala kita akan hancur menjadi tanah. Kita harus memahami dengan hati
> hingga ke tingkat makna dan hakikatnya, bukan sekedar menghafalkan
> dalil-dalil Qur'ani di kepala.
>
>
>
> Dari data-data di atas, maka bisa kita pahami makna 'kafir'. Kata 'kafir'
> bukan berarti mereka yang tidak beragama Islam. 'Kafir' adalah mereka yang
> telinga dan mata dalam dadanya belum berfungsi, sehingga tertutup dari *
> Al-Haqq* (kebenaran mutlak, kebenaran Ilahiyah). Dengan demikian, bahkan
> saya sendiri masih kafir karena mata dan telinga jiwa saya belum berfungsi
> dengan baik, belum sempurna dalam melihat tanda-tanda kebesaran-Nya, dan
> belum memahami Al-Qur'an dengan sempurna.
>
>
>
> Untuk memperkuat bahwa makna 'kafir' sebenarnya ada dalam konteks
> ketertutupan qalb dan tidak secara langsung terkait dengan perbedaan agama,
> kita lihat lagi dua ayat berikut yang sangat terkenal:
>
>
>
> *Q.S. Al-Baqarah (2) : 6 - 7, *
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri
> peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman [6]."
> *
>
> * *
>
> *"Allah telah mengunci mati hati (qalb-qalb, quluubihim) dan pendengaran
> mereka, dan pengelihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat
> berat [7]." *
>
>
>
> Sayang dua ayat di atas sering dijadikan dalil untuk bersikap kurang
> bersahabat terhadap saudara kita yang beragama lain. Padahal, seandainya
> kita lebih teliti lagi, kata 'kafir' sebenarnya ada dalam konteks
> ketertutupan hati, bukan dalam konteks perbedaan agama.
>
>
>
> Ayat ini sama sekali bukan rujukan supaya kita menunjukkan sikap tidak
> bersahabat pada saudara-saudara kita dari agama lain. Ayat ini justru
> memperkuat keterangan tadi, bahwa 'kafir' ada dalam konteks ketertutupan
> qalb, dan bukan dalam konteks perbedaan agama. Bukankah Allah menempatkan
> dua ayat ini secara berdampingan? Tentu ini sama sekali bukan kebetulan yang
> tanpa makna. 'Kafir' adalah sebuah kondisi (ruhaniyyah) tentang qalb, bukan
> status (keagamaan).
>
>
>
> Jadi, secara sederhana bisa kita katakan bahwa orang kafir adalah orang
> yang qalb-nya masih tertutup dari Al-Haqq (kebenaran ilahiyah), dan tidak
> secara langsung terkait dengan orang-orang yang tidak beragama Islam.
>
>
>
> Kondisi kafir sendiri bertingkat-tingkat, dari yang sama sekali tidak bisa
> memahami Al-Haqq, sedikit memahami, agak memahami, cukup memahami, dan
> seterusnya. Kadar kekufuran seseorang berbeda-beda, tergantung sejauh mana
> ia mampu memahami kebenaran *(ilahiyyah)*. Kini semakin jelas bahwa
> kekafiran adalah sebuah kondisi, bukan status.
>
>
>
> Karena saya sendiri masih kafir (atau masih banyak kekufuran yang ada
> dalam diri saya), jelas tidak ada gunanya bagi saya untuk menyebut orang
> lain, atau orang yang tidak beragama Islam, sebagai orang kafir. Hal ini
> tidak akan menambah kebaikan apapun bagi diri saya, bahkan justru akan
> menambah dosa saja.
>
>
>
>  On 8/24/07, [EMAIL PROTECTED] - <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >  Untuk mas Yoedha. Yang bilang klo orang non muslim (kafir) tempatnya di
> > neraka adalah Allah Ta'ala:
> > "Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak
> > mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun.
> > Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." ( Q.S Ali
> > 'Imran: 116)
> > "Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang
> > yang kafir?" (Q.S Az Zumar: 32)
> > Masih ga' percaya?
> > Dan memang kita akan merasakan yang namanya "neraka", karena kita tidak
> > akan pernah luput dari dosa.
> > "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya
> > dia akan melihat (balasan)nya pula." (Q.S Al Zalzalah: 8)
> > Kecuali mereka yang telah diberi ampunan oleh Allah Ta'ala. Wallahu
> > a'lam
> >
> >
> > buat mba erni sipa bilang orang non muslim tempatnya neraka ..????? udah
> > pernah ke sana? jangan jangan banyakan kita yang ngaku-ngaku islam/muslim
> > nyemplung di sana ?
> >
> > On 8/22/07, AW Yulisar <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
> > >
> > >
> > > Menurut saya, hendaknya segala sesuatu yang berhubungan dengan hukum
> > > boleh dan tidaknya sesuatu haruslah berdasarkan dalil. Bukan atas analisa
> > > pribadi kita. Karena belum saya tahu, ada di forum ini yang telah diakui
> > > sebagai ulama.
> > >
> > > Termasuk masalah jawaban atas salam baik dari orang Islam maupun
> > > non-Islam.
> > >
> > > Atau setidaknya meyampaikan darimana kita bisa mengambil kesimpulan
> > > tersebut.
> > >
> > > Walloohu A'lam
> > >
> > >
> > >
> > > ----- Original Message ----
> > > From: Erni Fitriyani < [EMAIL PROTECTED]>
> > > To: [email protected]
> > > Sent: Friday, August 17, 2007 9:38:16 PM
> > > Subject: [mediamusliminfo] Re: Salam Kenal
> > >
> > > Assalamualaikum Wr.Wb
> > >
> > > Pengetahuan yang ana dapatkan menjawab salam kepada Non Muslim itu ga
> > > boleh, karena kalau kita menjawabnya berarti kita mendo'akan dia agar
> > > selamat.
> > > Padahal sudah jelas kalau orang non muslim itu tempatnya adalah neraka
> > > Naudzubillah hi mindzalik.
> > > Asfwan kalay ana salah
> > > minta bimbingannya.
> > >
> > > Wassalamaualaikum Wr.Wb
> > >
> > > *"[EMAIL PROTECTED] -" <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
> > >
> > >  Wa'alaikumussallam...
> > > Klo menurutku sih gpp asalkan tidak merubah artinya.
> > > Seperti assalamu 'alaikum disingkat menjadi ass..(English)
> > > Klo itu ga boleh....!!! Kan artinya jadi laen! Ya to?
> > >
> > > ----- Original Message ----
> > > From: ayu riskiani < [EMAIL PROTECTED]>
> > > To: [email protected]
> > > Sent: Thursday, August 16, 2007 12:39:55 PM
> > > Subject: [mediamusliminfo] Re: Salam Kenal
> > >
> > > waalaikumsalam..
> > > marilah kita saling bertausiah saja..
> > > oh yach aq mo tanya klo kita menyalin arti surat alqur'an boleh tidak
> > > klo kita singkat untuk lebih cepat menulsnya..?
> > > misalnya.."Hai org2 yg beriman diwajibkan kpd kamu"'..
> > > maksudku orang-orang itu penulisanya disingkat..
> > > maksud gak kalian...tolong jawab yach
> > > makasih klo dah mo jawab
> > >
> > > *"[EMAIL PROTECTED]" < [EMAIL PROTECTED]>* wrote:
> > >
> > >
> > > ass
> > > Salam Kenal
> > > senang bisa menemui situs dan group ini
> > > mohon nasehat dan tausiahnya
> > >
> > >
> > > ------------------------------
> > > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel 
> > > today!<http://us..rd.yahoo.com/evt=48517/*http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7>
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ------------------------------
> > > Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
> > > Visit the Yahoo! Auto Green 
> > > Center.<http://us.rd.yahoo.com/evt=48246/*http://autos.yahoo.com/green_center/;_ylc=X3oDMTE5cDF2bXZzBF9TAzk3MTA3MDc2BHNlYwNtYWlsdGFncwRzbGsDZ3JlZW4tY2VudGVy>
> > > ------------------------------
> > > Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top 
> > > picks<http://us.rd.yahoo.com/evt=48220/*http://tv.yahoo.com/>on Yahoo! TV.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ------------------------------
> > > Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
> > > Play Monopoly Here and Now
> > > <http://us.rd.yahoo.com/evt=48223/*http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow>(it's
> > > updated for today's economy) at Yahoo! Games.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka
> >
> >
> >
> >
> > ------------------------------
> > Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket:
> > <http://us.rd.yahoo.com/evt=48253/*http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC>mail,
> > news, photos & more.
> > > >
> >
>
>
> --
> lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka
>



-- 
lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke