Gerhana Bulan Total 28 Agustus 2007 Pada Thursday, August 23, 2007 pukul 00:00
Gerhana bulan total tejadi tanggal 28 Agustus 2007. Gerhana bulan tersebut dapat dilihat dari wilayah Indonesia. *Posisi bulan ada di sebelah timur (Azimuth 96° s/d 100°) Gerhana mulai : 15 50.9 WIB Gerhana total : 16 52.0 WIB Pertengahan gerhana : 17 37.3 WIB Akhir gerhana total : 18 22.7 WIB Gerhana berakhir : 19 23.8 WIB Gerhana dapat dilihat di Amerika Selatan bagian barat, Amerika Tengah, Amerika Utara, Samudera Pasifik, Indonesia, Philipina, Asia bagian timur, Jepang dan Korea. Intinya, gerhana bulan dapat terlihat dibelahan bumi dimana pada saat terjadinya gerhana bulan di tempat tersebut matahari sudah terbenam. Gerhana Bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi. Bulan selain berevolusi terhadap bumi juga bersama-sama bumi mengelilingi matahari. Sementara bumi sendiri selain berotasi (berputar pada porosnya), juga berevolusi (mengelilingi matahari). Pada suatu saat terjadilah posisi dimana bumi berada diantara matahari dan bulan pada satu garis lurus, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Gerhana bulan dapat dilihat dengan mata telanjang dan tidak berbahaya bagi mata kita, selama gerhana bulan kita dapat melihat bayangan bumi pada bulan dengan menggunakan teleskop atau dengan mata telanjang. Gerhana bulan juga menarik untuk diamati dan dipelajari, misalnya untuk menguji ketepatan perhitungan ephemeris (koordinat benda langit). Pada saat itu posisi bulan, bumi dan matahari tepat satu garis. Jika bulan bergerak di dalam daerah bayangan penumbra bumi, tanda-tanda gerhana tak tampak, oleh karena itu yang bisa kita amati ialah pada saat bulan memasuki daerah bayangan umbra bumi. Gerhana bulan terlihat dari tempat-tempat dimana pada saat terjadi gerhana ditempat tersebut matahari sudah terbenam, peristiwa gerhana bulan bisa berlangsung sampai lebih dari 3 jam. Fase bulan berulang rata-rata dalam 29,5 hari yang disebut satu bulan sinodis. Tidak setiap bulan mati (new moon) terjadi gerhana matahari, begitu pula tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan, hal ini disebabkan oleh orbit bulan membentuk bidang miring sebesar 5 derajat terhadap bidang ekliptika. Perpotongan dua bidang tersebut membentuk garis nodal yang berputar ke arah barat dalam periode 18,6 tahun, yang disebut periode nutasi bulan, Kedudukan matahari dekat sebuah titik nodal disebut musim gerhana, yang berulang pada setiap 173,3 hari, yang disebut periode saros. Setiap perulangan periode saros, wilayah lintasan gerhana di bumi akan bergeser pada tempatnya, akibat harga periode saros tidak bulat. Jika musim gerhana pertama jatuh pada bulan Januari, gerhana matahari dapat terjadi sebanyak 5 kali dalam setahun. Jumlah maksimum seluruh gerhana baik gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu tahun dapat terjadi sampai 7 kali. sumber : http://www.bmg.go.id/news_item.asp?NewsID=33 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
