tulisan dibawah ini merupakan copy-an dari buku konspirasi Yahudi
Internasional.
saya sajikan sedikit demi sedikit semoga bermanfaat menambah pengetahuan
kita.
wassalam


KONSPIRASI LAKNATULLAH-YAHUDI (BAG - 1)

Surah Al-Baqaroh 2:120 Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya
petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu
mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah
tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

George Bush Jr. A Skull & Bones Anti-Catholic Freemason
Surrounded by Apron Wearing Freemasons in Texas (2000 A.D.)

"Bajak Laut" (Skull n Bones) di Panggung Politik Amerika Kamis, 24 Mei 2007
: Sedikit orang tau, bahwa para penguasa Paman Sam, adalah orang-orang aktif
dalam perkumpulan rahasia. Diantaranya dari klan dengan lambang "bajak laut'


Suatu kali pada masa kompanye pemilu presiden AS 2004, pada 9 Februari, di
program NBC yang bertajuk "Meet the Press", George W. Bush dan John F. Kerry
mendadak ditanya moderatornya, Tim Russert, tentang keanggotaan mereka di
Skull and Bones . "It's so secret we can't talk about it," jawab presiden
Bush singkat. Sementara senator dari Massachusets ini, John Kerry, menjawab,
"I wish there were something secret I could manifest..." (DFP, 11/4/2004/The
Secret Society That Unites John Kerry and President Bush ).

Bush dan John Kerry hanya dua dari sekian banyak para Bones, sebutan akrab
buat anggota pria perkumpulan rahasia ini selain Knights of Eulogia dan
Boodle Boys, yang telah merambah panggung politik dan segmen strategis
masyarakat Amerika lainnya.

Ayah Bush, mantan presiden George Herbert W. Bush, juga anggota paling
dihormati di perkumpulan rahasia ini. Mantan presiden William Howard Taft
(presiden AS Ke-27, 1909-1913) juga termasuk anggota kelompok "bajak laut"
ini.

Anthoni C. Sutton (mantan profesor ekonomi di Universitas Negeri California
dan dipecat sebagai reseach fellow dari Lembaga Hoover, Universitas
Stanford) dalam bukunya, America's Secret Establisment - yang diyakini
sebagai buku pertama yang membongkar agenda klan hitam ini, menyebutkan
bahwa segmen strategis masyarakat Amerika yang telah ditembus ordo "pirate"
ini adalah Gedung Putih (Badan Eksekutif), DPR/Kongres, Partai Demokrat dan
Republik, Mahkamah Agung, yayasan-yayasan sosial dan amal, pusat-pusat
pemikiran, badan-badan perumus kebijakan, lembaga-lembaga dan sistem
pendidikan, media massa, penerbitan, perbankan (Federal Reserve System),
pusat-pusat bisnis (industri dan perdagangan), dan bahkan berbagai gereja
(Sutton, 2002: p. 25).

Itulah sepak terjang klan 'The Order of Skull and Bones' alias klan "bajak
laut" yang kini menguasai Amerika.

Sedikit orang tahu, ternyata AS memang sebuah negara yang sejak dulunya dan
telah lama dipimpin orang-orang yang dibina dalam sebuah perkumpulan yang
lambangnya dikenal umum sebagai bendera "bajak laut" atau "tanda bahaya".
Itulah, The Order of Skull and Bones, sebuah klan hitam "amat" rahasia milik
presiden George Bush yang berbasis di Yale University, New Haven,
Connecticut.

Perkumpulan Skull and Bones - yang juga dikenal dengan nama-nama The Order
of Death (Ordo Kematian), The Order, The Eulogian Club, dan Lodge 322 -
dibentuk oleh jenderal William Huntington Russell bersama Alphonso Taft pada
1832 sekembalinya dari Jerman dan diyakini sebagai "Senior Fraternities"
dari beberapa perkumpulan rahasia lain di Universitas Yale, seperti Phi Beta
Kappa yang didirikan pada 1780, Scroll and Key (1841), Wolf's Head (1883),
Book and Snake (1903), dll.

Bagi sebagian orang yang sudah biasa memperjuangkan dan meneriakkan
nilai-nilai modern atau demokrasi (rasionalitas, keterbukaan, kebebasan,
dsb.) yang sepenuhnya didukung dan disubsidi negara adidaya ini mungkin
tidak percaya bahwa negara yang diklaim sebagai religius (Kristen
Protestan), pemuja rasionalitas, dan konon memiliki konstitusi yang paling
modern dan demokratis di dunia ini justru dibelakangi sendiri para penguasa
dan elit-elit lainnya.

Tentu karena berangkat dari prinsip rasionalitas dan demokrasi itu pulalah
tulisan ini berupaya untuk membongkar perkumpulan "mafia" orang nomor satu
di AS ini.

"Si Bones" dan Konflik Dunia
Pada periode pertama pemerintahan Bush, dilaporkan ada 11 Bones yang
menduduki Gedung Putih. Mereka adalah; Evan Griffith Galbraith, William H.
Donaldson, George Herbert Walker III, Jack Edwin McGregor, Victor Ashe, Roy
Leslie Austin, Robert McCallum, Jr., Rex Cowdry, Edward E. McNally, David
Batshaw Wiseman, dan James Emanuel Boasberg.

Sementara, para anggota Kongres sekarang yang berasal dari dark klan ini
adalah Thomas W. L. Ashley, Jonathan Brewster Bingham, David, Frank B.
Brandegee, James Buckley, Prescott Bush, John Chaffee, LeBaron Bradford
Colt, John Sherman Cooper, Chauncey Depew, William Maxwell Evarts, Orris S.
Ferry, John Forbes Kerry, John Heinz, Thurston Ballard Morton dan Robert A.
Taft I.

Ada ribuan kaum Bones lain, baik yang teridentifikasi ataupun yang tidak,
yang telah menduduki dan mengontrol AS yang selama ini dipuja-puja kaum
intelektual kita. Hakim tertinggi AS periode 1985-1981, Potter Stewart, juga
seorang Bones; pendiri FedEx, Frederick W. Smith; pendiri majalah Time Henry
Luce; para penulis seperti Archibald MacLeish, John Hersey, William F.
Buckley Jr. dan anaknya, Christopher Buckley.

Skull and Bones yang memiliki asal-usulnya ke sebuah ordo yang pernah
menghebohkan Eropa tiga abad yang lalu tentu hanya salah satu bab dari
secret societies yang telah lama diketahui menguasai negeri Indian ini.


Keanggotaan Skull and Bones, seperti yang dilaporkan sebuah majalah alumni
Universitas Yale, Old Yale (September-October 2004), dipilih sekali setahun
hanya 15 orang dengan salah satu kriteria pentingnya adalah pernah melakukan
kejahatan.

For a long time it was denied that Prescott Bush, George H W Bush and
current U.S. President George W Bush are all 'old school' members of the
Skull and Bones chapter 322. In recent years, the mainstream media has
acknowledged this to be the case and photographs such as we see here (taken
1947) have become widely circulated, indeed a picture tells a thousand
words.

The ridiculously staged 2004 US Presidential elections brought much light to
such facts, when both major running candidates (J.F. Kerry and G.W. Bush)
were both Skull and Bones members, 'tapped' in the late sixties.

Of course, now that we have the general acknowledgement of known members
pervading top positions of U.S. politics, the inevitable spin is implanted
that 'Oh, these are just silly men blowing off steam... it doesn't mean
anything sinister".

George H. Bush (left of clock) with the Skull and Crossbones group at Yale
University, New Haven, CT - circa 1947
http://bushlibrary.tamu.edu/photos/yalephotos.php

Nah, bagaimana pula dengan beberapa perkumpulan lain baik yang terdapat di
Yale maupun di berbagai universitas Amerika lainnya? Bila salah satu nama
(Ordo Kematian) dan lambang klan ini saja menyeramkan bisa dibayangkan -
tanpa perlu melakukan investigasi mendalam ke dalam ruang pertemuannya
tersebut - bagaimana ritus dan seremoninya atau apa saja aksi, misi, operasi
dan agendanya, tentu jauh lebih mengerikan.


Gedung pertemuan di Yale - Tidak berjendela seperti "Kuburan/Tomb"

Satu hal yang mengagetkan adalah bahwa calon anggota (initiate) Skull and
Bones, sebagaimana yang dibocorkan salah seorang anggotanya yang hengkang
kepada seorang peneliti wanita, Alexandra Robbins, yang didokumentasikan ke
dalam bukunya Secrets of the Tomb (2003), setidaknya harus menggali kuburan
dan mengambil tengkorak dan beberapa kerangka salah satu keluarganya dan
disajikan sebagai kado buat persaudaraan klan ini (Wikipedia, 2005). Karena
itulah, nama gedung pertemuannya ini saja, yang tidak berjendela, disebut
sebagai "Tomb" (Kuburan, Pusara).

Hebatnya, kaum Bones juga menyebut diri mereka sebagai "Knights" (Kasatria)
dan menyebut orang lain sebagai "Barbarians" (Kaum Biadab). Tentu, masih
segar di ingatan kita kata-kata yang muncul dari mulut Bush sejak ia
mendeklarasikan "War against Terrorism." Bahkan, kata "crusade" yang pernah
dilontarkannya memperkuat teori bahwa ordo ini bagian langsung dari
perkumpulan rahasia Jerman, Illuminati Bavaria, yang menjadi struktur
penting dalam Freemasonry, sebuah perkumpulan rahasia terbesar dunia yang
bermetamorfosa dari Knights Templars (pasukan elit pada masa Perang Salib).

Dalam pada itu, relevansi perkumpulan "bajak laut" presiden Bush ini dalam
konteks politik global yang terus memanas sekarang ini adalah memahamai
perannya dalam konflik yang diciptakan. Kebijakannya berangkat dari filsafat
dialektik-Hegelian yang menyatakan bahwa konflik akan menciptakan sejarah.
Karena itu, menurut Prof. Sutton, perkumpulan "bajak laut" ini gemar
menciptakan perang dan revolusi. (Sutton, 2002: p. 117). Misalnya, Perang
Opium di China, Perang Dunia Kedua, Peristiwa G30/SPKI, Vietnam
Utara-Selatan, Iraq-Iran, Perang Teluk 1991 (Iraq-Kuwait), dan konflik
sektarian antara Sunni-Syiah di Iraq saat ini.
Aksioma dialektika, kata profesor yang berkali-kali diterror karena karyanya
ini, menegaskan bahwa "konflik yang dikontrol" (controlled conflict) dapat
menciptakan sejarah yang telah dirancang, diskenariokan.

Dalam terminologi Hegel, kekuatan yang ada (tesis) akan menyebabkan kontra
kekuatan (anti-tesis). Hasilnya, konflik antara kedua kekuatan diperlukan
untuk menciptakan sebuah sintesis. Jelas sekali, teori politik adu domba,
atau pola kolonial divide and conquer, ini juga menjadi skenario Zionis yang
mengakibatkan perang sipil mengerikan di Libanon pada 1980-an.

Odet Yinon, wartawan Israel yang memiliki hubungan sangat dekat dengan
Departemen Luar Negeri negara Yahudi ini, dalam tulisannya "A Strategy for
Israel in the Nineteen Eighties" (Kivunim/Directions, No. 14, February
1982), menjelaskan bahwa ada dua premis pokok yang bisa diciptakan dengan
pola Hegelian yang akan menjadi agenda negara Israel untuk menaklukkan
kawasan Timur Tengah.

Pertama, Israel akan menjadi kekuatan imperial regional; dan kedua,
posisinya harus mampu mempengaruhi pembagian seluruh kawasan tersebut ke
dalam negara-negara kecil dengan membubarkan semua negara-negara Arab yang
ada.

Yang dimaksud 'kecil" di sini terikat pada komposisi ethnik dan sektarian
dari setiap negara. Oleh karena itu, harapan Zionis adalah bahwa
negara-negara berdasarkan sektarian ini akan menjadi satelit-satelit Israel
dan, ironisnya, (juga) akan menjadi sumber legitimasi moralnya. Jadi, teori
konspirasi (bertitik tolak dari hukum kausalitas) yang tidak dipercayai
beberapa intelektual Muslim kita yang amat potensial sudah seharusnya
merevisi pola pikir dan posisinya.

Orang seperti Franklin Delano Roosevelt / FDR (presiden AS ke-32,
1933-1935), seorang Mason yang paling berpengaruh, pernah mengungkapkan, "In
politics, nothing happens by accident. If it happens, you can bet it was
planned that way." Sosok Republik Amerika (dan barangkali negara-negara
Eropa lainnya) yang modern, demokratis dan terbuka sebenarnya hanya ada di
tampilan luarnya, perangkat tekhnologi canggih yang diciptakannya, buku,
media, dan seterusnya.

Sementara, prilaku, keyakinan, dan way of life-nya sesungguhnya masih tetap
seperti masyarakat manusia di zaman purbakala. Akhirnya, eksistensi
perkumpulan "bajak laut" AS yang sudah tua ini dan lusinan klan-klan hitam
rahasia lainnya yang telah membangun struktur peradaban Barat, sekali lagi
menjustifikasi pidato dan ceramah para pemimpin Muslim militan di lingkungan
komunitasnya yang sering mengatakan bahwa Barat adalah sebuah "peradaban
Setan" (demonic civilization).

Oleh karena itu, di tengah maraknya diskusi saat ini mengenai masa depan
hubungan Barat-Islam --yang juga pernah dipicu oleh kasus publikasi kartun
nabi Muhammad s.a.w. beberapa waktu yang lalu-- ada baiknya kita juga harus
mengerti, memahami, lebih banyak tentang fakta-fakta di balik layar yang
tidak banyak diekspos ke publik.

Karenanya, ketajaman kita melihat sesuatu kelak akan bisa mengetahui, siapa
kawan, siapa lawan, siapa teman, dan siapa pula sesungguhnya sang perompak
dunia yang gemar menaklukkan wilayah-wilayah jajahan.

Wallahu a'lam bishshawab.

[Rafdi N. El-Hasan, penulis adalah peneliti di Laboratorium Politik Islam
(LPI), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta/hidayatullah.com ]


LINK
http://en.wikipedia.org/wiki/Skull_and_Bones
http://www.youtube.com/results?search_query=skull+and+bones
http://www.government-propaganda.com/skull-n-bones.html
http://bushlibrary.tamu.edu/photos/yalephotos.php
http://www.todayscatholicworld.com/who-pulled-911.htm
http://www.revisionisthistory.org/page1/page10/page10.html

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke