salam
afwan  ya akhii semua ana nimbrung lagi nih smoga kita selalu dalam rahmat
dan lindunggan Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

ana sedikit mau bercerita tentang amal perbuatan kita..ehem apa keterima
atau ketolak ya.....semoga dapat menjadi renungan

Telah diceritakan oleh Ibnu al-Mubarak tentang seorang laki-laki yang
bernama Khalid bin Ma'dan, dimana ia pernah bertanya kepada Mu'adz bin
Jabal ra., salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, "Ya Mu'adz!
Ceritakanlah kepadaku suatu hadits yang telah engkau dengar langsung
dari Rasulullah SAW, suatu hadits yang engkau hafal dan selalu engkau
ingat setiap harinya disebabkan oleh sangat kerasnya hadits tersebut,
dan sangat halus dan mendalamnya hadits tersebut. Hadits yang manakah
yang menurut engkau paling penting?"



Kemudian, Khalid bin Ma'dan menggambarkan keadaan Mu'adz sesaat
setelah ia mendengar permintaan tersebut, "Mu'adz tiba-tiba saja
menangis sedemikian rupa sehingga aku menduga bahwa beliau tidak akan
pernah berhenti dari menangisnya. Kemudian, setelah beliau berhenti
dari menangisnya berkatalah Mu'adz":



"Baiklah aku akan menceritakannya, aduh betapa rinduku kepada

 Rasulullah SAW, ingin rasanya aku segera bersua dengan beliau"



Selanjutnya Mu'adz ra. mengisahkan sebagai berikut, "Ketika aku
mendatangi Rasulullah SAW, beliau sedang menunggangi unta dan beliau
menyuruhku untuk naik di belakang beliau. Maka berangkatlah aku
bersama beliau dengan mengendarai unta tersebut, sesaat kemudian
beliau menengadahkan wajahnya ke langit, kemudian beliau bersabda":



"Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang memberikan ketentuan
(qadha) atas segenap makhluk-Nya menurut kehendak-Nya, ya Mu'adz!".
Aku menjawab, "Labbaik yaa Sayyidal Mursaliin".



"Ya Mu'adz! Sekarang akan aku beritakan kepadamu suatu hadits yang
jika engkau mengingat dan tetap menjaganya maka (hadits) ini akan
memberi manfaat kepadamu di hadhirat Allah, dan jika engkau melalaikan
dan tidak menjaga (hadits) ini maka kelak di Hari Qiyamah hujjahmu
akan terputus di hadhirat Allah Ta'aala!"



"Ya Mu'adz!, sesungguhnya Allah Tabaaraka wa Ta'aala telah menciptakan
tujuh Malaikat sebelum Dia menciptakan tujuh lelangit dan bumi. Pada
setiap langit tersebut ada satu Malaikat yang menjaga khazanah, dan
setiap pintu dari pintu-pintu lelangit tersebut dijaga oleh seorang
Malaikat penjaga, sesuai dengan kadar dan keagungan (jalaalah) pintu
tersebut.



Maka naiklah al-Hafadzah (malaikat-malaikat penjaga insan) dengan
membawa amal perbuatan seorang hamba yang telah ia lakukan semenjak
subuh hari hingga petang hari, amal perbuatan tersebut tampak bersinar
dan menyala-nyala bagaikan sinar matahari, sehingga ketika al-Hafadzah
membawa naik amal perbuatan tersebut hingga ke Langit Dunia mereka
melipat gandakan dan mensucikan amal tersebut. Dan ketika mereka
sampai di pintu Langit Pertama, berkatalah Malaikat penjaga pintu
kepada al-Hafadzah: "Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah
pemiliknya! Akulah Shaahibul Ghiibah, yang mengawasi perbuatan ghiibah
(menggunjing orang), aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak
membiarkan amal ini melewatiku untuk menuju ke langit yang
berikutnya!"



Kemudian naiklah pula al-Hafadzah yang lain dengan membawa amal shalih
diantara amal-amal perbuatan seorang hamba, amal shalih itu bersinar
sehingga mereka melipat-gandakan dan mensucikan amal shalih tersebut.
Sehingga ketika amal tersebut sampai di Langit Kedua, berkatalah
Malaikat penjaga pintu kepada al_hafadzah: "Berhentilah kalian!
Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah pemiliknya, karena ia dengan
amalannya ini hanyalah menghendaki kemanfaatan duniawi belaka! Akulah
Malakal Fakhr, malaikat pengawas kemegahan, aku telah diperintah
Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal perbuatan ini melewatiku menuju ke
langit berikutnya, sesungguhnya orang tersebut senantiasa memegahkan
dirinya terhadap manusia sesamanya di lingkungan (majelis) mereka!".
Maka seluruh malaikat mela'nat orang tsb hingga petang hari.



Dan naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal seorang hamba yang lain,
amal tersebut demikian memuaskan dan memancarkan cahaya yang jernih
dari amalan shadaqah, shalat, shaum, dan berbagai amal bakti (al-birr)
yang lainnya. Kecemerlangan amal tersebut telah membuat al-Hafadzah
takjub melihatnya, mereka melipat-gandakan amal tersebut dan
mensucikannya, mereka diizinkan untuk membawanya. Hingga sampailah
mereka di Langit Ketiga, maka berkatalah Malaikat penjaga pintu kepada
al-Hafadzah: "Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal ini ke wajah
pemiliknya! Akulah Shaahibil Kibr, malaikat pengawas kesombongan, aku
telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal perbuatan
seperti ini lewat dihadapanku menuju ke langit berikutnya!
Sesungguhnya pemilik amal ini telah berbuat takabbur di hadapan
manusia di lingkungan (majelis) mereka!"



Kemudian naiklah al-Hafadzah yang lainnya dengan membawa amal seorang
hamba yang sedemikian cemerlang dan terang benderang bagaikan
bintang-bintang yang gemerlapan dan bagaikan kaukab yang diterpa
cahaya.  Kegemerlapan amal tersebut berasal dari tasbih, shalat,
shaum, haji dan umrah. Diangkatlah amalan tersebut hingga ke Langit
Keempat, dan berkatalah Malaikat penjaga pintu langit kepada
al-Hafadzah: "Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal ini ke wajah,
punggung, dan perut dari si pemiliknya! Akulah Shaahibul 'Ujbi,
malaikat pengawas 'ujub (mentakjubi diri sendiri), aku telah
diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amalan seperti ini
melewatiku menuju ke langit berikutnya! Sesungguhnya si pemilik amal
ini jika mengerjakan suatu amal perbuatan maka terdapat 'ujub(takjub
diri) didalamnya!"



Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal seorang hamba hingga
mencapai ke Langit Kelima, amalan tersebut bagaikan pengantin putri
yang sedang diiring diboyong menuju ke suaminya. Begitu sampai ke
pintu langit kelima, amalan yang demikian baik berupa jihad, haji dan
umrah tersebut cahayanya pun menyala-nyala bagaikan sinar matahari.
Maka berkatalah malaikat penjaga pintu kepada al-Hafadzah:
"Berhentilah kalian! Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah
pemiliknya dan pikulkanlah pada pundaknya! Akulah Shaahibul Hasad,
malaikat pengawas hasad (iri dengki), sesungguhnya pemilik amal ini
senantiasa menaruh rasa dengki (hasad) dan iri hati terhadap sesama
yang sedang menuntut ilmu, dan terhadap sesama yang sedang beramal
yang serupa dengan amalannya, dan ia pun juga senantiasa hasad kepada
siapapun yang berhasil meraih fadhilah-fadhilah tertentu dari suatu
ibadah dengan berusaha mencari-cari kesalahannya! Aku telah diperintah
oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amalan seperti ini melewatiku
untuk menuju ke langit berikutnya!"



Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang
hamba yang memancarkan cahaya yang terang benderang seperti cahaya
matahari, yang berasal dari amalan menyempurnakan wudhu, shalat yang
banyak, zakat, haji, umrah, jihad, dan shaum. Amal perbuatan ini
mereka angkat hingga mencapai Langit Keenam. Maka berkatalah malaikat
penjaga pintu langit keenam kepada al-Hafadzah: "Berhentilah kalian!
Pukulkanlah amal perbuatan ini ke wajah si pemiliknya, sesungguhnya
sedikitpun ia tidak berbelas kasih kepada siapapun dari hamba-hamba
Allah yang sedang ditimpa musibah (balaa') atau ditimpa sakit, bahkan
ia merasa senang dengan hal tersebut! Akulah Shaahibur-Rahmah,
malaikat pengawas sifat rahmah (kasih sayang), aku telah diperintahkan
Rabb-ku untuk tidak membiarkan amal perbuatan seperti ini melewatiku
menuju ke langit berikutnya!"



Dan naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang hamba
yang lain berupa shaum, shalat, nafaqah, jihad, dan wara'(memelihara
diri dari perkara-perkara yang haram dan subhat/meragukan). Amalan
tersebut mendengung seperti dengungan suara lebah dan bersinar seperti
sinar matahari. Dengan diiringi oleh tiga ribu malaikat, diangkatlah
amalan tersebut hingga mencapai Langit Ketujuh. Maka berkatalah
malaikat penjaga pintu langit ketujuh kepada al-Hafadzah: "Berhentilah
kalian! Pukulkanlah amalan ini ke wajah pemiliknya, pukullah anggota
badannya dan siksalah hatinya dengan amal perbuatannya ini! Akulah
Shaahibudz-Dzikr, malaikat pengawas perbuatan mencari nama-diri (ingin
disebut-sebut namanya), yakni sum'ah (ingin termashur), aku yang akan
menghijab dari Rabb-ku segala amal perbuatan yang dikerjakan tidak
demi mengharap Wajah Rabb-ku! Sesungguhnya orang itu dengan amal
perbuatannya ini lebih mengharapkan yang selain Allah Ta'aala, ia
dengan amalannya ini lebih

 mengharapkan ketinggian posisi (status) di kalangan para fuqaha (para
ahli), lebih mengharapkan penyebutan-penyebutan (pujian-pujian) di
kalangan para ulama, dan lebih mengharapkan nama baik di masyarakat
umum! Aku telah diperintah oleh Rabb-ku untuk tidak membiarkan amalan
seperti ini lewat dihadapanku! Setiap amal perbuatan yang tidak
dilakukan dengan ikhlash karena Allah Ta'aala adalah suatu perbuatan
riya', dan Allah tidak akan menerima segala amal perbuatan orang yang
riya'!"



Kemudian naiklah al-Hafadzah dengan membawa amal perbuatan seorang
hamba berupa shalat, zakat, shaum, haji, umrah, berakhlak baik, diam,
dan dzikrullah Ta'aala. Seluruh malaikat langit yang tujuh
mengumandang-kumandangkan pujian atas amal perbuatan tersebut, dan
diangkatlah amalan tersebut dengan melampaui seluruh hijab menuju ke
hadhirat Allah Ta'aala. Hingga sampailah dihadhirat-Nya, dan para
malaikat memberi kesaksian kepada-Nya bahwa ini merupakan amal shalih
yang dikerjakan secara ikhlash karena Allah Ta'aala.



Maka berkatalah Allah Ta'aala kepada al-Hafadzah, "Kalian adalah para
penjaga atas segala amal perbuatan hamba-Ku sedangkan Aku adalah
ar-Raqiib, Yang Maha Mengawasi atas segenap lapisan hati sanubarinya!
Sesungguhnya ia dengan amalannya ini tidaklah menginginkan-Ku dan
tidaklah mengikhlashkannya untuk-Ku! Amal perbuatan ini ia kerjakan
semata-mata demi mengharap sesuatu yang selain Aku! Aku yang lebih
mengetahui ihwal apa yang diharapkan dengan amalannya ini! Maka
baginya la'nat-Ku, karena ini telah menipu orang lain dan telah menipu
kalian, tapi tidakklah ini dapat menipu-Ku! Akulah Yang Maha
Mengetahui perkara-perkara yang ghaib, Maha Melihat segala apa yang
ada di dalam hati, tidak akan samar bagi-Ku setiap apa pun yang
tersamar, tidak akan tersembunyi bagi-Ku setiap apa pun yang
bersembunyi! Pengetahuan-Ku atas segala apa yang akan terjadi adalah
sama dengan Pengetahuan-Ku atas segala yang baqa (kekal),
Pengetahuan-Ku tentang yang awal adalah sama dengan Pengetahuan-Ku
tentang yang akhir! Aku lebih mengetahui perkara-perkara yang rahasia

 dan lebih halus, maka bagaimana Aku dapat tertipu oleh hamba-Ku
dengan ilmunya? Bisa saja ia menipu segenap makhluk-Ku yang tidak
mengetahui, tetapi Aku Maha Mengetahui Yang Ghaib, maka baginya
la'nat-Ku!"



Maka berkatalah malaikat yang tujuh dan 3000 malaikat yang mengiringi,
"Yaa Rabbanaa, tetaplah la'nat-Mu baginya dan la'nat kami semua
atasnya!", maka langit yang tujuh beserta seluruh penghuninya
menjatuhkan la'nat kepadanya.



Setelah mendengar semua itu dari lisan Rasulullah SAW maka menagislah

 Mu'adz dengan terisak-isak, dan berkata, "Yaa Rasulullah, engkau
adalah utusan Allah sedangkan aku hanyalah seorang Mu'adz, bagaimana
aku dapat selamat dan terhindar dari apa yang telah engkau sampaikan
ini?"



Berkatalah Rasulullah SAW, "Yaa Mu'adz, ikutilah Nabi-mu ini dalam
soal keyakinan sekalipun dalam amal perbuatanmu terdapat kekurangan.
Yaa Mu'adz, jagalah lisanmu dari kebinasaan dengan meng-ghiibah
manusia dan meng-ghiibah saudara-saudaramu para pemikul Al-Qur'aan.
Tahanlah dirimu dari keinginan menjatuhkan manusia dengan apa-apa yang
kamu ketahui ihwal aibnya, janganlah engkau mensucikan dirimu dengan
jalan menjelek-jelekan saudara-saudaramu, janganlah engkau meninggikan
dirimu dengan cara merendahkan saudara-saudaramu,pikullah sendiri
aib-aibmu dan jangan engkau bebankan kepada orang lain"



"Yaa Mu'adz, janganlah engkau masuk kedalam perkara duniamu dengan
mengorbankan urusan akhiratmu, janganlah berbuat riya' dengan
amal-amalmu agar diketahui oleh orang lain, dan janganlah engkau
bersikap takabbur di majelismu sehingga manusia takut dengan sikap
burukmu!"



"Janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang sementara di

 hadapanmu ada orang lain. Janganlah engkau mengagung-agungkan dirimu
dihadapan manusia, karena akibatnya engkau akan terputus dari kebaikan
dunia dan akhirat. Janganlah engkau berkata kasar di majelismu, dan
janganlah engkau merobek-robek manusia dengan lisanmu sebab akibatnya
di Hari Qiyamah kelak tubuhmu akan dirobek-robek oleh anjing-anjing
neraka Jahannam!"



"Yaa Mu'adz, apakah engkau memahami makna Firman Allah Ta'aala: 'Wa

 naasyithaati nasythan!' ('Demi yang mencabut/menguraikan dengan
sehalus-halusnya!', An-Naazi'aat QS.[79]:2)? Aku berkata, "Demi
bapakku, engkau, dan ibuku! Apakah itu yaa Rasulullah?"



Rasulullah SAW bersabda, "Anjing-anjing di dalam Neraka yang
mengunyah-ngunyah daging manusia hingga terlepas dari tulangnya!"



Aku berkata, "Demi bapakku, engkau, dan ibuku! Yaa Rasulullah,
siapakah manusia yang bisa memenuhi seruanmu ini sehingga terhindar
dari kebinasaan?"

Rasulullah SAW menjawab, "Yaa Mu'adz, sesungguhnya hal demikian itu

 sangat mudah bagi siapa saja yang diberi kemudahan oleh Allah
Ta'aala, dan untuk memenuhi hal tersebut tadi maka cukuplah engkau
mencintai orang lain akan dapat meraih sesuatu yang engkau sendiri
cinta untuk dapat meraihnya bagi dirimu, dan membenci orang lain akan
ditimpa oleh sesuatu sebagaimana engkau benci jika hal itu menimpa
dirimu sendiri, maka dengan itu wahai Mu'adz engkau akan selamat dan
pasti dirimu akan terhindar!"

Khalid bin Ma'dan berkata, "Sayyidina Mu'adz bin Jabal ra. sangat
sering membaca hadits ini sebagaimana seringnya beliau membaca
Al-Qur'aan, dan sering mempelajari hadits ini sebagaimana seringnya
beliau mempelajari Al-Qur'aan di dalam majelisnya".

ehem...lagi jadi sahabat sahabat AMAL IBADAH KITA DI TENTUKAN ALLAH
....silahkan kita menjaga diri dari penyakit...penyakit yang merusak
amal kita ...sungguh jangan lah bangga ...terhadap pengetahuan
kita...jadilah tangan ...tangan rahmat Allah di muka bumi ini





On 9/5/07, Herlan Selaso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Saya setuju dengan ikhwan Sulaiman Jasa
>
> Semoga kita semua akan selalu istiqomah mengikuti sunnah Rosulullah,,
> aaaaamiin.
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* [email protected] [mailto:
> [EMAIL PROTECTED] *On Behalf Of *Trisno Su
> *Sent:* Monday, September 03, 2007 12:12 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* [mediamusliminfo] Balasan: [mediamusliminfo] Balasan:
> [mediamusliminfo] Balasan: [mediamusliminfo] nisfu sa'ban
>
>
>
> Afwan, ana nimbrung nih...
>
>
>
> Di dalam Ushul Fiqih berlaku ka'idah sbb:
>
>
>
> *Semua ibadah ritual itu hukumnya HARAM, kecuali ada dalil yang
> memerintahkannya. *
>
> *Sedangkan segala mu'amalah itu hukumnya mubah ( boleh ) kecuali ada dalil
> yang melarangnya.*
>
>
>
> Jadi jelasnya, jangan sampai kita menambah-nambah dalam urusan ibadah
> ritual selagi tidak ada dalil yang mewajibkannya, karena hal yang demikian
> itu HARAM.
>
>
>
> Sekian komentar ana, mudah-mudahan ada manfaatnya.
>
> Mohon koreksi bila ada kesalahan.
>
>
>
> Jazakumullah...
>
>
>
>
>
> *Sulaiman Jasa <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>  assalamu 'alaikum wr. wb.
>
>
>
> apakah semua penambahan dalam hal agama itu buruk?
>
> tolong beri dasar yang kuat.
>
>
>
> wassalamu 'alaikum wr. wb
>  ------------------------------
>
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.answers.yahoo.com/>
> </FONT
>  ------------------------------
>
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http:/id.answers.yahoo.com/>
> </FONT
>
>
> >
>


-- 
lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke