Cerita Dari Sekolah Hapalan Quran Anak 
Balita<http://bundakirana.multiply.com/journal/item/10/Cerita_Dari_Sekolah_Hapalan_Quran_Anak_Balita>

Sumber : 
http://bundakirana.multiply.com/journal/item/10/Cerita_Dari_Sekolah_Hapalan_Quran_Anak_Balita

Namanya Muhammad Husain Tabatabai. Dalam usianya yang baru lima tahun (sekarang 
sih, mungkin 13 thn-an), dia sudah menghapal seluruh isi Al Quran, plus dengan 
artinya. Bak komputer, ia mampu menyebutkan ayat pertama dari setiap halaman Al 
Quran, baik berurutan dari depan ke belakang, atau dari belakang ke depan. Dia 
mampu membacakan ayat-ayat dalam satu halaman secara mundur (dari ayat terakhir 
hingga ayat pertama). Dia mampu menjawab pertanyaan "Apa bunyi ayat dari surat 
sekian, ayat sekian? " atau sebaliknya, "Ayat ini berasal dari surat mana, ayat 
berapa?" Dia bisa menjawab pertanyaan tentang topik-topik ayat, misalnya 
"Sebutkan semua ayat dalam Al Quran yang berhubungan dengan Isa bin Maryam." 
Pada usia enam tahun, dia mendapat gelar Dr. HC dari sebuah universitas Islam 
di London.

Ketika saya mengandung Kirana, saya dan suami telah bercita-cita memasukkan 
anak kami ke Jamiatul Quran, sebuah sekolah hapalan Quran untuk anak-anak yang 
didirikan oleh ayahanda Muhammad Husain Tabatabai, setelah beliau berhasil 
mendidik anaknya menjadi hafiz Quran. Akhirnya, ketika Kirana berumur empat 
tahun, cita-cita itu tercapai. Sejak empat bulan yang lalu, Kirana mulai 
belajar di Jamiatul Quran. Inilah sekelumit cerita tentang sekolah itu:

Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini, tidak disuruh langsung menghapal 
juz'amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar kepada mereka, 
misalnya, gambar anak lagi cium tangan ibunya, (di rumah, anak disuruh mewarnai 
gambar itu). Lalu, guru cerita tentang gambar itu (jadi anak harus baik...dll). 
Kemudian, si guru mengajarkan ayat "wabil waalidaini ihsaana/Al Isra:23" dengan 
menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu), misalnya, "walidaini", 
isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan 
ayah). Jadi, anak-anak mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat 
tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg 
diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka 
belajar membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz'amma.

Suasana kelas juga semarak banget. Sejak anak masuk ke ruang kelas, sampai 
pulang, para guru mengobral pujian-pujian (sayang, cantik, manis, pintar...dll) 
dan pelukan atau ciuman. Tiap hari (sekolah ini hanya 3 kali seminggu) selalu 
ada saja hadiah yang dibagikan untuk anak-anak, mulai dari gambar tempel, 
pensil warna, mobil-mobilan, dll. Habis baca doa, anak-anak diajak senam, baru 
mulai menghapal ayat. Itupun, sebelumnya guru mengajak ngobrol dan anak-anak 
saling berebut memberikan pendapatnya. (Sayang Kirana karena masalah bahasa, 
cenderung diam, tapi dia menikmati kelasnya). Setelah berhasil menghapal satu 
ayat, anak-anak diajak melakukan berbagai permainan. Oya, para ibu juga duduk 
di kelas, bersama anak-anaknya. Kelas itu durasinya 90 menit .

Hasilnya? Wah, bagus banget! Ketika melihat saya membuka keran air terlalu 
besar, Kirana akan nyeletuk, "Mama, itu israf (mubazir)!" (Soalnya, gurunya 
menerangkan makna surat Al A'raf :31 "kuluu washrabuu walaatushrifuu/makanlah 
dan minumlah, dan jangan israf/berlebih-lebihan). Waktu dia lihat TV ada polisi 
mengejar-ngejar penjahat, dia nyeletuk "Innal hasanaat yuzhibna sayyiaat/ 
Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan" (Hud:114). Teman saya 
mengeluh (dengan nada bangga) bahwa tiap kali dia ngobrol dgn temannya ttg 
orang lain, anaknya akan nyeletuk "Mama, ghibah ya?" (soalnya, dia sudah 
belajar ayat "laa yaghtab ba'dhukum ba'dhaa"). Anak saya (dan anak-anak lain, 
sesuai penuturan ibu-ibu mereka), ketika sendirian, suka sekali mengulang-ulang 
ayat-ayat itu tanpa perlu disuruh. Ayat-ayat itu seolah-olah menjadi bagian 
dari diri mereka. Mereka sama sekali tidak disuruh pakai kerudung. Tapi, 
setelah diajarkan ayat tentang jilbab, mereka langsung minta sama ibunya untuk 
dipakaikan jilbab. Anak saya, ketika ingkar janji (misalnya, janji tidak main 
keluar lama-lama, ternyata mainnya lama), saya ingatkan ayat "limaa taquuluu 
maa laa taf'alun" ...dia langsung bilang "Nanti nggak gitu lagi Ma...!" 
Akibatnya, jika saya mengatakan sesuatu dan tidak saya tepati, ayat itu pula 
yang keluar dari mulutnya!

Setelah bertanya pada pihak sekolah, baru saya tahu bahwa metode seperti ini 
tujuannya adalah untuk menimbulkan kecintaan anak-anak kepada Al Quran. 
Anak-anak balita itu di masa depan akan mempunyai kenangan indah tentang Al 
Quran. Di Iran, gerakan menghapal Quran untuk anak-anak kecil memang 
benar-benar digalakkan. Setiap anak penghapal Quran dihadiahi pergi haji 
bersama orangtuanya oleh negara dan setiap tahunnya ratusan anak kecil di bawah 
usia 10 tahun berhasil menghapal Al Quran (baik berasal dari Jamiatul Quran, 
maupun sekolah-sekolah lain). Salah satu tujuan Iran dalam hal ini (kata salah 
seorang guru) adalah untuk menepis isu-isu dari musuh-musuh Islam yang ingin 
memecah-belah umat muslim, yang menyatakan bahwa Quran-nya orang Iran itu lain 
daripada yg lain. Sepertinya, saya memang harus bersyukur bahwa Kirana memiliki 
kesempatan untuk bergabung dalam gerakan menghapal Quran ini.




____________________________________________________
[cid:B2A0A952-A727-4371-AC5D-F87F4229CA39]<http://www.incredimail.com/redir.asp?ad_id=309&lang=9>
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click 
Here<http://www.incredimail.com/redir.asp?ad_id=309&lang=9>
---
The information contained in this communication (including any attachments) is 
privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under 
applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by 
the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee 
indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to 
such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, 
circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.

We apologize if you have received this communication in error; kindly inform 
the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any 
record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give 
or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that 
do not relate to our official business.

---
The information contained in this communication (including any attachments) is 
privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under 
applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by 
the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee 
indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to 
such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, 
circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.

We apologize if you have received this communication in error; kindly inform 
the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any 
record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give 
or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that 
do not relate to our official business.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: IMSTP.gif>>

Kirim email ke