Assalaamu `alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.
Ana lahir 1982 waktu itu ana masih menjabat sebagai ketua biro jodoh sakinah.
Diantara sekian banyak peserta hanya satu yang benar-benar menyukai untuk
belajar agama. Dia tidak cantik, umurnya lebih tua dari ana (kelahiran 1976).
Tapi ana ingat hadits Rasulullah Sholallohu `alaihi wa Sallam: Dinikahi wanita
itu karena 4 perkara: karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan karena
agamanya.Maka hari ahad pagi ana langsung ajak nikah dia via sms: "Apakah ukhty
bersedia menikah denan ana, kalo bersedia bagaimana kalau Ahad depan kita
menikah. Tapi ana cuman punya 700 rb. Ukhty punya mahrom ga di Bandung ini?"
Alhamdulillah ana melakukan tekad ini setelah ana shalat istikoroh terlebih
dahulu: Karena Rasululloh bersabda: Idza Hamma ahadukum fal yarka` rok`atain
min ghoiril faridloh Tsumma Yaquul : "Allohumma inni astakhiiruka bi `ilmika,
wa astaqdiruka bi qudrotika wa as'aluka min fadl-likal `adziimi. Fa 'innaka
taqdiru walaa 'aqdiru, wata`lamu walaa 'a`lamu.Wa anta `allaamul ghuyub.
Allohumma inkunta ta`lamu anna hadzal amro khoirun lii fii diinii wa ma`aasyii
wa 'aaqibatu 'amrii `aajilihi wa 'aajilihi faqdurhulii wa yassirhulii tsumma
baariklii fiihi. Wa 'inkunta ta`lamu 'anna haadzal amro syarrun lii fii diinii
wa ma`aasyii `aa jilihi wa 'aajilihi fasrifhu `annii wasrifnii `anhu
waqdurliyal khoiro haytsukaana tsummardlinii bih."
Artinya: Rasululloh bersabda: (Jika salah seorang telah bertekad tentang
sesuatu, hendaklah ia sholat 2 rokaat kemudian berdoa': "Yaa Alloh sesungguhnya
aku beristikhoroh (meminta jalan terbaik) dengan `ilmu-Mu, dan aku meminta
taqdir terbaik dengan ketetapan-Mu, dan aku meminta kebaikan dari Keutamaan dan
Keagungan-Mu. Karena sesungguhnya hanya Engkaulah yang memutuskan dan dan
bukanlah aku yang dapat memutuskan, dan Engkaulah yang Maha Tahu dan aku tidak
mengetahuinya, dan Engkaulah Yang Maha Tahu tentang hal ghoib. Yaa Allah,
bilakah Engkau mengetahui tentang perkara ini (sebutkan perkara yang akan kita
tuju, boleh dengan bahasa indonesia, karena Allah mengenal semua bahasa:
contohnya; "yaitu menikahi si fulaanah, dan membeli baju, dll) adalah baik
untuk agamaku dan untuk hidupku dan baik pula akhir akibatnya maka kumohon
taqdirkanlah untukku dan permudahlah untukku dan barokahkanlah pada perkara
ini. Dan bilakah Engkau mengetahui bahwa perkara ini
(disini tidak perlu disebutkan lagi perkaranya, karena telah disebutkan
sebelumnya) buruk untuk agamaku dan untuk hidupku dan buruk diakhirnya maka
jauhkanlah dariku dan jauhkanlah aku dari perkara ini dan taqdirkanlah yang
terbaik lainnya untukku kemudian ridloilah dengannya.")
Maka wanita yang aku idamkan tersebut menerimaku dan hari rabu kami pergi ke
Baladul Asnaam (Negeri Berhala);Borobudur; ke keluarganya. Dan alhamdulillah
ana diterima kemudian hari ahad jam 7.00 WITA ana menikah.
Telah 2 tahun kami menikah dan ana dapati cinta itu datang setelahnya padahal
sebelumnya ana tidak mencintainya sama sekali. Dan ia menjadi Qurrotu A`yun
(Penyejuk Mata) bagi saya. Hadzaa Amruul `Adziim (Ini adalah perkara besar bagi
ana).Dan alhamdulillah (segala puji bagi Alloh) ana tidak mendapati
permasalahan-permasalahan seperti orang-orang yang telah berkonsultasi tentang
keretakan rumah tangganya kepada ana sewaktu ana masih menjadi konsultan Biro
Jodoh Sakinah seblum ana menikah dulu.
Ana ingin berpesan kepada: Ikhwan wa Akhwaaati fillaah (Saudara dan saudariku
di jalan Alloh): "Jauhilah pacaran karena Alloh dan Rosul nya telah
melarangnya". Tata cara yang benar adalah dengan ta`aruf yaitu memperkenalkan
diri antara lelaki dan wanita dengan di dampingi mahrom yang laki-laki. (bukan
di dampingi oleh murobbi, dan bukan pula di dampingi oleh mahrom yang wanita).
Hal ini telah jelas dari penjelasan Salaafush Shoolih Kita (yaitu; 1.Shohabat,
2.Taabi`uun (murid-murid para shahabat, generasi kedua dalam islam), 3.Taabi`ut
Taabi`iin (murid-murid Taabi`uun, generasi ke3 dalam islam). Karena merekalah
yang telah ditazkiyah oleh Rosululloh untuk diikuti, yang mana Rosululloh
bersabda: "Khoirukum qornii tsummal Ladziina yaluunahum tsummal ladziina
yaluunahum"
("Sebaik-baik generasi adalah generasiku (yakni generasi para shohabat yang
Rosul hidupdi dalamnya), kemudian setelahnya (yaitu Taabi'un, orang-orang yang
berguru kepada para shohabat dan tidakmenjumpai Rsululloh), kemudian setelahnya
(yaitu Taabi`ut Taabi`iin (orang-orang yang berguru kepada Taabi`in dan tidak
pernah bertemu Para Shahabat).")
Sehingga dalam memahami suatu dalil, kita tidak menyimpang karena yang lebih
memahami ucapan,perbautan dan taqrir rosululloh hanyalah mereka; dikarnakan
mereka berguru langsung kepada ahlinya yaitu Rosululloh. Lansung berguru pada
sumber pemahaman aslinya.
Bahkan Al-Imam Asy-Syafi`iy Rohimahulloh berkata: "Jika kalian dapati pada
kitabku sesuatu yang ternyata Kitab dan Sunnah berbeda pendapat denganku, maka
ambillah Kitab dan Sunnah dan campakkanlah pendapatku itu."
Imam Malik berkata: " Setiap bani adam mempunyai kesalahan, maka tidak halal
bagi seseorang untuk mengambil pendapatku sedang dia tidak tahu dari mana aku
mengambilnya (dalam kata lain dia tidak tahu dalil yang aku pegang).
Imam Ahmad berkata: "Janganlah kalian taqlid kepada AtsTsauri, jangan pula
taqlid kepada Maliki ataupun Syafi`i. Tapi hendaklah kalian mengambil dalil
darimana mereka mengambilnya."
Jadi yang jadi pegangan itu adalah dalil yang mana pemahaman dalil itu dapat
kita ambil dari pemahaman 3 generasi terbaik umat.
Kita tidak bisa kata Hasan Al-Banna (Pendiri Ikhwanul Muslimin) selalu benar
dan kita tidak bisa katakan Tuan Hasan (Pendiri Persis) selalu benar dan kita
juga tidak bisa katakan Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi (Pendiri Jamaa`atut
Tabligh) selalu benar, ataupun An-Nabhani (Pendiri Hizbuttahrir), ataupun KH.
Ahmad Dahlan (Pelopor Muhammadiyyah), ataupun KH. Wahid Hasyim (Pelopor NU)
selalu benar. Kebenaran itu hanyalah ada pada Al-Kitab & As-Sunnah dengan
pemahaman para shahabat. Sehingga yang menyimpang dari pemahaman Shahabat
adalah salah karena pemahaman mereka adalah pemahaman Rosululloh, Rosululloh
langsung yang mentarbiyyah mereka, dan menggembleng habis-habisan agar mereka
tidak berbuat bid`ah dalam agama di muka bumi.
Rosululloh mewanti-wanti kepada para shahabatnya: "Waiyyakum wa muhdatsatil
`Umur. Fainna kulla muhdatsatin Bid`ah. Wa kullah Bid`atin dlolalaalah. Wa
kullaa dlolaalatin finnar."
("Hati-hatilah kalian dari perkara baru dalam agama. Karena sesungguhnya
perkara baru dalam agama (yang tidak pernah aku ajarkan) itu adalah bid`ah. Dan
setiap bid`ah itu adalah sesat dan setiap kesesatan tempanya hanyalah Neraka.")
Imam Samudra adalah salah satu orang terbodoh dalam agama zaman ini. Karena ia
menafsirkan ayat Alloh : "Famaalam yahkum bimaa anzalalloh fa'ulaaika
humulkaafiruun".
("Maka barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Alloh, maka merelah
orang-orang yang melakukan kekufuran").
Imam Samudra berpendapat "kekufuran di sini adalah kekafiran".
Dan ini jelas menyelisihi pemahaman salafus sholih kita.
Dulu ada seorang gubernur very super jahat bernama Al-Hajjaj. Dia akan membunuh
setiap orang yang menasihatinya, bahkan shahabat yang masih hiduppun dia bunuh,
dan dia pernah membolehkan berzina selam 3 hari pada para pengawalnya : "Aku
tahu berzina itu harom, tapi aku tidak akan menangkap orang yang berzina selama
3 hari ini.". Kemudian orang-orang khowarij membujuk Shahabat yang masih hidup
saat itu untuk memberontak Tapi apa jawaban shabat tersebut:"Aku ingat pada
ucapan Rosululloh:" Akan ada penguasa-penguasa yang kalian tidak ridlo terhadap
mereka dan merekapun tidak ridlo terhadap kalian." Kemudian kami bertanya:"Yaa
Rosululloh bolehkah kami memberontak?", "Tidak, selama mereka tidak kafir".
Dalam riwayat lain: "Tidak, selama masih sholat".
Sehingga shahabat itupun dan shahabat yang lainnya tidak ada yang mau
memberontak dan mereka terus menasihati kepada Al-Hajjaj walaupun mereka tahu
akan dibunuh, dikarenakan Al-Hajjaj masih sholat, dan dia tidak kafir. Dia
memang tidak berhukum dengan hukum Allah tapi dia tidak menyebutkan yang harom
itu halal, dia tidak menghalalkan zinaa.
Dan telah maklum dari kitab-kitab para ulama salaf.Seperti Kitab Shohih
Al-Bukhori, Shohih Muslim, Kutubussitah dan lainnya. Mereka menjelaskan dari
ayat dan penjelasan pada shahabat maka "Kufur" dalam ayat ini ada 2: Kufrun
Bikufrin (Kufur yang sampai mengkafirkan), dan Kurrun duuna kufrin (Kufur yang
tidak mengkafirkan).
Amrozi, Imam Samudra telah mengkafirkan presiden-presiden kita dalam keadaan
mereka masih tahu presiden-presiden kita ini masih sholat. Gak pernah liat gitu
Suharto, Habibi, SBY sholat `Idul Fitri, Jum`at dan sholat-sholat lainnya.
Bahkan diantara mereka membantu mendirikan masjid dan yayasan-yayasan sosial?
Harusnya mereka mempelajari dulu Nawaaqidul Islam yang 10 (Pembatal-pembatal
Islam yang 10), beserta dalil-dalilnya. Saya gak yakin Imam Samudra udah
namatin baca Shohih Bukhori. Saya juga mantan NII tapi dah TOBAT.
Oh ya kembali ke permasalahan pernikahan, sholat istikhoroh dilakukan bukan
ketika ada dua pilihan, yang benar sesuai dengan dalil di atas sholat
istikhoroh dilkukan ketika telah benar-benar memilih suatu perkara yang telah
di tentukan. Maka jika masih bimbang belum disyari`atkan untuk sholat
istikhoroh. Para Ulama memberi penjelasan :"Bahkan hendaknya seseorang itu
sholat terlebih dahulu ketika akan membeli sendal.
2 Oktober 2007 ini, telah 2 tahun 3 bulan 13 hari ana menikahinya. Dan ana
melihat kecantikannya demi Allah. Dia menjadi cantik padahal ana tidak
menganggapnya cantik dulu. Dan iapun awet muda. Aku sakiinah bersamanya. Ini
semua mungkin karena ketakwaannya. Dan mungkin pula karena ketaatannya. Dan ia
selalu menundukkan pandangan apabila bertemu laki-laki lain di mana saja ia
berada. Bahkan hafalan qur`annya telah bertambah +/- 2 Juz diluar dari
dugaanku. Dan mungkin pula karena ana selalu mendo`akannya agar menjadi cantik
dan awet muda serta sholihah.
Tips:
Ingin mendapatkan seorang yang sholih maka jadilah ukhti menjadi seorang yang
sholihah juga. Dan hafallah Al-Qur`an. Dia bukan pajangan; Dia berisi
hukum-hukum kehidupan. Bahkan di dalamnya terdapat tips-tips untuk mendapatkan
keuntungan dalam perniagaan. Baca dan pelajarilah. Dan jangan melakukan
kebid`ahan, cari dalil dari setiap ibadah kita, karena setiap ibadah yang
bid`ah (tidak ada contohnya) balasannya adalah api....api apa???....Ya Api
Neraka.
Semoga risalah ini bermanfaat bagi kita semua. Nastagfiiruka wa Natuubu Ilaik
(Kami meminta ampunan-Mu dan Kami bertobat kepada-Mu).
Subhanakallohumma wabihamdika, Asyhadu allaa ilaaha ilaa anta astagfiruka
waatuubu ilaik.
Wasalaamu`alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.
Bila diantara antum ada yang bernama Siti Komala, yang pernah ana pinjam uang
dulu untuk menikah toloh menghubungi e-mail ana. Ana ingin bayar hutang.
Jazaakumullohu Khoiron. (Tidak pakai "Katsiron" karena didalilnya yang
diajarkan Rosululloh cuman sampai "Khoiron" gak pake "Katsiron".)
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel,
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---