Al-Qiyadah Al-Islamiyah, SESAT !
Juli 30th, 2007 
Permurtadan Dibalik 

Al-Qiyadah Al-Islamiyah

Oleh : Abu Salma Mohammad Fachrurozi

Al-hamdulillah pada Ahad, 29 Juli 2007 saya dapat menghadiri tablig akbar di 
Masjid Kampus UGM Jogjakarta, dengan tema Pemurtadan Dibalik Al-Qiyadah 
Al-Islamiyah. Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Asy-Syariah ini 
menghadirkan pemateri Al Ustadz Abu Abdillah Luqman bin Muhammad Baabduh di 
samping itu dihadirkan pula saksi-saksi yang menjelaskan keberadaan kelompok / 
aliran sesat menyesatkan yang menganggap pemimpinnya adalah Rasul Baru yang 
bernama Al-Masih Al-Maulud.

Sekilas Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Kelompok ini aliran baru yang muncul di Jakarta dan mulai perengahan 2006 
tercium menyebarkan keyakinannya di kota gudeg Jogjakarta dengan obyek dakwah 
utama adalah para mahasiswa yang secara umum mereka adalah intelektual dalam 
dunia ilmu pengetahuan, biasa menggunakan akalnya dalam mengambil 
simpulan-simpulan.

Dari penjelasan para saksi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Al-Qiyadah 
Al-Islamiyah memiliki ajaran-ajaran yag jauh menyimpang dari pokok-pokok Ajaran 
Islam, antara lain :

  1.. Mereka menghilangkan Rukun Islam yang telah dipegangi oleh seluruh Kaum 
Muslimin dan jelas-jelas bersumber dari hadits-hadits Rasulullah yang 
diriwayatkan oleh para ulama ahli hadits yang diterima oleh seluruh kaum 
uslimin dari kalangan ahlussunnah (Suni) 
  2.. Mereka menganggap bahwa pimpinannya adalah Rasulullah yaitu bernama 
Al-Masih Al Maulud (Al Masih yang dijanjikan /dilahirkan) 
  3.. Menghilangkan syariat sholat lima waktu dalam sehari semalam, dengan 
diganti sholat lail, mereka mengatakan bahwa dalam dunia yang kotor (belum 
menggunakan syariat Islam-penulis) seperti ini tidak layak kaum muslimin 
melakukan sholat lima waktu. 
  4.. Menganggap orang yang tidak masuk kepada kelompoknya dan mengakui bahwa 
pemimpin mereka adalah Rasul adalah orang musyrik. Hal ini sesuai yang di 
ungkapkan oleh seorang saksi yang anak kandungnya sampai saat ini setia dan 
mengikuti kajian-kajian kelompok ini. Anak kesayangannya tersebut tidak mau 
pulang ke rumah bersama kedua orang tua karena menganggap kedua orangtuanya 
musyrikin. 
  5.. Dalam dakwah, mereka menerapkan istilah sittati aiyyam (enam hari) yang 
mereka terjemahkan menjadi enam tahapan, yaitu : 
    1.. Sirron (Diam-diam / Sembunyi-sembunyi / Bergerilya - penulis) 
    2.. Jahron (Terang-terangan) 
    3.. Hijrah 
    4.. Qital 
    5.. Futuh (Meniru NAbi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam, membuka Mekah 
- Penulis) 
    6.. Khilafah 
Tampak dari enam tahapan ini mereka mencoba mengaplikasikan tahapan dakwah 
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam dalam berdakwah di jazirah Arab dahulu.

Bantahan terhadap kelompok ini.

Salah satu kelebihan Ahlussunnah dan para pengusungnya adalah kepedulian mereka 
terhadap penyimpangan-penyimpangan ajaran Islam yang lurus, mereka selalu tapil 
di garda depan menjelaskan kekeliruan-kekeliruan faham yang tersebar di 
kalangan kaum muslimin. Al hamdulillah dalam kesibukan yang menyita Al Ustadz 
Abu Abdillah Luqman bin Muhammad Baabduh menyempatkan diri hadir ke Jogja untuk 
menjelaskan syubhat-syubhat murahan yang berusaha ditebarkan oleh Al-Qiyadah 
Al-Islamiyah.

Dengan mengutip Ayat-ayat ayat alqur'an dan penjelasan para Ahli Tafsir dengan 
sabar Al Ustadz membantah satu persatu keyakinan mereka, tidak lupa Beliau 
membacakan hadits-hadits Nabi yang menjelaskan dan membantah keyakinan mereka. 
(Maaf karena sempitnya waktu kami tidak uraiakan penjelasan-penjelasan Ustadz 
Luqman pada kesempatan ini, semoga lain kali ada kesempatan bagi kami atau 
ikhwah lain yang lebih mumpuni dari saya ambil bagian ini)

Sungguh bagi kita atau siapa saja yang telah merasakan nikmatnya belajar Islam 
dengan pemahaman Salafush shalih sedikitpun syubhat mereka dengan Ijin Allah 
tidak akan membingungkan dan merubah keyakinan akidah kita.

Tidak seperti mereka syubhat murahan seperti itu mampu menggoyahkan Iman dan 
Islam mereka sehingga dengan tegas dan gagah berani meninggalkan orangtuanya 
dengan menganggap orangtuanya adalah kafir / Musyrik.

Pada kesempatan akhir pembicaraan al Ustadz Luqman menghimbau kepada Sseluruh 
kaum muslimin dan seluruh lembaga-lembaga terkait untuk mengantisipasi dakwah 
mereka, karena dakwah mereka akan menjurus kepada ancaman pembunuhan / 
memerangi terhadap seluruh kaum muslimin yang tidak mengakui ajaran mereka. Hal 
semacam ini tentunya akan mengancam ketentraman Kaum Muslimin dan mengancam 
Stabilitas Nasional.

Dijelaskan pula bahwa aliran ini berusaha menyatukan ajaran trinitas yang ada 
pada agama Nasrani, jadi ditengarahi bahwa aliran ini adalah pemurtadan atas 
nama Islam.Hal ini ditunjukkan oleh nama-nama mereka setelah masuk kelompok ini 
berubah semisal Emmanuel Fadhil atau semisalnya.

Mereka juga mengajarkan bahwa Tuhan Bapak adalah Rab, Yesus adalah Al Malik, 
Ruhul quddus adalah Ilah. Sungguh ini bukan ajaran Islam.

Semoga Allah mudahkan acara seperti ini di kota-kota lain seagaimana yang 
diucapkan oleh al Ustadz Luqman.



Pelajaran Yang dapat diambil.

Bagi saya sendiri dengan petunjuk dari Allah melalui pengalaman perjalanan 
keagamaan saya, alhamdulillah saya sedikit dapat mencium model gerakan ini. 
Model gerakan ini Insya Allah bersumber dari pemikiran wajibnya tegaknya 
Khilafah / Syariat Islam. Mereka menganggap bahwa tujuan hidup ini adalah 
menjadikan syariat Islam / Hukum-hukum Islam harus tegak dimuka bumi, harus 
menggantikan hukum-hukum kafir yang sekarang sedang mendominasi di tubuh kaum 
muslimin. Dalam perkara ini Al-Qiyadah sebenarnya tidak berbeda dengan gerakan 
Islam yang lain seperti LDII, Jamaah Muslimin (Hizbullah), NII, Ikhwanul 
Muslimin, Hizbu Tahrir dll. Hanya saja kelompok-kelompok yang saya sebutkan 
dengan hidayah Allah mereka masih menggunakan Hadits-hadits Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi Wasallam sehingga mereka masih melakukan peribadatan 
selayaknya kaum muslimin. Namun dalam tujuan pokok gerakan mereka adalah sama 
yaitu menegakkan khilafah dan syariat Islam dan mengajak seluruh kaum muslimin 
masuk kepada kelompoknya. Siapa yang masuk adalah Ikhwannya adapun kaum 
muslimin yang belum / tidak mau bukan bagian dari kelompoknya. Inilah 
Hizbiyyah, semoga Allah selamatkan kita dari hal semacam ini.

Yang paling mirip dengan mereka adalah aliran Isa Bugis, kesamaan pada kedua 
aliran ini adalah sama-sama menafsirkan al-qur'an dengan akalnya pemimpinnya 
belaka dan meninggalkan Hadits-hadits rasulullah, sehingga mereka meninggalkan 
syariat-syariat Islam yang mulia sebagaimana rukun Islam.

Akhirnya saya mengatakan, bahwa bertujuan memwujudkan khilafah, menjalankan 
syariat Islam adalah tujuan mulia, namun tujuan mulia, niat ikhlas tidaklah 
cukup. Harus terus ditanamkan pada masing-masing diri kita bahwa kita ini 
bodoh, butuh bimbingan dari Rasulullah dalam memahami al-Qur'an, butuh 
penjelasan para ulama ahlussunnah dalam memahami hadits-hadits Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi Wasallam.

Maka marilah terus kita belajar Islam, belajar Al-Qur'an dan Sunnah dengan 
pemahaman Salafush sholih agar kita tidak terjebak memahami al-Qur'an dengan 
nafsu dan ro'yu kita yang bodoh. Wallahu ta'ala a'lam

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: h1.gif>>

Kirim email ke