silahkan langsung dibaca di:
http://www.mediamuslim.info/hari-istimewa/berjabat-tangan-dan-ucapan-di-hari-raya-iedul-fithri.html
=======================================================================
Berjabat Tangan Dan Ucapan Di Hari Raya 'Iedul Fithri

MediaMuslim.Info - Setelah adzan Magrib berkumandang pada hari
terakhir Romadhon atau setelah pernyataan Pemerintah mengenai esok
adalah hari raya 'Iedul Fitri. Telphone/ponsel, fax, email dan
berbagai media komunikasi lainnyapun sibuk, para penggunanya saling
bersilahturahim dengan sanak saudara, karib kerabat ataupun rekannya
yang berada jauh di mata. Setelah sholat 'Ied, mulailah suasana
silahturahim, saling bersalaman dan saling mengucapkan hari raya
'Iedul Fithri mewarnai di hampir setiap rumah-rumah atau tempat-tempat
kaum muslimin berkumpul. Suasana ini berlangsung dalam kurun waktu
beberapa hari selama bulan Syawal.

Pada hari tersebut, kaum muslim, khususnya muslim Indonesia, banyak
yang lupa atau tidak tahu atau mungkin sengaja melakukan jabat tangan
dengan orang-orang yang bukan mahromnya. Sungguh menyedihkan, di hari
pertama kita meninggalkan Romadhon, kita langsung melakukan sebuah
kesalahan. Kita yang merayakan hari raya 'Iedul Fithri ini sebagai
wujud kecintaan kita kepada Rasululloh Shollallahu 'alaihi wa Sallam
dan atas nikmat adanya hari raya ini, namun kita melakukan pelanggaran
terhadap larangannya. Sebagaimana larangan Rasululloh Shollallahu
'alaihi wa Sallam, yang artinya: "Sungguh, seandainya kepala kalian
ditusuk dengan jarum besi, lebih baik daripada dia menyentuh yang
tidak halal dia sentuh" (lihat Silsilah Al-Hadits As Shohihah 226).

Dan Nabi Shollallahu 'alaihi wa Sallam juga bersabda, yang artinya:
"Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan seorang
wanitapun". Juga perkataan 'Aisyah radhiyallahu 'anha, yang artinya:
"Demi Alloh, tiadalah pernah tangan Rasululloh Shollallahu 'alaihi wa
Sallam menyentuh tangan wanita walau sekali. Dan tiadalah beliau
memba'iat kaum wanita, kecuali hanya dengan ucapan".

Lalu apa yang harus kita lakukan?, tentunya telah jelas batasan-
batasan dalam syariat Islam, agar kita tidak melakukan berbagai
kemungkaran di hari raya 'Iedul Fithri ataupun di hari-hari lainnya.
Kita berupaya menghindari untuk taat kepada Alloh 'Azza wa Jalla dan
Rasululloh Shollallahu 'alaihi wa Sallam, dengan menjauhi larangan-
larangannya.

Ucapkanlah Taqobbalalla Minna Wa Minka.
Selain berjabat tangan dengan yang bukan mahrom, terdapat suatu
perkara aneh lagi yang merupakan sebuah tradisi terutama tradisi
khusus umat muslim Indonesia. Kaum muslim di Indonesia, ketika tiba
hari raya 'Iedul Fithri banyak yang mengucapkan "Minal 'Aaidiin wal
Faaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin". Sehingga tergambar di benak kaum
muslimin di Indonesia bahwa arti minal 'aaidiin.... dst adalah mohon
maaf lahir dan batin. Padahal arti minal 'aaidiin.... dst yang
sesungguhnya adalah (Semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali
dan orang-orang yang menang. Entah apa yang dimaksud dengan kata
'aaidiin, apakah kembali berbuka (fithri) atau kembali menjadi fithrah
(suci). Tapi yang jelas, kita telah mengetahui makna 'Iedul Fithri
yang sebenarnya (baca artikel sebelumnya). Dan mudah-mudahan dosa kita
diampuni dari Romadhon yang lalu ke Romadhon berikutnya. Sebagaimana
hadits Nabi, yang artinya: "Sholat lima waktu, dari jum'at ke jum'at
berikutnya, dari Romadhon ke Romadhon berikutnya, bisa menghapuskan
dosa-dosa yang terjadi dintaranya, jika dosa-dosa besar bisa
dihindari" (HR: Bukhori dan Muslim).

Sehingga perlu diluruskan kembali, seseorang yang mengucapkan, "Semoga
kita kembali menjadi orang yang fitrah (diampuni dosanya) dan termasuk
orang yang menang". Bukan berarti karena hari raya ini adalah hari
raya fithrah/suci akan tetapi karena hadits diatas. Wallohu 'Alam.

Permasalahannya tidak selesai sampai disini, akan tetapi di dalam
Islam, kita dituntut untuk mengikuti teladan kita yaitu Nabi Muhammad
kemudian para sahabat, kemudian orang-orang yang hidup setelah mereka
(Taabi'iin) kemudian Taabi'ut taabi'iin. Sementara dalam mengucapkan
selamat hari raya 'Iedul Fithri telah datang atsar yang mulia yang
diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi, yang artinya: "Dari Khalid bin
Ma'dan radhiyallaahu 'anhu berkata, 'aku menemui Watsilah bin al-Aqsa'
pada hari 'Ied lalu aku mengatakan Taqobbalalla Minna Wa Minka.'
Kemudian Watsilah berkata, 'Aku menemui Rasululloh pada hari 'Ied,
lalu aku mengucapkan Taqobbalalla Minna Wa Minka kemudian Rasululloh
menjawab Ya, Taqobbalalla Minna Wa Minka'" (HR: Baihaqi dalam sunan
Kubra, No 6088)

Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa yang dianjurkan adalah
mengucapkan do'a "Taqobbalalla Minna Wa Minka" yang artinya "Semoga
Alloh menerima (amal ibadah) kita dan kamu". Maka terlepas dari boleh
atau tidaknya mengucapkan Minal 'Aaidiin wal Faaizin. Maka alangkah
baiknya jika kita beragama mengikuti tuntunan Rasululloh Shollallahu
'alaihi wa Sallam dan contoh dari para ahlinya yaitu generasi para
sahabat. Bukankah mereka lebih dekat dengan Rasululloh sehingga mereka
lebih mengerti agama daripada kita???

Adapun kalimat "Mohon Maaf lahir dan batin" menjadi kalimat ampuh bagi
kaum muslimin, yaitu sebagian mereka hanya meminta maaf ketika hari
raya tiba. Sehingga ketika sebagian mereka berbuat salah pada
seseorang, sebagian mereka berkata: "Ah, minta maafnya nanti saja pada
saat hari raya, toh pasti dimaafkan" atau semisalnya. Padahal anjuran
minta maaf adalah ketika kita berbuat kesalahan dan tidak ada yang
menjamin kehidupan seorangpun sampai hari raya tiba kecuali Alloh
'Azza wa Jalla. Wallahu ta'ala a'lamu bish-shawab

(Sumber Rujukan: Silsilah Al-Hadits As Shohihah, Sunan Kubra, Makalah
Beberapa Catatan Kaki Tentang 'Iedul Fithri, Buletin An-Naba Masjid
Kampus UGM, Buletin An-Nahl)

Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...
Segenap TIM Pengelola MediaMuslim.Info mengucapkan
Taqobbalalla Minna Wa Minkum
Semoga Alloh menerima amal ibadah kita semua, amin...
Selamat Hari Raya 'Iedul Fithri 1428 H


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke