NII dan Intelijen Asing di Belakang Aliran Sesat 
  
Rabu, 07 November 2007 
Ramai-ramai aliran sesat yang kian hari kian marah, katanya, bukan muncul 
dengan sendirinya. Tapi justru ada rekayasa pihak asing. Benarkah?
Hidayatullah.com--Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ichwan Syam 
mengatakan, ada indikasi eks NII (Negara Islam Indonesia) dan intelijen asing 
berada di balik maraknya kehadiran aliran sesat yang bertujuan untuk memecah 
belah bangsa Indonesia.
"Islam Radikal NII dan intelijen asing berada dibalik munculnya aliran sesat 
belakangan ini. Karenanya saya minta umat Islam tidak mewaspadai dan jangan 
sampai diadudomba," ujar Ichwan dikutip Harian Terbit di Jakarta, Selasa malam 
(6/11).
Pernyataan Ichwan dibenarkan pengamat intelijen dan militer MT Arifin. 
Menurutnya, dugaan Sekum MUI itu bisa benar, hanya saja perlu kajian yang lebih 
intensif untuk memastikan kebenarannya.
"Perkiran-perkiraan terhadap kemungkinan munculnya aliran-aliran agama yang 
diangga menyesatkan itu, bisa dimungkinkan sebagai 'permainan' intelijen asing. 
Namun perlu dikaji secara intensif agar kita memahami bahwa itu merupakan 
sebuah permainan," jelas Arifin. 
Arifin tak menampik bahwa segala kekacauan yang terjadi di tanah air, sebagian 
besar ada keterlibatan intelijen asing. Menurutnya, masyarakat Indonesia kerap 
menjadi target rekayasa tingkat tinggi.
"Tujuannya jelas, ingin mempengaruhi politik yang ada, terutama untuk mendukung 
suatu tujuan yang ingin dicapai. Biasanya, rekayasa itu selalu disusupkan pada 
hal-hal yang strategis, seperti agama misalnya. Pada akhirnya, banyak lembaga 
legislatif kita yang terpengaruh dan akhirnya masuk dalam permainan tadi," 
lanjut Arifin.
Dihubungi terpisah, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Keadilan 
Sejahtera (PKS) DG Al Yusni mengatakan, ada benang merah antara gerakan Islam 
radikal yang ada di tanah air dengan bermunculannya berbagai aliran sesat di 
Indonesia akhir-akhir ini.
"Dari model dan ciri-ciri Islam radikal yang berkembang di Indonesia juga ada 
pada aliran sesat yang muncul belakangan ini. Tujuan mereka untuk mendirikan 
Negara Islam Indonesia (NII) yang sampai tidak kesampaian. Mereka tidak 
mempersoalkan masalah akidah. Sasaran pertama mereka adalah menarik sebanyak 
mungkin pengikut," kata dia.
Seperti Al-Quran suci yang berkembang di Jawa Barat. Kelompok ini tidak terlalu 
memikirkan bagaimana akidah Islam yang benar. Bukti, shalat maupun kewajiban 
lainnya tidaklah menjadi tugas pokok. Demikian pula dengan masalah infaq yang 
ditentukan sendiri. Padahal, menurut ajaran Islam hal itu tidak dijelaskan 
secara detail.
Tipelogi gerakan mereka juga sama dengan Islam radikal. "Jadi, saya cenderung 
mengatakan bahwa Islam radikal ada dibalik bermunculannya aliran sesat ini," 
kata Yusni.
Yusni tidak melihat adanya intelijen asing dibalik gerakan ini. Kalau ada 
intelijen asing, berarti gerakannya lebih terjalin rapi sehingga susah untuk 
dideteksi.
"Jadi, saya lihat hanya Islam radikal saja yang berada di balik keberadaan 
aliran sesat ini," jelas Yusni.
Sementara itu Kapuspenkum Kejaksaan Agung Thomson Siagian mengatakan, Rabu 
(7/11), Kejaksaan Agung bersama unsur Mabes TNI, Mabes Polri, BIN, pihak 
Departemen Agama dan pihak terkait melakukan rapat Rapat Koordinasi Pengawas 
Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) tingkat pusat.
"Rapat koordinasi fokus pada aliran Alqiyadah dan aliran sesat lainnya," 
ujarnya di Kejakgung, Selasa (6/11). [htbwww.hidayatullah.com]

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke