As wr wb. Melihat dan membaca apa yang tertulis di sini, rasanya hati ini ngeri. Akan bagaimana ISLAM nanti? 10 Tahun lagi? 50 Tahun lagi? Pada saat Anak2 kita dewasa?
Sedikit ulasan yang saya dapat dari Ustadz-ustadz di kampung. Untuk masalah seperti ini; Adanya Aliran Baru di dalam ISLAM. Adanya Ajaran-ajaran yang menyimpang. Dll. Sebenarnya-Menurut Ustadz- Mereka yang yang membuat ajaran2 baru, mengaku sebagai Rasul / Nabi terakhir, dan lain-lain adalah mereka yang tidak pinter dan lebih tepatnya mengada-ada. Mengapa? Kalau kita telaah, kaji, dan pahami lebih mendalam tentang AL-QUR'AN dan HADIST-HADIST, semuanya telah dijelaskan secara rinci dan jelas, ttg segala aspek kehidupan dan segala permasalahan dan segala ilmu pengetahuan, serta segala-segala yang lainnya. lengkap, rinci, jelas dan komplit. Untuk apa lagi mereka mengada-ada dengan produk2nya? Yang dapat kita tarik disini adalah : Pertama Bahwa mereka hanyalah ingin menjadi terkenal. menjadi pergunjingan, menjadi ngetop, menjadi - menjadi lainnya dengan cara yang berbeda dan sangat negatif. Sehingga mengakibatkan keresahan di masyrakat. Kedua Media massa dan media elektronik, rasanya begitu membesar-besarkan permasalahan ini, jika mereka para media menganggap ini hanyalah isapan jempol belaka, trik orang-orang yang ingin cepat terkenal, cepat ngetop, dan cepat lainnya, rasanya tak akan menjadi berita utama dan buah bibir di masyarakat. Toh kebenaran dari ajaran ini tidak terbukti dan tidak beralasan, buat apa dibesar-besarkan. Ketiga Kita sebagai masyarakat Muslim, Jika kita memegang teguh akan keimanan kita, rasanya, kita tidak akan terpengaruh dan tidak akan memperdulikan, sehingga kita tidak akan turut membicarakan, membahas dan mem-mem lainnya. Toh kita sudah yakin seyakin-yakinnya, bahwa "TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH, NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH" Buat kita bersusah payah, membuang waktu, pikiran dan tenaga membicarakan hal-hal yang "isapan jempol" belaka? Keempat Marilah kita pertebal iman, islam, dan ikhsan kita. Marilah kita kaji diri apakah sudah berada di trak yang benar sesuai agama? bedahlah kekurangan diri sendiri, pertebal keimanan, pertambahlah ibadah kita, tetaplah bersyukur, dan tak lupa tetaplah ikhlas akan semua yang kita miliki dan kita hadapi. Percayalah bahwa ALLAH SWT akan selalu menjaga kita, jika kita pasrah, tawakal, dan ikhlas akan ketentuanNya. Maa'f jika terdengar mengurui, tidak ada maksud tsb di hati. Kesempurnaan hanya milik Yang Maha Sempurna, Kebodohan dan kekurangan milik diri. Wassalam'u alaikum Wr Wb. ----- Pesan Asli ---- Dari: Dian Novian <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Rabu, 7 November, 2007 2:54:51 Topik: [mediamusliminfo] NII dan Intelijen Asing di Belakang Aliran Sesat NII dan Intelijen Asing di Belakang Aliran Sesat Rabu, 07 November 2007 Ramai-ramai aliran sesat yang kian hari kian marah, katanya, bukan muncul dengan sendirinya. Tapi justru ada rekayasa pihak asing. Benarkah? Hidayatullah.com--Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ichwan Syam mengatakan, ada indikasi eks NII (Negara Islam Indonesia) dan intelijen asing berada di balik maraknya kehadiran aliran sesat yang bertujuan untuk memecah belah bangsa Indonesia. "Islam Radikal NII dan intelijen asing berada dibalik munculnya aliran sesat belakangan ini. Karenanya saya minta umat Islam tidak mewaspadai dan jangan sampai diadudomba," ujar Ichwan dikutip Harian Terbit di Jakarta, Selasa malam (6/11). Pernyataan Ichwan dibenarkan pengamat intelijen dan militer MT Arifin. Menurutnya, dugaan Sekum MUI itu bisa benar, hanya saja perlu kajian yang lebih intensif untuk memastikan kebenarannya. "Perkiran-perkiraan terhadap kemungkinan munculnya aliran-aliran agama yang diangga menyesatkan itu, bisa dimungkinkan sebagai 'permainan' intelijen asing. Namun perlu dikaji secara intensif agar kita memahami bahwa itu merupakan sebuah permainan," jelas Arifin. Arifin tak menampik bahwa segala kekacauan yang terjadi di tanah air, sebagian besar ada keterlibatan intelijen asing. Menurutnya, masyarakat Indonesia kerap menjadi target rekayasa tingkat tinggi. "Tujuannya jelas, ingin mempengaruhi politik yang ada, terutama untuk mendukung suatu tujuan yang ingin dicapai. Biasanya, rekayasa itu selalu disusupkan pada hal-hal yang strategis, seperti agama misalnya. Pada akhirnya, banyak lembaga legislatif kita yang terpengaruh dan akhirnya masuk dalam permainan tadi," lanjut Arifin. Dihubungi terpisah, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DG Al Yusni mengatakan, ada benang merah antara gerakan Islam radikal yang ada di tanah air dengan bermunculannya berbagai aliran sesat di Indonesia akhir-akhir ini. "Dari model dan ciri-ciri Islam radikal yang berkembang di Indonesia juga ada pada aliran sesat yang muncul belakangan ini. Tujuan mereka untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) yang sampai tidak kesampaian. Mereka tidak mempersoalkan masalah akidah. Sasaran pertama mereka adalah menarik sebanyak mungkin pengikut," kata dia. Seperti Al-Quran suci yang berkembang di Jawa Barat. Kelompok ini tidak terlalu memikirkan bagaimana akidah Islam yang benar. Bukti, shalat maupun kewajiban lainnya tidaklah menjadi tugas pokok. Demikian pula dengan masalah infaq yang ditentukan sendiri. Padahal, menurut ajaran Islam hal itu tidak dijelaskan secara detail. Tipelogi gerakan mereka juga sama dengan Islam radikal. "Jadi, saya cenderung mengatakan bahwa Islam radikal ada dibalik bermunculannya aliran sesat ini," kata Yusni. Yusni tidak melihat adanya intelijen asing dibalik gerakan ini. Kalau ada intelijen asing, berarti gerakannya lebih terjalin rapi sehingga susah untuk dideteksi. "Jadi, saya lihat hanya Islam radikal saja yang berada di balik keberadaan aliran sesat ini," jelas Yusni. Sementara itu Kapuspenkum Kejaksaan Agung Thomson Siagian mengatakan, Rabu (7/11), Kejaksaan Agung bersama unsur Mabes TNI, Mabes Polri, BIN, pihak Departemen Agama dan pihak terkait melakukan rapat Rapat Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) tingkat pusat. "Rapat koordinasi fokus pada aliran Alqiyadah dan aliran sesat lainnya," ujarnya di Kejakgung, Selasa (6/11). [htbwww.hidayatullah.com] Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
