assalamualaikum...
sedikit banyak cerita tersebut ada kemiripan dengan keluarga saya. kebetulan
saya dan istri bekerja namun anak kami diasuh dengan kakak kandung saya
selama kami bekerja. alhamdulillah...sampai saat ini kami tidak mengalami
hal-hal diluar batas kewajaran. kami menjalaninya dengan sabar, senang,
santai...kami punya prinsip bahwa anak adalah amanah dari Allah, jadi buat
apa disia-siakan?

salam,
ranto

Pada tanggal 07/12/07, Ali Muntaha <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
> Masih ingat tentang cerita " Ayah, Maafkanlah aku....."
>
> Ada sedikit tip untuk kita semua agar terhindar dari sikap demikian
> terhadap buah hati ataupun siapa saja yang ada di rumah kita.
>
> Tip-tip tersebut sebagai berikut :
> Jika status kita sama persis dengan cerita tersebut, dimana Suami dan
> Istri bekerja, ataupun salah satunya maka:
> - Usahakan selalu tinggalkan semua kesibukan dan kesulitan permasalahan
> kerja di kantor tadi siang, jangan sampai terbawa dan larut dalam perjalanan
> pulang.
> - Usahakan Anda membawa atau memasang photo si buah hati atau mereka yang
> anda sayangi, di dompet, di HP, di daskbord mobil, atau dimana saja, gunanya
> sebagai pengobat suntuk bila anda terkena macet dijalan dan penghibur hati
> dan pikiran yang suntuk seharian kerja.
> - Usahakan anda mengingat-ingat kejadian-kejadian lucu dan indah bersama
> si buah hati atau mereka yang anda sayangi bersama anda, baik kejadian waktu
> dia bermanja, merajuk, usil ataupun yang mengundang senyum dan kegemesan
> anda bila terkenang dengan kejadian tersebut.
> - Usahakan sapa dengan ramah si buah hati atau orang yang anda sayangi
> yang membukakan pintu atau pertama berjumpa dikala anda sampai dirumah, hal
> ini berarti anda memberi pintu hati kepada mereka untuk curhat perihal
> kejadian dirumah dan menandakan anda siap sebagai 'pendengar yang baik'
> - Usahakan anda punya waktu untuk si Dia, walaupun 5 menit saja, untuk
> mendengarkan segala ceritanya, di saat anda santai.
>
> Demikian tip-tip tersebut diatas saya sampaikan dengan harapan "sesal di
> kemudian hari tiada berguna".
> Tiada salahnya mencoba toh.
>
> Salam sehati dan berbahagia
>
> -
>
> ------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • [no subject] Ali Muntaha
    • [mediamusliminfo] Re: ranto jhema

Kirim email ke