Perhatian: pesan yang diteruskan sudah dilampirkan.


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---
Sejak satu dua hari ini, di berbagai milis Kristen
ramai dibahas tentang sebuah film ruhani (baca: film
pemurtadan) yang menurut rencana akan ditayangkan
lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal
(juga tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV
dan TVRI) secara serentak pada hari Sabtu, pukul 16.30
- 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. Judul filmya:
Sebuah Penantian.

Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA).
Penginjil (Evangelist) Billy Graham sendiri merupakan
salah seorang tokoh utama gerakan Zionis-Kristen
(Judeo-Christianity) AS yang dikenal sangat anti Islam
dan pendukung fanatik gerakan Zionisme. Billy Graham
inilah ‘Bapak Ruhani’ dari Presiden AS
George Walker Bush, di mana pada pertengahan 1980-an
Bush jr., dikabarkan berhasil lepas dari pengaruh
alkohol dan menjadi Kristen yang dilahirkan kembali.
Suatu peristiwa yang oleh kalangan Kristen radikal di
AS disebut sebagai Reborn in Christ.

Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe Marrs,
saat itu Bush sebenarnya telah sepakat dengan para
penginjil Zionis untuk memakai kedok kekristenan di
dalam upaya menggolkan cita-cita gerakan Zionisme
Internasional. Jadi ‘Reborn in Christ’
hanyalah tipuan komplotan Bush agar mendapat dukungan
dari umat Kristen AS dan Barat.

Film “Sebuah Penantian” awalnya bernama
“My Hope Indonesia”. Film sejenis dengan
judul “My Hope India” telah diputar di
India dan konon menurut pengakuan di banyak milis
Kristen, film tersebut berhasil memurtadkan jutaan
orang-orang Hindu India.

Bukan Film Biasa

Yang patut diketahui, film ini bukan sekadar film
biasa. Tapi telah melewati ritual kekristenan khusus
berupa ‘Doa Puasa’ selama satu bulan
penuh. Untuk pemutaran film “Sebuah
Penantian” tanggal 15 Desember 2007 sore, para
awak dan pendukung film ini, juga diikuti oleh banyak
jemaat gereja yang berkiblat ke Billy Graham Ministry
AS, telah melakukan ritual tersebut, melakukan Doa dan
Puasa sejak tanggal 15 November hingga 15 Desember
2007.

Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang belum
menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, setelah
menonton film ini ruhaninya akan goyang sehingga bisa
meninggalkan agama yang selama ini dianutnya dan
menggantinya dengan Tuhan Yesus. Sebuah film
pemurtadan yang telah melalui ritual khusus.

Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga, Christine
Hakim, Mario Lawalatta, dan Nana Mirdad ini didukung
oleh seluruh denominasi gereja di Indonesia. Dari
berbagai milis juga diungkap bahwa para pemain film
ini ‘sudah dipilih Tuhan’, karena ada satu
aktor ternama yang menyatakan mundur dari film ini dan
akhirnya ditangkap polisi karena terlibat narkoba.

“Sebuah kesaksian: Para pemain film ini
sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, yakni dengan
batalnya salah seorang pemain yang sudah konfirm,
namun entah kenapa tiba-tiba beliau membatalkan
kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa yang layak main
dan siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak
lama kemudian tertangkap polisi karena terlibat
narkoba dan saat ini sedang mendekam di penjara.
Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang
main adalah artis tersebut… Yang menggantikan
peran artis tersebut adalah Rudi Salam, ”
demikian kalimat dari berbagai milis Kristen tersebut.

Matikan TV Saja

Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve swasta
dan juga TVRI akan menayangkan film tersebut, film
pemurtadan yang telah melewati prosesi doa puasa
secara khusus, maka sebaiknya keluarga-keluarga Muslim
dan perkantoran yang banyak dihuni orang-orang Islam
mematikan teve tersebut pada jam di atas.

Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film
tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang
memanggil kekuatan—istilah mereka pasukan
doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga sebagai
bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya
Kandouw—orang Kristen juga, ibunya Nana
Mirdad—sering bilang di TV: “Matikan Yang
Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!” Jadi
daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV,
alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu
tersebut.

Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya
jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar
terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan
dilindungi oleh Allah SWT. Sembari menonton, teruslah
berdzikir agar Yang Maha Pembolak-Balik Hati bisa
terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak,
jangan sekali-kali melihat film yang bukan film biasa
ini. Nashru minallahu wa fathun qariib. (Rizki)


      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com


--- End Message ---

Kirim email ke