salam dan selamat thn baru

sekedar ngingatin sesama manusia ciptaan Allah SWT kita memeng berkurang
umur tapi gak usah ngitung amal....ngingat dosa aja dulu udah di tobatin
belum....cape dee


On 1/12/08, toro darmadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Asslm....,
> Umur kita jadi berkurang......
> Apakah amal kita jadi bertambah ...??? ditahunyang baru ini..??
>
> Sebagai sesama muslim, apa lebih baik jikalau kita saling mengingatkan..??
>
> Wasslm..
> Toro
>
> ----- Original Message ----
> From: Rahmawati Sastrawijaya <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, January 10, 2008 2:17:13 PM
> Subject: [mediamusliminfo] Re: selamat tahun baru hijriyah
>
>  Assalamualaikum wrwb..
> Alhamdulilah kita telah memasuki tahun baru hijriah 1428, tahun baru umat
> Islam...saya sendiri berharap semoga di tahun baru ini, Allah membarukan
> juga hati saya...menjadi pribadi yang lebih baik...lebih dapat menjaga hati,
> pikiran, perilaku dan ucapan...Yang paling susah buat saya pribadi menjaga
> ucapan, menghindari gibah, rasanya sulit untuk menghindari gibah...Semoga di
> tahun baru hijriah ini saya dapat menjaga lisan saya,seperti yang rosululloh
> ajarkan, berkata yang baik atau diam...Untuk sodara-sodaraku, Ikhwan, Akhwat
> dimanapun berada, semoga kita bisa saling mengingatkan di forum ini dan
> saling mendoakan agar tahun baru hijriah ini menjadi momentum bagi kita
> untuk lebih baik,amin...
>
> ----- Original Message ----
> From: Zakaria aziz <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, January 9, 2008 12:04:05 PM
> Subject: [mediamusliminfo] Re: selamat tahun baru hijriyah
>
> Assalamu'laikum Wr Wb
>
>
>
> SELAMAT TAHUN BARU 1429 H DAN SELAMAT TINGGAL TAHUN 1428 H
>
> "SEMOGA TAHUAN BARU INI MEMBAWA PERUBAHAN PADA DIRI KITA DAN BANGSA KEARAH
> YANG LEBIH BAIK AMIN..AMIN.."
>
>
> WAKTU TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI LAGI WALAUPUN SEDETIK
> WAKTU BERJALAN TERUS TANPA ADA YANG BISA MENGHENTIKANNYA
> WAKTU TERUS MENINGGALKAN KITA TANPA TERASA BARU KEMARIN KITA MASIH KECIL
> KITA BISA MEMILIH MENGIKUTI WAKTU DAN DITINGGALKAN WAKTU
>
>
> KITA HARUS HIJRAH BERSAMA WAKTU KEARAH YANG LEBIH BAIK
>
>
> WASSALAM
>
>
>
> Pada tanggal 09/01/08, yoedha pamungkas <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> >
> > salam sahabat sabat semua
> >
> > ada sebujah tulisan yang menarik buat saya yang (kadang sebel dengan
> > ummat seagama saya ) dari milis tetangga
> > yang saya bajak secara tidak beradab(tanpa izin).
> > semga saya di maafkan dan di ampuni oleh si empunya jika ia juga member
> > di milis ini
> >
> > Tahun 2007 M telah lewat. Gemebyar tahun barunya
> > masyarakat international tersebut sudah hampir tak
> > terasa lagi, dan sebentar lagi 1 Suro tahun baru Jawa,
> > dan 1 Muharram 1429 H tahun baru Islam akan kita
> > lalui. Di Indonesia -sama seperti kondisi beberapa
> > tahun terakhir- tahun baru diwarnai banyak
> > keprihatinan. Bencana ada di mana-mana.
> >
> > Di musim hujan ini, rumah roboh dan pohon tumbang
> > diterjang angin puting beliung, kapal pecah dan orang
> > tenggelam dihantam gelombang tinggi, banjir bandang,
> > tanggul jebol, dan tanah longsor sudah menjadi menu
> > harian berita di koran. Reda di suatu daerah, muncul
> > di daerah lainnya, bergilir. Ditambah lagi dengan
> > pejabat yang tak peduli atau hanya cari nama dan
> > popularitas dengan adanya bencana tersebut. Datang ke
> > lokasi bencana bukan untuk menyelesaikan penderitaan
> > korban bencana, tetapi untuk public expose dengan
> > membawa serombongan wartawan. Pas sudah penderitaan
> > korban... Bagi rakyat kebanyakan -menukil pesan
> > seorang kartunis di salah satu koran lokal- tahun baru
> > 2008 M dan 1429 H ini bukannya tahun yang pantas
> > disambut dengan kegembiraan "Happy New Year", tetapi
> > lebih pantas sebagai tahun yang penuh keprihatinan.
> > Tahun yang penuh dengan lambaian tangan-tangan
> > menengadah yang butuh pertolongan. "Help Me New Year".
> >
> > Begitu banyaknya bencana, sehingga ketika dilakukan
> > penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan
> > longsor di sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Timur
> > yang seringkali didapat adalah kata, "Bukannya aku tak
> > peduli sesama, tetapi saudaraku sendiri juga menjadi
> > korban bencana, sehingga alokasi dana untuk bencana
> > sudah aku berikan sendiri ke sana."
> >
> > Ya... prioritas bantuan tentu saja lebih pas apabila
> > ke lingkaran terdekat terlebih dahulu. Kepada sanak
> > saudara, karib kerabat terdekat, baru kemudian kepada
> > lingkaran luar berikutnya. Tetapi kenapa
> > penggalangan- penggalangan dana seperti ini yang harus
> > kita lakukan setiap tahun ? Dimana pengelola negara
> > ini ? Kenapa negara dan bangsa ini tidak bisa
> > mengantisipasinya dan mengambil pelajaran dari
> > tahun-tahun sebelumnya, sehingga bencana tersebut
> > tidak berulang dari tahun ke tahun ? Bukankah pasti
> > ada yang tidak beres apabila setiap musim hujan tiba
> > kemudian yang muncul adalah bencana ? Layaknya rumah
> > tinggal, tentu kita bisa antisipasi dan
> > mempersiapkannya menghadapi musim penghujan.
> >
> > Apabila ada genteng atau talang yang bocor kita bisa
> > tambal, ganti dan benahi sebelum hujan tiba. Apabila
> > ada dinding rumah yang retak dan rusak bisa
> > diperbaiki, diperkuat, sehingga begitu musim penghujan
> > tiba rumah bisa digunakan sebagai tempat berlindung
> > yang nyaman dari cuaca buruk. Kecuali kalau rumah
> > tinggal tersebut sudah begitu bobroknya sehingga tidak
> > bisa lagi diperbaiki. Percuma... karena terlalu banyak
> > yang bocor, terlalu banyak yang rusak, tidak mungkin
> > lagi diperbaiki, sehingga harus dirobohkan dan diganti
> > dengan bangunan yang baru.
> >
> > Apakah "rumah" tanah air ini begitu bobroknya, sama
> > bobroknya dengan rumah tinggal yang bocor di mana-mana
> > dan tidak mungkin diperbaiki ? Ataukah rumah tanah air
> > ini sebenarnya rumah yang bagus dan kokoh, cuma
> > terjadi salah urus saja ? Bukankah tanah air ini kaya
> > raya ? Hasil buminya, hasil lautnya, bahan tambangnya,
> > semuanya berlimpah. Tetapi kenapa bisa begini ?
> > Apakah karena ternyata penghuninya adalah
> > manusia-manusia pemalas, bebal, suka bermusuhan,
> > egois, bodoh, dan gampang dieksploitasi ? Penghuninya
> > adalah orang-orang yang tidak peduli, ketika
> > "genteng", "jendela", "pintu" dan "perabotan" lainnya
> > dari "rumah" tanah air ini dirusak atau dicuri orang.
> > Bahkan ternyata sebagian penghuninya mengajak
> > tetangga, orang lain untuk bersama-sama merusak dan
> > mencuri barang-barang milik saudaranya.
> >
> > Pengerukan pasir pantai dilakukan untuk membangun
> > negara lain sehingga beberapa gugusan pulau hilang.
> > Pembalakan liar dilakukan untuk bahan baku pulp dan
> > industri meubel negara lain, sehingga industri kertas
> > dan furniture dalam negeri kekurangan bahan baku.
> > Illegal fishing dan pencurian hasil laut trilliunan
> > rupiah dilakukan untuk menebalkan kantong pribadi,
> > sehingga nelayan tradisional tidak kebagian rejeki.
> > Penggalian besar-besaran hasil tambang yang begitu
> > merusak lingkungan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan
> > dan menyenangkan negara lain, sehingga hancur sudah
> > "rumah" yang aslinya indah dan kokoh laksana ratna
> > mutu manikam di tengah garis katulistiwa ini. Dan
> > ironisnya semua ini dilakukan secara berjama'ah dan
> > sebagian dibuatkan aturannya agar bisa menjarah
> > secara legal.
> >
> > "Silahkan ambil yang tuan perlukan seenak tuan. Saya
> > dan teman-teman akan buatkan peraturannya. Tak masalah
> > gunung, pulau, hutan menghilang. Tak masalah
> > masyarakat tenggelam oleh lumpur. Tak masalah nelayan
> > kehilangan hasil tangkapan. Yang penting tuan bayar
> > secukupnya, tidak mengganggu kenikmatan saya, dan
> > tidak menggoyang kursi kekuasaan saya dan
> > teman-teman."
> >
> > Aneh ? Tidak...
> >
> > Bukankah memang begitulah kebanyakan masyarakat kita
> > sekarang ini ? Tidak mungkin hutan lindung yang dalam
> > pengawasan Perhutani bisa gundul begitu saja tanpa
> > adanya pejabat yang mengijinkan untuk menggunduli.
> > Tidak mungkin hutan yang begitu banyaknya di lereng
> > gunung di sepanjang jalan raya yang mencolok mata bisa
> > lenyap begitu saja tanpa diketahui oleh pejabat
> > Perhutani, Lurah, Camat, Bupati, Kapolsek, Kapolres,
> > Kajari, dan masyarakat sekitarnya. Tidak mungkin
> > daerah aliran sungai (DAS) dan tanah-tanah pengairan
> > bisa dikonversi menjadi perumahan legal, apabila tidak
> > ada ijin dari pejabat BPN pembuat sertifikat. Semua
> > mendiamkannya, semua mendapat bagian, dan sebagian
> > rakyat kecil yang peduli hanya bisa berteriak tak
> > berdaya. Tenggelam dalam banjir, lumpur, dan tanah
> > longsor. Tangan mereka hanya bisa menengadah dan
> > melambai-lambai memohon pertolongan.
> >
> > Kenapa ini bisa terjadi ? Karena tidak banyak orang
> > yang peduli dengan keadaan masyarakat kecil di lapisan
> > yang paling menderita sebagai korban. Tidak banyak
> > orang yang mengajak orang lain peduli. Tidak banyak
> > orang yang ikhlas dan konsisten mengajak orang lain
> > berbuat kebajikan (amar ma'ruf). Apalagi yang di
> > samping konsisten mengajak berbuat baik juga ikhlas
> > mengamalkannya. Sedikiiit.
> >
> > Bagaimana dengan nahi munkar ? Apalagi.... Hanya
> > manusia langka yang berani melawan kejahatan dan
> > ketidakadilan (nahi munkar), dan bahkan jauh lebih
> > langka lagi yang berani mengamalkan keduanya (amar
> > ma'ruf nahi munkar) dengan ikhlas dan konsisten.
> > Padahal Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku
> > adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum
> > kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,
> > kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran
> > kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (An Nahl
> > 16:90)
> >
> > Mayoritas penduduk negeri ini mengaku dirinya Islam,
> > setiap hari menjalankan shalat, setiap tahun 200 ribu
> > orang berhaji. Mayoritas pengelola negaranya pun juga
> > Islam. Jika konsisten dengan ajaran Nya dan dapat
> > mengambil pelajaran dari Nya, tentulah bencana dan
> > keprihatinan ini tidak akan terjadi. Tetapi semua
> > bencana dan kerusakan yang memprihatinkan sudah
> > terjadi, dari mana perbaikan dimulai ? Mengharapkan
> > perubahan perbaikan datang dari lembaga formal,
> > institusi negara, para pejabat dan pemegang kekuasaan
> > tampaknya masih butuh waktu lama. Politik masih
> > menjadi panglima. Meski sila Ketuhanan Yang Maha Esa
> > ditempatkan diurutan pertama, moralitas, apalagi agama
> > masih ditempatkan di tong sampah. Yang paling
> > realistis dilakukan adalah melongok ke dalam diri kita
> > masing-masing. Diri saya, diri anda pembaca tulisan
> > ini, diri kita semua. Apa yang sudah kita lakukan
> > dengan diri ini ? Apabila belum bisa bertindak
> > mencegah kemungkaran, minimal seharusnya sebagai orang
> > Islam kita sudah mempunyai sikap mental yang kuat
> > untuk tidak melakukan perbuatan keji dan mungkar.
> >
> > Kalau tidak punya ?
> >
> > Ya buat apa shalat...! Bukankah shalat yang benar,
> > pasti menghasilkan sikap mental yang mencegah diri
> > sendiri melakukan perbuatan keji (fahsya) dan jahat
> > (munkar) (29:45) ? Sehingga... orang yang shalatnya
> > benar otomatis pasti juga peduli dan tidak mentolerir
> > perbuatan keji, kemungkaran, ketidakadilan, dan
> > permusuhan.
> >
> > Derita saudara-saudara kita yang tertimpa bencana
> > sungguh memprihatinkan. Semoga di awal tahun yang
> > penuh keprihatinan ini, menyadarkan kita tentang
> > kepedulian, tentang ikhtiar kita dalam ber amar ma'ruf
> > nahi munkar, dan tentang kualitas shalat kita.
> >
> > Semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila tidak berkenan.
> > Selamat Tahun baru 2008 dan Selamat Tahun Baru Hijriah
> > 1429. Semoga semangat Hijrah Nabi Muhammad saw
> > menuntun kita untuk kembali ke jalan Nya. Amiin.
> >
> > Wassalamu'alaikum wr. wb.
> > ChAn
> > 07012008
> >
> > --
> > lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka
> >
> >
> >
> >
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ%20>
>
>
>
>
> ------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>
> >
>


-- 
lebih baik nekat ke surga dari pada terencana masuk neraka

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke