gud artikel... ---------- Forwarded message ---------- From: abdur rachman
dari seorang teman, mohon maaf bila kurang berkenan. anak adalah semuah amanah, Kemajuan hi-tech harus diimbangi dengan perhatian ortu. Mendidik anak zaman sekarang tantangannya jauh lebih berat. Dahulu TV, Video, VCD, DVD merusak anak....sekarang ditambahi bonus surfing, browsing dunia maya alias internet. __________________ Date: Mon, 21 Jan 2008 01:18:05 To:milis femina Subject: [femina & friends] Awas, Si Kecil Kebablasan! sumber : www.korantempo.com Senin, 21 Januari 2008 GayaHidup Awas, Si Kecil Kebablasan! Dr Boyke Dian Nugraha geleng-geleng kepala mendengar penuturan pasiennya. Sebut saja Indah, 36 tahun, asal Sukabumi yang menangis histeris menceritakan kelakuan putrinya, Nita, 11 tahun. Bersama dua teman sekelasnya di sekolah menengah pertama, Nita melakukan aib memalukan keluarga dan sekolah. "Semua salah kami, memberikan kebebasan kepadanya menonton tayangan apa pun tanpa diawasi, termasuk di Internet," papar Indah sesenggukan. Tangisnya pecah begitu mendengar pengakuan putri kesayangannya meniru adegan bercinta di film Sex in the City bersama kakak kelasnya. Menurut Boyke, kasus Nita belum seberapa. Adapasien lain yang mengeluhkan putrinya yang baru berusia 7 tahun saat ngobrol dengan teman sebayanya cekatan menyebut foreplay, petting, making love, dan sejenisnya. Pemilik Klinik Pasutri di bilangan Tebet ini pun menyebut kisah lain: seorang remaja putri berusia 12 tahun yang diledek temannya karena belum pernah pacaran dan berciuman. Karena penasaran, remaja itu mencari tahu di Internet. Tertarik mempraktekkan, ia meminta dan membayar sopir rumahnya. "Tidak hanya ciuman, si sopir bejat itu justru mengajak tahap yang lebih hot, yaitu bercinta. Akibatnya, si kecil ketagihan, kebablasan, hingga hamil dan bikin gempar semua (anggota keluarga)," ujar pakar seks tersebut masygul. Sederet cerita tersebut bukan ilusi, tapi peristiwa yang kian dekat dan sering terjadi. Kini para belia itu sangat piawai dan tahu akan seks melebihi orang tuanya. "Ini bukan pendidikan seks, melainkan pengetahuan soal seks yang kebablasan dan berakibat fatal," kata dokter berkulit putih ini dengan nada gemas. Tiga tahun lalu ia hanya melayani pasien dewasa seputar keluhan masalah mereka. Tapi sekarang, pasutri yang datang "curhat" soal sederet cerita aneh soal seks buah hatinya. Boyke mengakui kemampuan anak masa kini, yang disebut di era generasi platinum, begitu cepat dan mudah menyerap pengetahuan dan teknologi. Alhasil, jangan heran jika para bocah bau kencur itu sudah pandai berselancar ke situs-situs dewasa. "Yang paling penting, memberikan pendidikan seks buat anak harus perlu pendampingan, " Boyke berpesan. Senada dengan Boyke, Elly Risma, Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati yang aktif memberikan pendidikan kesehatan reproduksi untuk anak-anak sekolah, menyebut pentingnya pendampingan dari orang tua, guru, dan lingkungan. "Mereka harus mengikuti perkembangan atau melakukan update seputar informasi terbaru seksologi supaya ilmunya tidak ketinggalan, " ujarnya. Alzena Masykouri, pengajar luar biasa di Fakultas Psikologi Universitas Paramadina, Jakarta, mengatakan keluarga merupakan pagar pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di dalam dan di luar rumah. Pesatnya pengetahuan seks mereka, terutama dampak kemajuan teknologi yang dekat dengan dunia generasi platinum, perlu diwaspadai. "Orang tua jangan "gaptek". Perlu mengimbangi (anak). Sebaiknya mendampingi (mereka) dan menyaring informasi agar anak tak salah langkah," ujarnya. Alzena mengingatkan, dari sisi kejiwaan, si anak harus pandai menyerap dan memilah informasi mana yang benar dan tidak tepat buatnya. Untuk moral, jangan sampai anak terlalu larut berpikir bebas mengadopsi informasi dunia Barat. HADRIANI P Tip Aman Dr Boyke Nugraha memberi tip agar buah hati aman memahami mengenai seks. Lengkapi diri Anda dengan pengetahuan terbaru. Jangan lupa pelajari masalah anatomi, fisiologi, biologi, moral, dan etika. Jangan salahkan kemajuan teknologi. Tanamkan nilai-nilai moral dan dampingi saat mereka mengakses internet. Berilah batasan-batasan soal pemanfaatan teknologi, misalnya mengakses Internet hanya buat mengerjakan tugas sekolah. Tempatkan komputer di ruang keluarga dan bukan di ruang pribadi. Hati-hati memberikan telepon genggam. Seringlah berdiskusi dan manfaatkan momen itu untuk memberi pendidikan seks sesuai dengan usia, kemampuan, dan cara berpikirnya. Tanamkan rasa tanggung jawab pada si kecil. Beri pengertian bahwa tiap perbuatan, termasuk soal seks, selalu ada risiko dan tanggung jawab yang harus dipikulnya. HADRIANI P koran --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
