lihatlah wahai orang yg mempunyai Akal, kemanakah akal sehat kalian hingga kalian menuduh bahwa Syaikh bin Baz adalah seorang Dajal, Kadzab, Takfiri, Khariji, Wahhabi yang mereka tuduhkan dalam situs-situs gelap mereka! semisal Abu Salafy dan yang senafas dengannya, alangkah baiknya nama antum ganti dengan Abu Kholaf Al Kadzab!
Bertaqwalah kalian kepada Alloh Tabaroka Wa Ta'ala, berbuat Adilah. jangan engkau membenci suatu kaum menghalangi engkau untuk berbuat adil. Sesungguhnya Adil itu lebih mendekati Ketaqwa'an. Demi Alloh ucapan kalian ini akan dimintakan pertanggung jawabkan di hadapan Alloh ta'ala atas ucapan keji kalian! apatah lagi beliau sudah meninggal dunia -Rahimahulloh-, kepada seorang muslim saja tidak dibenarkan apalagi kepada seorang yang yg dikatakan seorang yg menghabiskan umurnya dalam agama ini, seorang Ulama Sungguh diantara ciri-ciri Ahli Bid'ah adalah mencela Ahlul Atsar, dan dimaklumi bahwa Syaikh bin Baz -Rahimahulloh- adalah seorang ulama Ahlussunnah wal Jama'ah ahlul Atsar pada masa ini Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : إِنَّ الَّذِيْنَ جَاءُوا بِاْلإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لاَ تَحْسَبُوْهُشَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَااكْتَسَبَ مِنَ اْلإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُعَذَابٌ عَظِيْمٌ. لَوْلاَ إِذْ سَمِعْتُمُوْهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُوْنَوَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌمُبِيْنٌ. لَوْلاَ جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَإِذْ لَمْيَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَئِكَ عِنْدَ اللهِ هُمُ الْكَاذِبُوْنَ.وَلَوْلاَ فَضْلُ اللهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَاوَاْلآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيْهِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ.إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُوْلُوْنَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَالَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُوْنَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللهِعَظِيْمٌ. وَلَوْلاَ إِذْ سَمِعْتُمُوْهُ قُلْتُمْ مَا يَكُوْنُ لَنَاأَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيْمٌ.يَعِظُكُمَ اللهُ أَنْ تَعُوْدُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْمُؤْمِنِيْنَ. وَيُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ اْلآيَاتِ وَاللهُ عَلِيْمٌحَكِيْمٌ. إِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ أَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِيالَّذِيْنَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِوَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ. وَلَوْلاَ فَضْلُ اللهِعَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللهَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah darigolongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu burukbagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap orang dari merekamendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antaramereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran beritabohong itu baginya azab yang besar. Mengapa di waktu kamu mendengarberita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangkabaik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: ‘Iniadalah suatu berita bohong yang nyata.’ Mengapa mereka (yang menuduhitu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olehkarena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah padasisi Allah orang-orang yang dusta. Sekiranya tidak ada karunia Allahdan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamuditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohongitu. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut kemulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahuisedikit pun, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal diapada sisi Allah adalah besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktumendengar berita bohong itu: ‘Sekali-kali tidaklah pantas bagi kitamemperbincangkan ini. Maha Suci Engkau (Wahai Rabb kami), ini adalahdusta yang besar.’ Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembaliberbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yangberiman, dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan AllahMaha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya orang-orang yangingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalanganorang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan diakhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Dansekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamusemua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akanditimpa azab yang besar).” (An-Nur: 11-20) Barokallohu Fikum ----- Original Message ---- From: DeNnIeS DeNnIeS <[EMAIL PROTECTED]> To: Milis media Muslim <[email protected]>; Haries Eka Saputra Bumulo <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, March 24, 2008 9:16:51 AM Subject: [mediamusliminfo] Kisah Tauladan SYAIKH BIN BAZ DAN SEORANG PENCURI Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al Buhairi Salah seorang murid Syaikh 'Ibn Utsaimin rahimahullah menceritakan kisah ini kepadaku. Dia berkata: "Pada salah satu kajian Syaikh Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, beserta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut. Maka Syaikh Utsaimin menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh bin Baz rahimahullah. Di tengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang lelaki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannyapun keras hingga para muridpun mengetahuinya. Di saat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah selesai dari kajian, dan majelis sudah sepi aku melihat kepada pemuda yang tadi menangis. Ternyata dai dalam keadaan sedih, dan bersamanya sebuah mushhaf. Akupun lebih mendekat hingga kemudian aku bertanya kepadanya setelah kuucapkan salam: "Bagaimana kabarmu wahai akhi, apa yang membuatmu menangis?" Maka diapun menjawab dengan bahasa yang mengharukan: "Jazakallahu khairan." Akupun mengulangi pertanyaanku sekali lagi: "Apa yang membuatmu menangis akhi?" Diapun menjawab dengan tekanan suara yang haru: "Tidak ada apa-apa, sungguh aku telah ingat Syaikh bin Baz, maka akupun menangis." Kini menjadi jelas bagiku dari penuturannya bahwa dia dari Pakistan, sedang dia mengenakan pakaian orang Saudi. Dia meneruskan keterangannya: "Dulu aku mempunyai sebuah kisah bersama Syaikh bin Baz rahimahullah, yaitu sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai satpam pada salah satu pabrik batu bata di kota Thaif. Suatu ketika datang sebuah surat dari Pakistan kepadaku yang menyatakan bahwa ibuku dalam keadaan kritis, yang mengahruskan operasi untuk penanaman sebuah ginjal. Biaya operasi tersebut membutuhkan tujuh ribu Riyal Saudi (kurang lebih 17,5 juta Rupiah). Jika tidak segera dilaksanakan operasi dalam seminggu, bisa jadi dia akan meninggal. Sedangkan beliau sudah berusia lanjut. Saat itu, aku tidak memiliki uang selian seribu Riyal, dan aku tidak mendapati orang yang mau memberi atau meminjami uang. Maka akupun meminta kepada perusahaan untuk memberiku pinjaman, Mereka menolak, Aku menangis sepanjang hari. Dia adalah ibu yang telah merawatku dan tidak tidur karena aku. Pada situasi yang genting tersebut, aku memutuskan untuk mencuri pada salah satu rumah yang bersebelahan dengan perusahaan pada jam dua malam. Beberapa saat setelah aku melompati pagar rumah, aku tidak merasa apa-apa kecuali para polisi tengah menangkap dan melemparkanku ke mobil mereka. Setelah itu duniapun terasa menjadi gelap. Tiba-tiba, sebelum shalat subuh para polisi mengembalikanku ke rumah yang telah kucuri. Mereka memasukkanku ke sebuah ruangan kemudian pergi. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghidangkan makanan seraya berkata: "Makanlah, dengan membaca bismillah!" Aku pun tidak mempercayai apa yang tengah kualami. Saat adzan shalat subuh, mereka berkata kepadaku, "Wudhu'lah untuk shalat!" Saat itu rasa takut masih menyelimutiku. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia dipapah salah seorang pemuda masuk menemuiku. Kemudian dia memegang tanganku dan mengucapkan salam kepadaku seraya berkata: "Apakah engkau sudah makan?" Akupun menjawab: "Ya, sudah." Kemudian dia memegang tangan kananku dan membawaku ke masjid bersamanya. Kami shalat subuh. Setelah itu aku melihat lelaki tua yang memegang tanganku tadi duduk di atas kursi di bagian depan masjid, sementara jama'ah shalat dan banyak murid mengitarinya. Kemudian syaikh tersebut memulai berbicara menyampaikan sebuah kajian kepada mereka. Maka akupun meletakkan tanganku di atas kepalaku karena malu dan takut. Ya, Alloh, apa yang telah aku lakukan? Aku telah mencuri di rumah Syaikh bin Baz rahimahullah. Sebelumnya aku telah mendengar nama beliau, dan beliau telah terkenal di negeri kami, Pakistan. Setelah Syaikh bin Baz selesai dari kajian, mereka membawaku ke rumah sekali lagi. Syaikh pun memegang tanganku, dan kami sarapan pagi dengan dihadiri oleh banyak pemuda. Syaikh mendudukanku di sisi beliau. Di tengah makan beliau bertanya kepadaku: "Siapakah namamu?" Kujawab: "Murtadho." Beliau bertanya lagi: "Mengapa engkau mencuri?" Maka aku ceritakan kisah ibuku. Beliau berkata: "Baik, kami akan memberimu 9000 Riyal." Aku berkata kepada beliau: "Yang dibutuhkan Cuma 7000 Riyal." Beliau menjawab: "Sisanya untukmu, tetapi jangan lagi mencuri wahai anakku." Aku mengambil uang tersebut, dan berterima kasih kepada beliau dan berdoa untuk beliau. Aku pergi ke Pakistan, lalu melakukan operasi untuk ibuku. Alhamdulillah, beliau sembuh. Lima bulan setelah itu, aku kembali ke Saudi, dan langsung mencari keberadaan Syaikh bin Baz rahimahullah. Aku pergi rumah beliau. Aku mengenali beliau dan beliaupun mengenali aku. Kemudian beliaupun bertanya tentang ibuku. Aku berikan 1500 Riyal kepada beliau, dan beliau bertanya, "Apa ini?" Kujawab: "Itu sisanya." Maka beliau berkata: "Ini untukmu." Kukatakan: "Wahai Syaikh, saya memiliki permohonan kepada anda." Maka beliau menjawba: "Apa itu wahai anakku?" Kujawab: "Aku ingin bekerja pada anda sebagai pembantu atau apa saja, aku berharap dari anda wahai Syaikh, janganlah menolak permohonan saya, mudah-mudahan Alloh menjaga anda." Maka beliau menjawab: "Baiklah." Akupun bekerja di rumah Syaikh hingga wafat beliau. Selang beberapa waktu dari pekerjaanku di rumah Syaikh, salah seorang pemuda yang mulazamah kepada beliau memberitahuku tentang kisahku ketika aku melompat ke rumah beliau hendak mencuri di rumah Syaikh. Dia berkata: "Sesungguhnya ketika engkau melompat ke dalam rumah, Syaikh bin Baz saat itu sedang shalat malam, dan beliau mendengar sebuah suara di luar rumah. Maka beliau menekan bel yang beliau gunakan untuk membangunkan keluarga untuk shalat fardhu saja. Maka mereka terbangun semua sebelum waktunya. Mereka merasa heran dengan hal ini. Maka beliau memberitahu bahwa beliau telah mendengar sebuah suara. Kemudian mereka memberi tahu salah seorang menjaga keamanan, lalu dia menghubungi polisi. Mereka datang dengan segera dan menangkapmu. Tatkala Syaikh mengetahui hal ini, beliau bertanya: "Kabar apa?" Mereka menjawab: "Seorang pencuri berusaha masuk, mereka sudah menangkap dan membawanya ke kepolisian." Maka Syaikhpun berkata sambil marah: "Tidak, tidak, hadirkan dia sekarang dari kepolisian, dia tidak akan mencuri kecuali dia orang yang membutuhkan." Maka di sinilah kisah tersebut berakhir. Aku katakan kepada pemuda tersebut: "Sungguh matahari sudah terbit, seluruh umat ini terasa berat, dan menangisi perpisahan dengan beliau. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdoa untuk Syaikh rahimahullah. Mudah-mudahan Alloh merahmati Syaikh bin Baz dan Ibnu Utsaimin dan menempatkan keduanya di keluasan surga-Nya. Amiin. Di kutip dari Majalah Qiblati edisi 02 tahun III (11-2007M / 10-1428H) http://abuzubair.wordpress.com Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
