----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Dwi Wahyudi Priyantoro <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: Agnesh JTI <[EMAIL PROTECTED]>; agus Keu JTI <[EMAIL PROTECTED]>; Ali 
Muntaha <[EMAIL PROTECTED]>; Agus Subagyo <[EMAIL PROTECTED]>; Ahmad Janan 
<[EMAIL PROTECTED]>; antohood <[EMAIL PROTECTED]>; Benedictus Prasetyo <[EMAIL 
PROTECTED]>; Edwin AJP <[EMAIL PROTECTED]>; indrasanti aryati <[EMAIL 
PROTECTED]>; Udi Andoyo <[EMAIL PROTECTED]>; widodo abr <[EMAIL PROTECTED]>; 
Wachidin Mr. <[EMAIL PROTECTED]>; lina winangsih <[EMAIL PROTECTED]>; rahma 
wati <[EMAIL PROTECTED]>; Tuan Wandi <[EMAIL PROTECTED]>; warti dariyati 
<[EMAIL PROTECTED]>; Wibono Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Sahat Barita <[EMAIL 
PROTECTED]>; gatot siswantoro <[EMAIL PROTECTED]>; Mr. Herry Potter <[EMAIL 
PROTECTED]>; Siti Zuhriya Setiono <[EMAIL PROTECTED]>; Sylvia Ppm <[EMAIL 
PROTECTED]>; Mr. Donie <[EMAIL PROTECTED]>; Deasy Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Deri 
Bonaga
 <[EMAIL PROTECTED]>; Eko Iskandar Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Ekoooooo PA <[EMAIL 
PROTECTED]>; Octa EDP <[EMAIL PROTECTED]>; Fajar PA <[EMAIL PROTECTED]>; Risma 
Tabung <[EMAIL PROTECTED]>; Gitta rasyidi Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Mr. Teguh 
Boy Rianto <[EMAIL PROTECTED]>; Ridwan Harris PA <[EMAIL PROTECTED]>; Rolly Ppm 
<[EMAIL PROTECTED]>; Ronal Benitez <[EMAIL PROTECTED]>; Herry Giant <[EMAIL 
PROTECTED]>; Tia Keu JTI <[EMAIL PROTECTED]>; Herry Karnadi <[EMAIL 
PROTECTED]>; yudie PA <[EMAIL PROTECTED]>; Yulis Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Joki 
PA <[EMAIL PROTECTED]>; Nandar JTI <[EMAIL PROTECTED]>; Ndaru Nur Sigit <[EMAIL 
PROTECTED]>; Vanda Syafri <[EMAIL PROTECTED]>; Ika Mukti S <[EMAIL PROTECTED]>; 
Mr. Yudi Sableng <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Senin, 7 April, 2008 15:41:23
Topik: Jangan pernah menunda



 

 Jangan Pernah Menunda



Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang 
bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia tidak pernah 
mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang dia miliki. Dia terus bermain, 
menggangu sanak keluarganya kalau mereka tidak mau bermain apa yang dia ingin 
main. Tetapi, ketika dia mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, 
besok kan bisa." 

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat 
teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia nggak pernah mensyukurinya. Semua begitu 
saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia 
berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak tidak 
pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. 
Alasan dia, "Tidak apa-apa, besok kan bisa." Ketika dia agak besar, teman 
baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya 
itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena 
dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya hampir 
melakukan segala sesuatu bersama-sama, makan, main, kerjakan PR, dan 
jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat 
cantik dan baik dan segera dia menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan 
kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu 
yang sesingkat mungkin. Tentu, dia rindu sama teman-temannya. Tapi dia tidak 
pernah lagi menghubungi mereka lagi, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, 
"Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu 
dia karena dia punyateman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi, waktu 
pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras untuk membahagiakan 
keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun 
mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Tapi, itu 
tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah 
menyalahkannya. Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya 
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak 
pernah melakukannya. Alasan dia "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan 
mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun 
anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. 
Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu 
mereka dengan ayahnya. Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas 
dalam kecelakaan. Dia ditabrak lari. Tapi hari itu, dia sedang ada rapat. Dia 
tidak! sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang
 saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu", 
istrinya meninggal. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba mencari menghibur 
diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar 
anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya 
dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli sama 
orang tua ini yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk 
mereka.

Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik 
dengan uang yang dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50, 60 dan 70 dia dan 
istrinya. Semua uang itu sebenarnya untuk dipakai pergi ke Hawaii, New Zealand 
dan negara-negara lain, tapi kini dipakai untuk membayar biaya tinggal dia di 
rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua 
dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang 
tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal, dia memanggil 
seorang suster dan berkata padanya, "Andai waktu bisa dibeli, aku rela 
menukarkan semua hartaku untuk mendapatkannya, meski hanya beberapa saat saja" 
Tapi sayangnya semua sudah terlambat. Dan dia meninggal dengan airmata di 
pipinya.

***

Apa yang bisa kita petik dari cerita ini? Kita semua tahu bahwa waktu itu tak 
pernah berhenti. Waktu yang kita miliki terus melangkah maju seiring dengan 
detak jantung dan hembusan napas kita, sementara kita tidak pernah tahu kapan 
batas waktu yang diberikan Tuhan utk kita bisa hidup di dunia ini.

Karena itu.....Jangan Tunda Lagi!

Jika kita merasa ingin mendengar suara teman-teman, jangan ragu-ragu untuk 
meneleponnya segera.
Jika kita ingat pernah bersalah pada seseorang, mari kita turunkan ego kita 
untuk memulai meminta maaf dengan tulus kepada mereka.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kita merasa ingin mengungkapkan 
perasaan sayang kita kepada seseorang, jangan tunggu sampai terlambat. Jika 
kita terus pikir bahwa lain hari baru akan memberitahu dia, hari itu tidak 
pernah akan datang.

Jika kita selalu berpikir kalau masih besok akan datang , maka "besok" akan 
pergi begitu cepatnya hingga kita baru sadar bahwa waktu telah jauh 
meninggalkan kita. 

Ketahuilah teman.....
Hari esok akan pasti ada
Tapi belum tentu untuk kita
Ingat itu...
"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita bisa 
mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."
 
Best Regard
 
Yudie
 



You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke