kisahmu sangat bagus banget.
Jadi mengingatkanku ke orang2 yang aku sayangi
Ali Muntaha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Dwi Wahyudi Priyantoro <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: Agnesh JTI <[EMAIL PROTECTED]>; agus Keu JTI <[EMAIL PROTECTED]>; Ali
Muntaha <[EMAIL PROTECTED]>; Agus Subagyo <[EMAIL PROTECTED]>; Ahmad Janan
<[EMAIL PROTECTED]>; antohood <[EMAIL PROTECTED]>; Benedictus Prasetyo <[EMAIL
PROTECTED]>; Edwin AJP <[EMAIL PROTECTED]>; indrasanti aryati <[EMAIL
PROTECTED]>; Udi Andoyo <[EMAIL PROTECTED]>; widodo abr <[EMAIL PROTECTED]>;
Wachidin Mr. <[EMAIL PROTECTED]>; lina winangsih <[EMAIL PROTECTED]>; rahma
wati <[EMAIL PROTECTED]>; Tuan Wandi <[EMAIL PROTECTED]>; warti dariyati
<[EMAIL PROTECTED]>; Wibono Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Sahat Barita <[EMAIL
PROTECTED]>; Dikun Bogor <[EMAIL PROTECTED]>; gatot siswantoro <[EMAIL
PROTECTED]>; Joko sumarno Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Mr. Herry Potter <[EMAIL
PROTECTED]>; Siti Zuhriya Setiono <[EMAIL PROTECTED]>; Sylvia Ppm <[EMAIL
PROTECTED]>; Mr. Donie
<[EMAIL PROTECTED]>; Deasy Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Deri Bonaga <[EMAIL
PROTECTED]>; Eko Iskandar Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Ekoooooo PA <[EMAIL
PROTECTED]>; Octa EDP <[EMAIL PROTECTED]>; Fajar PA <[EMAIL PROTECTED]>; Risma
Tabung <[EMAIL PROTECTED]>; Gitta rasyidi Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Mr. Teguh
Boy Rianto <[EMAIL PROTECTED]>; Ridwan Harris PA <[EMAIL PROTECTED]>; Rolly
Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Ronal Benitez <[EMAIL PROTECTED]>; Herry Giant
<[EMAIL PROTECTED]>; Teguh Perkasa <[EMAIL PROTECTED]>; Tia Keu JTI <[EMAIL
PROTECTED]>; Herry Karnadi <[EMAIL PROTECTED]>; yudie PA <[EMAIL PROTECTED]>;
Yulis Ppm <[EMAIL PROTECTED]>; Joki PA <[EMAIL PROTECTED]>; Nandar JTI
<[EMAIL PROTECTED]>; Ndaru Nur Sigit <[EMAIL PROTECTED]>; Vanda Syafri
<[EMAIL PROTECTED]>; Ika Mukti S <[EMAIL PROTECTED]>; Mr. Yudi Sableng
<[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Senin, 7 April, 2008 14:54:41
Topik: penyesalan
PENYESALAN (Hadiah Sang Ayah)
Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda,sebentar lagi dia akan menjadi
seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku
pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh
cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa
bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan
membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-
satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia
pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil
itu, bersenang-senang dengan teman-temannya,
bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.
Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya.
Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia
mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya
itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci !
Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat
kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab
Suci yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu
terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan
suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai
saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan ini untukku ? " Lalu dia
membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak
bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu
pasang mata yang hadir saat itu.
Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan
bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang
terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri
yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan
tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak
pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu,
hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang
rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada
hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.
Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang
memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia
mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh
menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua
harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya
menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia
merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan
bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua
barang dirumah itu.
Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih
terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata
berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. Di
halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya,
"Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan
Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini"
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab
Suci itu. Dia memungutnya,.... sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil
itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan
! Dia membuka halaman terakhir kitab suci itu, dan menemukan di situ terselip
STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi
pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Dia berlari
menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu
selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak
disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport
yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu
pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru,
plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah
foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga. Mendadak dia
menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak
terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin
diobati........
***
SEBERAPA MAHAL DAN BERHARGANYA KITA PERNAH KEHILANGAN SEBUAH BARANG, NAMUN TAK
SEMENYESAL JIKA KITA KEHILANGAN ORANG-ORANG YANG KITA CINTAI (Sebelum kita
meminta maaf padanya)
"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita bisa
mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."
Best Regard
Yudie
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster
Total Access, No Cost.
between 0000-00-00 and 9999-99-99
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---