Dalil Halal dan Haram Sudah Jelas
http://www.adanipermana.co.cc/Syarah/dalil_halal_dan_haram_sudah_jelas.htm

An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, '*Yang
halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat
hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang
tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal
musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan,
barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di
sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah
bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya
tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di
dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh
itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun
rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati*.'" (HR. Bukhori)

*Kedudukan Hadits*
Hadist ini shahih menurut syarat Bukhori dari sahabat Rasulullah An-Nu'man
bin Basyir

*Musytabihat*

Musytabihat adalah segala sesuatu yang belum diketahui secara jelas
hukumnya, apakah termasuk halal atau termasuk haram. Mustabihat sifatnya
nisbi, artinya ketidakjelasan tersebut terjadi pada sebagian orang dan tidak
pada semua orang. Dengan demikian tidak ada satu pun sesuatu yang mustabihat
secara mutlak, dimana semua orang tidak mengetahui kejelasan hukumnya.

Musytabihat dapat terjadi dalam 2 keadaan sebagai berikut:
1. Ketika para ulama tawakuf tentang hukum suatu masalah.
2. Ketika seseorang yang bukan ulama merasa tidak mengetahui secara jelas
tentang hukum suatu masalah.

Dalam kedua keadaan tersebut semestinya seseorang tidak melangkah sehingga
perkaranya sudah jelas, baik tatkala ulamanya sudah tidak tawakuf lagi atau
sudah menanyakan kepada ahlinya.

*Menghindari Mustabihat Identik dengan Menjaga Agama dan Kehormatan*

   1.

   Orang mukmin berkewajiban untuk memelihara agama dan kehormatannya.
   Kewajiban ini bisa terlaksana dengan cara menghindari Mustabihat. Hal itu
   karena:Dengan menghindari Mustabihat maka secara otomatis dia terhindar dari
   yang haram dan dengan terhindar dari yang haram terjagalah agamanya.
   2.

   Adakalanya orang yang tidak menghindari Mustabihat akan dianggap orang
   yang rendah agamanya dan tidak memiliki ketaqwaan, dengan demikian
   ternodailah kehormatannya. Berbeda jika dia menghindari Mustabihat maka
   aggapan seperti itu akan jauh darinya, dengan demikian terjagalah
   kehormatannya.

*Menerjang Mustabihat Identik dengan Menjerumuskan Diri ke dalam Keharaman*

Orang mukmin dilarang melakukan sesuatu sehingga dia mengetahui hukumnya,
maka seseorang yang menerjang Mustabihat dia akan terjerumus ke dalam yang
haram ditinjau dari 2 sisi sebagai berikut :

   1.

   Melanggar larangan, karena telah melakukan sesuatu yang belum jelas
   hukumnya.
   2.

   Bisa jadi yang dia lakukan hukumnya haram sementara dia tidak
   menyadarinnya karena belum jelas hukumnya.

*Sesuatu yang Diperselisihkan Hukumnya Tidak Identik dengan Mustabihat.*

Banyak masalah yang diperselisihkan status halal dan haramnya oleh para
ulama. Tindakan menyelamatkan diri dari perbedaan ulama adalah suatu
kemuliaan, namun tidak dalam seluruh masalah. Memilih pendapat yang lebih
kuat, sekalipun dinilai haram oleh pihak yang lain, tidaklah termasuk
menerjang Mustabihat apalagi menerjang keharaman.
Hati, Otak Dan Akal Hati

Adalah tempat bersemayamnya akal dan rumah ruh. Akal adalah alat untuk
memahami dan mangetahui baik-buruk dan benar-salah. Sedangkan otak adalah
penyampai data kepada akal. Dengan demikian, yang bisa memahami dalil-dalil
syariƔt adalah akal.

Posted by A Dani Permana <http://www.adanipermana.co.cc/>, Syarah
Hadist<http://www.adanipermana.co.cc/Syarah/index.htm>: Dalil
Halal dan Haram Sudah
Jelas<http://www.adanipermana.co.cc/Syarah/dalil_halal_dan_haram_sudah_jelas.htm>
on
May 28, 2008 06:36:46 PM

Sumber: Ringkasan Syarah Arba'in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh
Hafizhohulloh

Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma'had Ihyaus
Sunnah, Tasikmalaya)

-- 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

A Dani Permana
www.adanipermana.co.cc
http://it-focus.co.cc

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke