Munafik ~ QS Al Baqarah ayat 8 - 9 <http://adanipermana.co.cc/blog/?p=13> June
15, 2008 – 6:36 am
http://adanipermana.co.cc/blog/?p=13
Munafik adalah yang mereka itu menampakan keimanan dan menyembunyikan
kekafiran. Allah menjelaskan secara panjang lebar sifat yang bisa dimasukkan
sebagai kemunafikan. Sangat banyak penyebutan yang berulang-ulangnya dari
sifat kemunafikan ini dalam Al quran, seperti pada surah Al-Bara`ah dan
surat al Munafiqun, dan juga disebutkan dalam surah An Nuur dan
disurat-surat lainnya.
Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa nifak itu artinya yaitu menampakan kebaikan
dan menyembunyikan keburukan. Dan nifak itu terbagi dua :
1. Nifak keyakinan adalah nifak ini mengekalkan pelakunya di dalam
neraka,
2. Nifak perbuatan adalah nifak ini termasuk dari dosa besar. Karena
sesungguhnya orang munafik itu berselisih antara perkataan dan perbutannya.
Dan sesungguhnya sifat-sifat kaum munafik ini terdapat pada surat-sutrat
yang diturunkan di Madinah, karena di Mekkah tidak ada didalamnya itu
kemunafikan dan bahkan perselisihan.
Dalam surah al Baqarah ini ada beberapa ayat yang menjelaskan kisah-kisah
orang-orang munafik, diantaranya adalah sebagai berikut:
GOLONGAN ORANG-ORANG MUNAFIQ
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم
بِمُؤْمِنِينَ 8 يُخَادِ عُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَ عُونَ
إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ 9
Dan diantara manusia ada yang mengatakan "kami beriman kepada Allah dan hari
kemudian, padahal mereka bukan orang yang beriman (8) Mereka hendak menipu
Allah dan orang-orang yang beriman dan tidaklah mereka itu melainkan dirinya
sendiri dan mereka tidak menyadari (9).
Sababun Nuzul :
Dalam suatu riwayat di kemukakan bahwa empat ayat pertama dari surat al
baqarah (2 - 5) membicarakan sifat-sifat kaum mu'minin, dan dua ayat
berikutnya (6 -7) menceritakan tentang kaum kafirin yang menegaskan bahwa
hati, pendengaran, dan penglihatan mereka tertutup - diperingatkan atau
tidak diperingatkan mereka tidak akan beriman, dn tiga belas ayat
selanjutnya (8 - 20) menegaskan cirri-ciri dan atau sifat dari kelakuan kaum
munafiqin
Penjelasan
Diantara manusia ada yang menonjolkan kekafiran karena kebencian, padahal
hati kecilnya beriman. Tatkala nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, disana
terdapat kaum Anshor yang terdiri dari kabilah Aus dan Khazraj yang pada
masa jahiliyah mereka menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh kaum
musyrik arab. Terdapat juga kaum yahudi dari kalangan Ahli Kitab yang masih
mengikuti pola hidup para pendahulunya, dan mereka terdiri dari tiga kabilah
: 1. Bani Qainuqa, yang merupakan sekutu kaum khazraj 2. Bani Nadhir, dan 3.
Bani Quraizhah sekutu kaum Aus.
Ketika Rasulullah saw, tiba di Madinah, maka masuk Islamlah orang-orang
tertentu dari kaum Anshar, baik dari kabilah khazraj dan Aus, namun sedikit
sekali kamu yahudi yang masuk Islam. Diantara mereka yang masuk Islam adalah
Abdullah bin Sallam ra. Pada saat itu belum ada kemunafikan sebab kaum
mukmin belum mempunyai nyali yang ditakuti pihak lain, bahkan Nabi Muhammad
saw berdamai dengan kaum yahudi dan dengan beberapa kabilah setempat yang
ada diseputar Madinah.
Setelah terjadi peristiwa al-'Uzhma (hebat) dan Allah menampakan kalimah-Nya
serta memuliakan Islam dan pemeluknya, maka masuk Islamlah Abdullah bin Ubai
ibnu Salul, yang dahulunya sebagai penguasa Madinah, berasal dari kabilah
Khazraj. Ia adalah pemimpin kabilah Aus dan khazraj pada masa jahiliyah
dahulu mereka pernah akan menjadikannya sebagai raja mereka. Akan tetapi,
datanglah kepada mereka kebaikan, lalu mereka masuk islam sehingga hasrat
mereka terlupakan. Dalam diri Ubai tersimpan dendam terhadap islam dan
pengikutnya. Setelah kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar, Abdullah
bi Ubai bi Salul berkata :"Ini adalah perkara yang unggul". Maka dia
pura-pura masul islam bersama beberapa golongan yang mengikuti jejak dan
pola hidupnya serta beberapa orang ahli kitab. Dari kejadian tersebut
timbulllah kemunafikan pada penduduk Madinah dan yang ada di sekitarnya.
Jadi kaum munafik tersebut berasal dari kabilah Aus, Khazraj, dan Yahudi.
Oleh karena itu, Allah mengingatkan supaya kaum mukminin tidak tertipu oleh
penampilan yang akan menimbulkan kerusakan luas lantaran keyakinan
keimanannya, sedang hakikatnya ialah dia kafir. Maka diantara yang
diperingatkan adalah hendaknya kaum munafik dianggap secara pasti sebagai
orang yang jahat, dan ini lebih baik.
Allah Ta'ala berfirman { وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ },
yakni dan sebagian manusia mereka berkata dengan lisan mereka kami beriman
kepada Allah dan terhadap apa-apa yang yang diturunkan kepada Rasul-Nya dari
ayat-ayat yang jelas seperti firmannya إِذَا جَاءكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا
نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ , artinya apabila datang kepadamu
orang-orang munafik, mereka berkata :"Kami mengakui bahwa kamu benar-benar
Rasulullah. (Al-Munafiqun :1), yakni sesungguhnya tiada lain mereka berkata
yang demikian itu hanya dibibir saja. Sebagaimana pada akhir ayat ini Allah
mendustakan mereka seperti firmannya
: وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ, artinya Dan Allah
mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta
(akhir ayat surah al-munafiquun :1). {وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ }, yakni mereka
juga beriman kepada hari berbangkit setelah kematian yang padanya itu ada
pembalasan terhadap amal dan mereka iman terhadap hari kiamat karena
sesungguhnya itu adalah hari akhir.
{ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ 8}, yakni dan tidaklah mereka itu dalam keimanan
yang hakiki dan mereka tidaklah beriman, karena mereka berkata seperti itu
tanpa didasari dengan keyakinan.
{ يُخَادِ عُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا}, yakni mereka menipu Allah dan
mendustakannya dan mereka juga berani kepada Allah dan menyangka mereka
telah berhasil menipu Allah dan orang-orang mukmin, { وَمَا يَخْدَ عُونَ
إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ 9 }, dan tidaklah mereka menipu kecuali
menipu diri mereka sendiri bahwasannya perbuatan mereka itu akan kembali
kepada mereka sendiri dan mereka tidak menyadarinya.
Sumber : Tafsir At
thobary<http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?l=arb&taf=TABARY&nType=1&nSora=1&nAya=1>,
Ibnu
Katsir<http://quran.al-islam.com/Tafseer/DispTafsser.asp?l=arb&taf=KATHEER&nType=1&nSora=1&nAya=1>,
Tanwir al Miqbas min Tafsir Ibnu
Abbas<http://altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=10&tSoraNo=1&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0>
Wallahu'alam
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---