Assalammu'alaikum
Akhawan dan Ikhwat
Bisakah saya meminta tolong rinciana BAB dalam setiap ayat dan surat Al Qur'an.
Contoh.
"Munafiq - ada pada QS Al-Baqarah aya 8-9 "
dan seterusnya.
terima kasih sebelumnya.
Wassalam


----- Pesan Asli ----
Dari: Dani Permana <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: milis_iqra <[EMAIL PROTECTED]>; myQuran <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL 
PROTECTED]
Terkirim: Selasa, 17 Juni, 2008 02:57:03
Topik: [mediamusliminfo] Munafik ~ QS Al Baqarah ayat 8 - 9


Munafik ~ QS Al Baqarah ayat 8 - 9
June 15, 2008 – 6:36 am
http://adanipermana.co.cc/blog/?p=13
 
Munafik adalah yang mereka itu menampakan keimanan dan menyembunyikan 
kekafiran. Allah menjelaskan secara panjang lebar sifat yang bisa dimasukkan 
sebagai kemunafikan. Sangat banyak penyebutan yang berulang-ulangnya dari sifat 
kemunafikan ini dalam Al quran, seperti pada surah Al-Bara`ah dan surat al 
Munafiqun, dan juga disebutkan dalam surah An Nuur dan disurat-surat lainnya.
Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa nifak itu artinya yaitu menampakan kebaikan dan 
menyembunyikan keburukan. Dan nifak itu terbagi dua :
        1. Nifak keyakinan adalah nifak ini mengekalkan pelakunya di dalam 
neraka, 
        2. Nifak perbuatan adalah nifak ini termasuk dari dosa besar. Karena 
sesungguhnya orang munafik itu berselisih antara perkataan dan perbutannya. Dan 
sesungguhnya sifat-sifat kaum munafik ini terdapat pada surat-sutrat yang 
diturunkan di Madinah, karena di Mekkah tidak ada didalamnya itu kemunafikan 
dan bahkan perselisihan. 
Dalam surah al Baqarah ini ada beberapa ayat yang menjelaskan kisah-kisah 
orang-orang munafik, diantaranya adalah sebagai berikut:
GOLONGAN ORANG-ORANG MUNAFIQ
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم 
بِمُؤْمِنِينَ 8 يُخَادِ عُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَ عُونَ 
إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ 9
Dan diantara manusia ada yang mengatakan "kami beriman kepada Allah dan hari 
kemudian, padahal mereka bukan orang yang beriman (8) Mereka hendak menipu 
Allah dan orang-orang yang beriman dan tidaklah mereka itu melainkan dirinya 
sendiri dan mereka tidak menyadari (9).
Sababun Nuzul :
Dalam suatu riwayat di kemukakan bahwa empat ayat pertama dari surat al baqarah 
(2 - 5) membicarakan sifat-sifat kaum mu'minin, dan dua ayat berikutnya (6 -7) 
menceritakan tentang kaum kafirin yang menegaskan bahwa hati, pendengaran, dan 
penglihatan mereka tertutup - diperingatkan atau tidak diperingatkan mereka 
tidak akan beriman, dn tiga belas ayat selanjutnya (8 - 20) menegaskan 
cirri-ciri dan atau sifat dari kelakuan kaum munafiqin
Penjelasan
Diantara manusia ada yang menonjolkan kekafiran karena kebencian, padahal hati 
kecilnya beriman. Tatkala nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, disana terdapat 
kaum Anshor yang terdiri dari kabilah Aus dan Khazraj yang pada masa jahiliyah 
mereka menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh kaum musyrik arab. 
Terdapat juga kaum yahudi dari kalangan Ahli Kitab yang masih mengikuti pola 
hidup para pendahulunya, dan mereka terdiri dari tiga kabilah : 1. Bani 
Qainuqa, yang merupakan sekutu kaum khazraj 2. Bani Nadhir, dan 3. Bani 
Quraizhah sekutu kaum Aus.
Ketika Rasulullah saw, tiba di Madinah, maka masuk Islamlah orang-orang 
tertentu dari kaum Anshar, baik dari kabilah khazraj dan Aus, namun sedikit 
sekali kamu yahudi yang masuk Islam. Diantara mereka yang masuk Islam adalah 
Abdullah bin Sallam ra. Pada saat itu belum ada kemunafikan sebab kaum mukmin 
belum mempunyai nyali yang ditakuti pihak lain, bahkan Nabi Muhammad saw 
berdamai dengan kaum yahudi dan dengan beberapa kabilah setempat yang ada 
diseputar Madinah.

Setelah terjadi peristiwa al-'Uzhma (hebat) dan Allah menampakan kalimah-Nya 
serta memuliakan Islam dan pemeluknya, maka masuk Islamlah Abdullah bin Ubai 
ibnu Salul, yang dahulunya sebagai penguasa Madinah, berasal dari kabilah 
Khazraj. Ia adalah pemimpin kabilah Aus dan khazraj pada masa jahiliyah dahulu 
mereka pernah akan menjadikannya sebagai raja mereka. Akan tetapi, datanglah 
kepada mereka kebaikan, lalu mereka masuk islam sehingga hasrat mereka 
terlupakan. Dalam diri Ubai tersimpan dendam terhadap islam dan pengikutnya. 
Setelah kemenangan kaum muslimin dalam perang Badar, Abdullah bi Ubai bi Salul 
berkata :"Ini adalah perkara yang unggul". Maka dia pura-pura masul islam 
bersama beberapa golongan yang mengikuti jejak dan pola hidupnya serta beberapa 
orang ahli kitab. Dari kejadian tersebut timbulllah kemunafikan pada penduduk 
Madinah dan yang ada di sekitarnya.
Jadi kaum munafik tersebut berasal dari kabilah Aus, Khazraj, dan Yahudi. Oleh 
karena itu, Allah mengingatkan supaya kaum mukminin tidak tertipu oleh 
penampilan yang akan menimbulkan kerusakan luas lantaran keyakinan keimanannya, 
sedang hakikatnya ialah dia kafir. Maka diantara yang diperingatkan adalah 
hendaknya kaum munafik dianggap secara pasti sebagai orang yang jahat, dan ini 
lebih baik.
Allah Ta'ala berfirman { وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ }, yakni 
dan sebagian manusia mereka berkata dengan lisan mereka kami beriman kepada 
Allah dan terhadap apa-apa yang yang diturunkan kepada Rasul-Nya dari ayat-ayat 
yang jelas seperti firmannya إِذَا جَاءكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ 
إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ , artinya apabila datang kepadamu orang-orang 
munafik, mereka berkata :"Kami mengakui bahwa kamu benar-benar Rasulullah. 
(Al-Munafiqun :1), yakni sesungguhnya tiada lain mereka berkata yang demikian 
itu hanya dibibir saja. Sebagaimana pada akhir ayat ini Allah mendustakan 
mereka seperti firmannya
 : وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ, artinya Dan Allah 
mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar pendusta 
(akhir ayat surah al-munafiquun :1). {وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ }, yakni mereka 
juga beriman kepada hari berbangkit setelah kematian yang padanya itu ada 
pembalasan terhadap amal dan mereka iman terhadap hari kiamat karena 
sesungguhnya itu adalah hari akhir.
{ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ 8}, yakni dan tidaklah mereka itu dalam keimanan yang 
hakiki dan mereka tidaklah beriman, karena mereka berkata seperti itu tanpa 
didasari dengan keyakinan.
{ يُخَادِ عُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا}, yakni mereka menipu Allah dan 
mendustakannya dan mereka juga berani kepada Allah dan menyangka mereka telah 
berhasil menipu Allah dan orang-orang mukmin, { وَمَا يَخْدَ عُونَ إِلاَّ 
أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ 9 }, dan tidaklah mereka menipu kecuali menipu 
diri mereka sendiri bahwasannya perbuatan mereka itu akan kembali kepada mereka 
sendiri dan mereka tidak menyadarinya.
Sumber : Tafsir At thobary, Ibnu Katsir, Tanwir al Miqbas min Tafsir Ibnu Abbas
Wallahu'alam


      Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke