--- On Mon, 14/7/08, RISWAN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: RISWAN <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: FW: Kiamat Kecil Kiamat Besar
To: "Yanuarisat Tanjung" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rina" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[EMAIL PROTECTED], "DK Yuniantoro" <[EMAIL PROTECTED]>, "'adidong_06 
kristianto'" <[EMAIL PROTECTED]>, "adfadf fhsdgs" <[EMAIL PROTECTED]>, "Agus 
Eko Prasetyo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Nur Nurabadi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, 14 July, 2008, 3:01 PM






 

 

 







   

Semoga bermanfaat 

   









From:
 luky [mailto: luky @lge.com]


Sent: Monday, July 14, 2008 2:15
PM

To: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; rina
nitryana; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Evie (QC); WAHYU RAHTOMO TRI JOKO;
[EMAIL PROTECTED]; luky ; Irah;
WAHYU HIDAYAT; Bastian; [EMAIL PROTECTED]; AGUS SUPRIYADI

Subject: Fw: Kiamat Kecil Kiamat
Besar 



   



  





----- Original Message -----  



From: Ibnu_77  





Sent: Monday, July 14,
2008 11:34 AM 





Subject: Kiamat Kecil
Kiamat Besar 







   





Kiamat Kecil Kiamat Besar 





  





  





Oleh Ihsan Tandjung 





  







Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengkondisikan
ummatnya untuk menghayati betapa hari Kiamat telah dekat. Sehingga dalam suatu
khutbah beliau digambarkan ibarat seorang komandan perang yang memperingatkan
pasukannya agar selalu dalam keadaan full alert alias waspada siaga satu.
Pengkondisian ini membuahkan hasil nyata. Di antaranya pernah diriwayatkan ada
seorang sahabat keluar rumahnya pada suatu hari lalu melihat ke arah ufuk dan
mendapati di kejauhan terlihat ada asap. Beliau segera bergegas mengetuk
rumah-rumah para sahabat lainnya seraya berteriak lantang: 





  





الدخان الدخان 





  





“Asap… Asap…!” 

Sahabat tersebut rupanya teringat penjelasan Nabi shollallahu ’alaih wa
sallam mengenai tanda-tanda besar menjelang datangnya kiamat dan salah satunya
bilamana telah muncul asap. Subhaanallah..! Bayangkan, limabelas abad yang lalu
para sahabat begitu kuat menghayati sudah dekatnya peristiwa kiamat. Bagaimana
lagi sepatutnya kita yang hidup di zaman ini? Tidakkah kita selayaknya lebih
serius menghayati sudah dekatnya kiamat? Bukankah tanda-tanda akhir zaman alias
dekatnya kiamat sudah lebih banyak lagi yang kita saksikan muncul dewasa ini?
Bukankah berputarnya waktu membuat jarak kita semakin dekat dengan peristiwa
dahsyat kiamat? 





  





Memang, para sahabat radhiyallahu ’anhum merupakan
generasi teladan. Pantaslah bila Allah subhaanahu wa ta’aala mentaqdirkan
mereka menjadi pendamping setia Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam
sejak awal perjuangan beliau hingga hijrah dari Makkah ke Madinah. Mereka
merupakan didikan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang sungguh berada
di baris terdepan dalam menjalankan pesan-pesan Nabi shollallahu ’alaih
wa sallam. Di dalam mensikapi hari kiamat mereka benar-benar sempurna. Apabila
mereka menghadiri majelis Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kemudian
dijelaskan mengenai kehidupan akhirat beserta gambaran surga dan neraka mereka
segera menangis. Sehingga majelis mereka sering dijuluki sebagai: 





  





مجلس البكاء 





  





”Majelis tangisan” 

 Para sahabat radhiyallahu ’anhum sangat
mudah tersentuh hati bila diingatkan mengenai kematian. Baik itu menyangkut
kematian manusia yang disebut kiamat kecil maupun kematian alam fana dunia ini
alias kiamat besar. Mereka sangat menghayati pesan Nabi shollallahu
’alaih wa sallam yang menganjurkan seorang muslim agar banyak mengingat
kematian. 





  





عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ 

أَكْثِرُوا ذِكْرَ
هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
يَعْنِي الْمَوْتَ 





  





Dari sahabat Abu Hurairah
radhiyallahu ’anhu ia berkata Rasulullah shollallahu ’alaih wa
sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat saat dihancurkannya kelezatan
(dunia), yakni kematian.” (HR Tirmidzi 8/279) 





  





Kehidupan di dunia sedemikian tidak berartinya sehingga para
sahabat radhiyallahu ’anhum mengembangkan ungkapan-ungkapan yang
mencerminkan penghayatan mereka akan dzikrul-maut (banyak mengingat kematian).
Di antaranya sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu terkenal
dengan ucapannya: ”Bila manusia meninggal dunia maka ia terbangun (dari
tidurnya)”. Begitu pula sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu
’anhu dengan ucapan beliau: 





  





اجعل الدنيا
في أيديكم ولا
تجعل الدنيا في
قلوبكم 





  





“Jadikanlah dunia
(sebatas) di dalam genggaman tanganmu dan jangan jadikan dunia di dalam
hatimu.” 





  





Semua ungkapan di atas tentunya mencerminkan kecerdasan
hakiki yang dimiliki oleh generasi terbaik ummat ini yakni para sahabat
radhiyallahu ’anhum. Mereka benar-benar ter-shibghah (kena celupan) sabda
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: 





  





الْكَيِّسُ
مَنْ دَانَ نَفْسَهُ
وَعَمِلَ لِمَا
بَعْدَ الْمَوْتِ 





  





“Orang yang paling
cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi
(‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah
kematian.” (HR At-Tirmidzi 8/499) 





  





Banyak orang memiliki persepsi keliru mengenai kematian
begitu pula mengenai kiamat. Mereka sangka bila seseorang sering mengingat
kematian atau kiamat maka hal ini akan menjadikan dirinya kontra-produktif dan
pasif tidak berbuat apapun kecuali duduk di masjid berdzikir menanti datangnya
kematian atau kiamat. Padahal para sahabat radhiyallahu ’anhum merupakan
orang-orang yang paling hebat dzikrul-mautnya serta paling hebat mempersiapkan
diri menghadapi hari kiamat, namun mereka tidak tertandingi dalam hal beribadah,
disiplin sholat berjamaah lima waktu di masjid, sholat malam, berdzikir,
berinfaq, berbuat aneka kebaikan bahkan berjihad fi sabilillah. 





  





Sementara kebanyakan manusia di zaman penuh fitnah ini
sudahlah mereka sangat lemah dalam mengingat kematian serta mewaspadai
tanda-tanda akhir zaman, kemudian tidak juga berarti mereka menjadi orang-orang
yang rajin beribadah, melakukan berbagai jenis amal sholeh apalagi berfikir
serta terlibat dalam aktifitas penuh resiko yakni al-jihad fi sabilillah, bahkan
sekurangnya berinfaq untuk perjuangan para mujahidin. 





  





Para sahabat
tidak memiliki dikotomi apapun dalam berIslam. Ingatan mereka akan kiamat kecil
tidak mengurangi ingatan mereka akan kiamat besar. Sebab masing-masing ingatan
tersebut sama-sama membangkitkan semangat beramal, beribadah, berda’wah
dan berjihad mereka. Begitu pulalah semestinya kita yang hidup di zaman paling
kelam dalam sejarah Islam ini. Sudah selayaknya ingatan kita akan kematian
(kiamat kecil) -yang bisa datang menjemput diri secara tiba-tiba- sama besarnya
sebagai motivator kita beramal, beribadah, berda’wah dan berjihad
sebagaimana kesadaran kita akan kiamat besar yang kian hari kian dekat
kedatangannya. 





  





اللهم إني أعوذبك
بِكَ مِنْ عَذَابِ
جَهَنَّمَ وَمِنْ
عَذَابِ الْقَبْرِ


وَمِنْ فِتْنَةِ
الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ
الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ 





  





"Ya Allah, aku
berlindung kepada Engkau dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan
kematian serta jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim 923) 





 



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke